Samudera Biru

Samudera Biru
Ratu shopping.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


3 tahun kemudian.


Biru dan Sam hanya bisa duduk bersandar di sofa depan TV sambil melihat Bul-Bul terus berceloteh yang sampai detik ini masih belum bisa di pahami oleh kedua orangtuanya.


"Apa sih, Bee?" tanya Sam.


"Gak tau, bahasa planetnya keluar lagi" kekeh Biru.


Meski usianya kini sudah tiga tahun, tapi tetap saja ada kosakata yang tak di pahami oleh orang-orang di sekelilingnya.


"Bul-Bul mau apa?" tanya Sam lagi karna putri kecilnya mulai merengek merasa tak di tanggapi.


"Bubuy mahu buna buna, tantik taya puteli" sahutnya yang kembali berputar-putar.


"Baju bunga?"


"Iya, tapi mahu yang nda adah nangannya ya"


Pasangan suami istri itu hanya bisa saling pandang dan menggelengkan kepalanya bersama.


"Yuk cari, kita bongkar lemari Bul-Bul ya" ajak Sam, ia gandeng tangan mungil Embun ke tempat penyimpanan semua baju-bajunya.


"Ayo, yang mana" kata Biru yang tadi ikut mengekor juga di belakang suami dan anaknya.


"Buna buna, Mhiu" sahut Bul-Bul yang mulai memperhatikan satu persatu bajunya yang begitu banyak.


"Ini semuanya bunga bunga, mau yang kaya apa?" tanya Sam yang sibuk mencari.


Kini kamar sang Ratu sudah sangat berantakan karna ketiganya terus mencari apa yang di maksud oleh Embun. Entah baju apa yang di inginkan si cantik karnya sudah sampai hampir satu jam nyatanya belum juga bisa di temukan.


"Beli baru aja ya" tawar Sam pasrah dan menyerah.

__ADS_1


"Hore...... yuk yuk yuk"


Embun langsung berjingkrak senang, ia peluk Phiunya bergantian dengan Mhiunya juga, Bul-Bul yang menjadi ratu satu-satunya Rahardian itu memang ternyata sudah diasah jiwa shopingnya oleh Cahaya juga Ameera.


.


.


.


"Kalah kamu, Bee sama bocah tiga tahun" ledek Sam, Biru memang tak pernah perduli dengan baju atau sebagainya, jika tidak di belikan atau di paksa untuk beli Biru mana ingat dengan hal seperti itu.


"Kenapa?" tanya Biru mulai kesal.


"Tuh, anak kamu heboh banget belanja. Pilihan bajunya udah gak bisa di ragukan lagi" Sam terkekeh dengan kedua mata fokus pada putrinya yang sedang memilih dan memilah baju mana yang ia suka.


"Biarin aja, biar Fix dia itu keturunan Rahardian, Bee" sahut Biru.


"Aku laper, nunggu Bul-Bul shoping tuh bisa seharian loh." rengek wanita yang kini sudah menginjak usia dua puluh dua tahun itu.


"Inget apa?" tanya Biru.


"Makan yang ada disini dulu, kalau mau jajan tunggu Bul-Bul selesai" ucap Sam karna ia sudah tahu putrinya itu pasti akan menangis jika belum puas berbelanja.


"Hem, iya deh. Aku mau Spaghetti aja" jawabnya malas dan asal.


Sam langsung merogoh kantong celananya untuk meraih ponsel yang tersimpan disana, jadi jarinya Langsung sibuk mengetik beberapa makanan juga minuman untuk istri dan anaknya sedangkan ia sendiri cukup satu cup kopi panas.


.


.


Selang sepuluh menit seseorang datang dengan dua bungkusan sedang di tangan kiri dan kanannya, Sam lalu meminta orang tua juga menanggil Bul-Bul untuk menikmati makanannya lebih dulu.

__ADS_1


"Ini apa?" tanya si cantik.


"Mhiu suapin ya, Bul-Bul duduk dulu di samping Phiu" titah Biru saat anaknya sudah kembali dari petualangan menghabiskan uang sang suami.


Biru sedikit demi sedikit menyuapi Embun dengan ayam goreng sampai habis tak bersisa karna memang porsinya tak begitu banyak.


"Kok punyamu malah gak di habisin, Bee?" tanya Sam saat melihat spaghetti milik istrinya masih utuh.


"Kenyang" Sahut Biru sambil mengelap mulut putrinya.


"Yakin?".


" Hem..!" Biru yang kesal hanya berdehem pelan.


.


.


.


.


.


.


Awas ya kalau di jalan berentiin tukang CILOK.



Berkuda lah kalian wahai emak-emak 🤭🤭


Biar dapet kaya si Bul-Bul 🤣🤣🤣

__ADS_1


like komennya yuk ramaikan.


__ADS_2