
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Biru yang benar-benar meninggalkan suaminya lansung membersihkan diri, hatinya sakit saat pria yang teramat ia cintai menyebut nama wanita lain terlebih itu mantan kekasih yang dulu selama tujuh tahun bersama.
Biru menghapus air matanya, ia duduk di tepi Bathup masih mencoba menenangkan perasaan.
Lain hal dengan Sam yang duduk terpaku lemas di sofa, ia sedang merutuk dirinya sendiri yang sudah sangat jujur tentang pertemuannya barusan dengan Alyssa, bagai buah simalakama yang jujur salah bohong semakin salah.
Cek lek
Pintu kamar mandi yang di buka pelan oleh Biru sontak membuat Sam menoleh. Ia bangun dari duduk dan langsung menghampiri istrinya yang berjalan kearah ranjang tempat dimana kedua buah hatinya tidur dengan sangat lelap.
"Bee, maafin aku. Sumpah demi Tuhan aku cuma bertegur sapa" jelas Sam yang bersimpuh di lantai sedang Biru duduk di tepi tempat tidur.
"Bee, ku mohon padamu, percaya ya. Aku tak mungkin melakukan hal di luar batas. Aku mencintaimu, tolong bicara"
Tak ada niat dalam hati Biru untuk menimpali, semua terasa kelu dan sulit di ungkapkan. Hingga Rain akhirnya bangun lalu di susui, di susul Embun yang juga ikut mengerjapkan matanya.
Paham akan waktu yang tak banyak kini keduanya berbagi tugas, Sam mengurus di sulung sedangkan Biru mengurus Si bungsu.
Sampai semua selesai dan keluar dari hotelpun tetap tak ada satu kata yang keluar dari mulut Biru.
__ADS_1
"Kamu mau apa?" Sam yang kaget reflek menarik tangan Biru yang mau masuk ke kursi belakang.
"Aku mau nemenin Bul-Bul" jawabnya sambil melepas cekalan Sam.
"Gak gini, Sayang"
Biru yang tak perduli langsung menutup pintu mobil bagian belakang, ia melihat suaminya kini sedang mengumpat kesal sambil mengacak rambutnya sendiri.
Sam yang pasrah akhirnya naik dan duduk sendiri di depan tanpa sang istri di sampingnya. Kejadian yang baru pertama kali selama lima tahun menikah.
"Bee, aku bosen gak ada temen ngobrol" keluh Sam karna istrinya hanya sibuk bercanda dengan Rain dan Embun.
"Bul-Bul pindah ke depan sini sama Phiu ya" ajaknya pada sang putri.
Sam menghela napas, selama berjam-jam perjalanan pulang benar-benar tak ada obrolan diantara keduanya, bahkan Biru malah meminta Embun menyampaikan inginnya pada Sam jika ia butuh sesuatu termasuk ke toilet, gadis cantik itu nampak bingung saat menjadi perantara bagi kedua orangtuanya.
.
.
.
__ADS_1
"Yee, sampe juga. Bubuy kangen Appa dede" soraknya bahagia sambil bertepuk tangan.
"Yuk turun, bersih-bersih lalu bobo ya"
"Iyyah."
Keempatnya masuk kedalam rumah utama, sudah ada Reza, Melisa, Air dan Hujan yang menunggu.
Mereka langsung melepas rindu dan saling berpelukan.
Momen ini di gunakan baik oleh Sam, saat kedua anaknya sedang di asuh tentu ia menarik Biru menuju satu ruangan yang tak jauh dari berkumpulnya keluarga.
"Aku gak suka di diemin, Bee"
Biru yang di sandarkan dinding tentu tak bisa banyak bergerak ataupun meronta. Ia hanya diam dengan memalingkan muka.
"Denger aku, Gak?" cecar Sam lagi mulai kesal. Baginya rajukan Biru tak beralasan karna ia sudah berkata jujur tapi wanita itu masih saja mengacuhkannya.
"Aku minta Maaf, tolong jangan diamkan aku"
Biru yang meneteskan air mata kembali mendorong dada suaminya.
__ADS_1
"Terserah, lakukan saja selagi aku tak tahu!