
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Bum, gantengnya Mhiu bangun dong, Sayang" bisik Biru pada si bungsu yang sesekali sudah mau tidur sendiri di kamarnya seperti sang kakak.
Antuk Miyuuuuuh...
"Iya, tapi ini udah siang. Bum mandi terus sarapan ya"
Ninin, nda apel...
"Tapi harus tetep di isi perutnya, sayang meskipun gak laper" rayu Biru lagi, Rain memang sudah minum susu satu botol penuh dan biasanya akan lekas bangun tapi pagi ini bocah menggemaskan itu malah terlelap lagi.
Biru terus mengusap pipi bulat anak laki-laki nya itu berharap mau bangun dan membersihkan diri meski harus melewati banyak drama lebih dulu untuk bisa sampai di kamar mandi.
Biru sudah terbiasa, karna si sulung pun juga begitu dan masih sesekali sulit di rayu jika bukan waktunya pergi ke sekolah.
"Semoga istrimu nanti tak mengalami sulitnya menjadi kami ya, Bum" ucap pelan Biru yang seolah kejadian ini turun menurun mulai dari Amma, MiMoy lalu berlajut padanya. Memilki anak yang sulit mandi pagi rasanya sungguh luar biasa karna harus mengawali hari dengan kesabaran tingkat dewa.
Rain masih berguling di atas kasurnya, belum ada keinginan untuk bangun dan memeluk wanita kesayangannya itu sampai sudah lebih dari tiga puluh menit Biru menunggu.
Miong Bum, na?
"Kalau mau lihat Ireng, ayo bangun" ajak Biru.
__ADS_1
Miong ninih aja, keh.
Bukannya bangun, bocah menggemaskan itu malah bernegosiasi meminta si Ireng yang datang menemuinya ke kamar dan itu tentu tak di izinkan oleh Biru.
"Miong gak mau kalau Bum belum mandi dan sarapan"
Miong andi?
"Hem, besok Ireng mandinya" jawab Biru ragu karna ia tahu Rain akan berkata apa nantinya.
Bum, andi icok yaa.
Dan benar saja dugaan wanita itu, jika Rain juga akan meminta mandi besok saja seperti si Ireng tapi Biru juga tak mungkin membohongi putranya meski itu hanya perkara kecil. Kejujuran adalah kunci utama dalam hidup, jika sekali berbohong nanti akan ada kebohongan lainnya yang turut serta.
"Yuk, mandi" ajak Biru saat sangat pewaris Rahardian Group itu belum juga memberi sinyal ingin mandi.
Ninin, nda. Anan mamas-mamas yaaaaa
"Iya, gak keramas, cuma kasih shampo aja rambutnya, Ok"
Keh..
Biru menuntun Rain ke kamar mandi. Jika kurang sabar merayu, bocah itu pasti sudah menangis. Bersyukurlah ia menjadi istri seorang pria dari kalangan konglomerat yang hanya bertugas mengurus anak tanpa harus pusing dengan keadaan rumah yang berantakan atau sayur yang belum di masak di dapur.
__ADS_1
Selesai dengan mandi pagi menjelang siang, Biru tinggal menyuapi anaknya itu dengan makanan yang sudah MiMoy nya buat. Wanita baya itu akan menangani sendiri asupan gizi para cucu kesayangannya.
Rain yang makan sambil bermain langsung di hampiri Samudera yang memang belum berangkat ke kantor.
"Wih, Bum-bum pinter ya. Nanti udah besar jadi Direktur gantiin Phiu sama PapAy, keh" puji Sam pada anak laki-laki harapannya tersebut.
Nda, nda mahu iih..
"Loh, kenapa? terus Bum udah besar mau jadi apa, Sayang?" tanya Sam lagi.
.
.
.
Bapak Miong yaaaaa...
Langsung di Acc bersama emaknya juga ya Bum 🤣🤣🤣
yang belum mampir ke lapak si Bum2 besaaaaal bisa cus kesana ya, judulnya RINDU RAINERLY.
__ADS_1