Samudera Biru

Samudera Biru
Apartemen Utama.


__ADS_3

.🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


"Wah, gede banget!" seru Biru saat masuk kedalam apartemen milik sang suami yang jauh lebih mewah dari yang sebelumnya ia tinggali.


Sam hanya tersenyum simpul melihat tingkah istrinya yang sangat menggemaskan apalagi saat ia menanyakan letak dapur.


"Ada, Bee. Deket tangga" jawab Sam sambil menujuk ke salah satu arah di depannya.


Gadis polos berotak minimalis itu pun semakin di buat takjub, pasalnya ini lebih modern dan luas.


"Suka, Bee?"


"Banget" jawabanya sambil membuka lemari pendingin yang sangat sangat besar, bahkan lemari bajunya di kampung saja tak sebesar itu.


"Banyak makanan, mau ku buatkan sesuatu?" tawar Biru, isi kulkas yang begitu komplit sudah bagai surga dunia baginya.


"Aku masih kenyang, mungkin nanti setelah... "


Biru menoleh, ia mengernyitkan dahinya saat Sam tak menggantung ucapannya itu.


"Setelah apa?" tanya Biru.


"Iyup, Bee... ya.. ya... please, Sayang. Aku mau di kaya tadiin sama kamu. Mau kan.. kan.. kan?" rengek Sam sambil terus mengekor di belakang istrinya yang berjalan sembari melihat barang barang yang lainnya.

__ADS_1


"Bee, Aku tuh penasaran, Oey!"


*******


Lewat tengah malam, Biru bergeliat dalam pelukan suaminya yang baru saja menutup mata setelah lelah merayu dan merajuk Biru agar mau melakukan apa yang ia minta, tapi sayangnya gadis cantik berpiyama coklat muda itu tetap menggelengkan kepala.


Isi otaknya tak juga sampai kesana untuk membayangkan hal tersebut.


"Iyup? harusnya kan di E mut!" gumam Biru, ia tatap wajah suaminya yang begitu tampan dan polos jika sedang terlelap.


"Tapi rasanya apa ya?"


Biru meraig ponselnya di dalam laci, begitu banyak pesan yang belum ia baca sana sekali, kekehan demi kekehan tak terasa keluar dari mulutnya yang ternyata mengelitik di telinga Sam.


Pria tampan itupun langsung mengerjapkan kedua matanya.


"Baru bangun" jawab Biru dengan mata fokus pada layar ponselnya.


Sam yang memang sangat mengantuk akhirnya kembali terlelap, apalagi esok pagi ia juga harus masuk kantor lebih awal karna ada meeting.


Biru tetap asik dengan ponselnya, padahal ia hanya menyimak tak ikut bergabung dalam obrolan Onty Chaca dan Grand mommy yang sedang membahas banyak hal termasuk para suami mereka yang sudah tepar usai melakukan hal yang menyenangkan.


Hanya Kahyangan yang selalu santai dan tak mudah mengumbar apapun tentang Ranjangnya, hanya emoticon senyum yang ia berikan jika sedang d bully oleh wanita Rahardian lainnya. Sedang Melisa lebih memilih menikmati candaan dua bungsu dan dua mantunya.

__ADS_1


Sampai waktu hampir sibuh tiba, akhirnya Biru terlelap dengan ponsel masih di tangannya, ia terlonjak kaget saat bunyi alarm berbunyi cukup keras tapi anehnya Sam tak bangun sama sekali, entah apa yang di impikan pria tampan itu hingga begitu nyenyak di balik selimut tebal.


"Aku masih ngantuk banget" rutuknya sedikit meyesal karan sudah bergadang semalam.


Ia letakan lagi ponselnya ke atas nakas sisi ranjang, kini ia mulai membangunkan Sam untuk cepat mandi karna sadar betul betapa sulitnya Sang Putra Mahkota Rahardian itu untuk melakukan rutinitas pagi.


"Bee, bangun ih" Seru Bitu sambil mengguncang bahu Sam.


"Bee, ayo cepetan, ini udah siang loh"


Dirasa suaminya belum juga membuka mata, ia hanya bisa membuang napas kasar lalu sedikit membungkuk untuk membisikkan sesuatu di telinga samudera.


.


.


.


.


.


Ayo, bangun. Mau cobain gaya CINDERELLA MENUNGGANG KUDA, gak?

__ADS_1


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Naon deui bae eta 🀣🀣🀣🀣


__ADS_2