Samudera Biru

Samudera Biru
Nyanyi yuk


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Miyuuuuh... Nyeh na anan auh auh ya....


"Jauh kemana? Nyenyeh kan disini terus, Sayang" jawab Biru sambil mengangkat tubuh mungil Rain yang masih memeluk kakinya.


Mahu...


"Iya, kita ke sofa ya"


Iyaaah...


Biru membawa Rain ke sofa, ia duduk tepat di sisi sang suami yang langsung mencibir kearah anak laki laki mereka yang seolah meledek saat Biru mengeluarkan wadah gizi alaminya.


Bum, nyeh ya.. Piyuuuh pelem atanya.


"Astaga! ini anak ngajak berantem" sahut Sam semakin kesal saat Rain menyuruhnya menutup mata.


"Satu-satu atuh, kiri kanan" balas Cahaya sambil tertawa terbahak bahak.


"Wah, pengalaman nih kayanya" ledek Khayangan tak seperti biasanya yang paling hanya tersenyum.


"Iya, kiri Awan, eh yang kanan Abang"


#Eh, Astaghfirullah!!!


Tak ada yang berubah jika sudah berkumpul, semua akan tercurah begitu saja apalagi jika sudah ada Cahaya dan Samudera yang pasti akan berdebat dan saling melempar ledekan yang kadang tak berujung.


Cahaya yang pindah ke sisi Cucu kesayangan papanya itu langsung menciumi sang tutut sampai Sam menjerit kesal ingin di lepaskan.

__ADS_1


"Onty gemes banget loh, inget dede pake baju Snowhite, kurcaci sama seragam polisi. Duh jadi ngarep dede kecil lagi loh" kekeh Cahaya.


"Dih, tinggal ke lapak papAy sama Moy aja sana, di jamin pasti liat dede yang gantengnya udah dari dalem perut" jawab Sam, umurnya yang sudah lebih dari kepala tiga nyatanya masih saja menggemaskan jika sedang di manja oleh orang-orang di sekelilingnya.


"Phiu, pakai tali rambut Bubuy ya?" tanya Embun sambil menarik kepala pria yang membuat ia jatuh cinta pada seorang sosok seorang pria penyayang.


"Iya, pinjem!"


Embun yang merengek akhirnya mengambil kembali miliknya sedang Sam langsung membasahi rambutnya agar kembali seperti semula.


.


.


Biru berserta kedua anaknya pulang menaiki mobil yang tadi mengantarnya kerumah Bumi dan Khayangan, sedangkan Sam tetap menaiki motor matic yang tadi ia bawa. Awalnya Rain meronta ingin ikut phiunya tapi saat mendapat ancaman dari Biru bocah tampan itupun langsung diam dan menurut.


Mobil dan motor sampai di rumah utama hampir berbarengan, keempatnya langsung masuk kedalam kamar mereka karna tak ada siapa pun yang mereka temui di lantai bawah.


Nda... Miyuh BumBum.


"Iya, Mhiu boboin kakak dulu sebentar, nanti kita main lagi ya" rayu si wanita beranak dua yang kadang pusing sendiri jika kedua anaknya sudah menggoda secara bersamaan seperti ini tak ada yang mau mengalah.


Rain yang menggelengkan kepala langsung di ambil oleh Sam dari gendongan sang istri. Ia membawa putra semata wayangnya itu keluar dari kamar agar tak menggangu si salung yang sudah sangat mengantuk.


Sam membawa Rain ke gazebo belakang rumah utama dimana terdapat beberapa ikan koi dibawahnya. Tak hanya itu, kandang burung, kelinci dan ayam pun berjejer rapih dan bersih.


"Main sini ya sama Phiu. Kakaknya mau bobo dulu, Oke" ucap Sam saat mendudukkan Rain di tengah.


Nda

__ADS_1


"Jangan suka ngambek, nanti Nyenyehnya Phiu ambil ya" ancam Sam lagi.


Nda buweh...


"Kita main apa mau nyanyi?"


Ani... ani yuk..


"Ok, kita nyanyi ya, Phiu duluan nanti Bumbum terusin, Ok" ucapnya yang di balas anggukan kepala.


Keh...


Sam pun berdehem sebelum ia bernyanyi sesuai keinginan Rain barusan.


"Satu, dua, tiga. Topiiiiiiii saya.....?"


.


.


.


.


.


Buwat.....


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


Eta mah cilok wey 🀣🀣🀣


__ADS_2