
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Alyssa!" pekik Sam saat melihat wanita masa lalunya itu kini tepat berada di hadapannya.
Keduanya nampak terdiam sesaat karna masih merasa terkejut bisa berjumpa kembali setelah sekian lama berpisah.
"Hai, kebetulan banget ya ketemu disini" ucap Alyssa. Senyumnya masih sama seperti dua belas tahun silam saat seorang Samudera ErRainly Rahardian Wijaya jatuh cinta pada pandangan pertama.
Sepersekian detik dunia Sam seakan berhenti, matanya tetap menatap Alyssa tanpa berkedip jika saja Embun tak menarik tangannya.
"Phiu, kenapa?"
Sam yang akhirnya sadar pun menoleh kearah putrinya yang nampak kebingungan.
"Phiu apa liatinnya itu?" tanya Embun lagi.
"Hem, enggak apa-apa sayang"
Sam kembali menoleh kearah Alyssa, ia nampak begitu cantik dan lebih dewasa dengan rambut sebahu membuat Alyssa sedikit berbeda dengan yang dulu.
"Pasti ini putrimu, cantik ya"
"Iya, cantik. Seperti ibunya" sahut Sam seraya tersenyum kearah Embun yang memang mirip dengan Biru.
__ADS_1
"Apa kabar? lama tak jumpa, aku harap hidupmu bahagia, Sam"
"Tentu, aku sangat bahagia lebih dari yang kamu bayangkan, Al" jawab Sam, ia yang sudah mengubur dalam dalam cinta pertamanya itu tentu tak ada yang harus di tutupi, Alyssa layaknya ia anggap seperti teman biasa.
"Aku ikut bahagia mendengarnya, setidaknya aku tak terus menerus merasa bersalah padamu" Alyssa berbicara dengan sedikit menundukkan pandangannya.
"Tak ada yang harus kamu sesali dan aku maafkan, semua sudah berlalu lima tahun lamanya. Sudah saatnya tak perlu lagi mengungkit masa yang telah lewat, aku akan fokus pada keluarga dan masa depanku begitupun denganmu, Al." tegas Sam.
Alyssa tak pernah lagi ia ingat sejak ada Biru bersamanya, terlebih ada dua buah hati yang menjadi pusat dunianya jadi tak ada lagi alasan untuk Sam mengingat Alyssa meski tak ia pungkiri jika ada saja sesuatu hal atau benda yang membuat bayangan Alyssa terlintas sesaat tapi sebagai suami yang sudah mengikat janji suci terlebih dua kali melakukannya tentu Sam langsung menepis semua itu.
"Ayo, cuci tangan Phiu" ajak Embun yang dijawab anggukan kepala oleh Sam.
"Aku duluan ya, sampai berjumpa lain waktu" pamit pria berusia tiga puluh tahun itu dari hadapan sang mantan kekasih.
"Ada apa?"
"Jangan menghindar saat bertemu lagi denganku di manapun dan kapanpun itu, karna ada yang ingin aku bicarakan padamu" pinta Alyssa sedikit memohon karna terlihat jelas dari sorot matanya.
"Aku tak bisa berjanji apapun padamu, Al. Aku pergi ya istriku pasti sedang mencari keberadaan kami"
.
.
__ADS_1
Biru yang sudah selesai memilih dan memilah juga melakukan transaksi pembayaran atas semua tanaman dan bunga yang ia beli mulai mencari sosok pria yang menikahinya lima tahun lalu, Ia edarkan pandangannya berharap dapat melihat Sam dan Embun yang tadi duduk di cafe untuk menunggunya.
"Kok gak ada ya, kemana sih?" gumam Biru sambil menenangkan Rain dalam dekapannya.
Ia yang akhirnya berjalan ke arah cafe langsung duduk di tempat anak dan suaminya tadi menunggu. Dan Biru langsung menoleh saat suami dan bidadari kecilnya itu datang. Sam langsung menggendong Rain dari Stroller tempat putranya berbaring.
"Dari mana?" tanya Biru.
.
.
.
"Dari temu tante tantik, talik talik tangan Phiu!"
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Mang enak 🤣🤣🤣
Selamat berpuasa ya ganteng!
Ketemu mak kunti bukan baca ayat kursi sih tadi 😁
__ADS_1
Like komennya yuk ramaikan.