Samudera Biru

Samudera Biru
ngidam


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂


Kabar kehamilan Nona muda Rahardian sudah di resmikan saat makan malam di rumah utama, semuanya datang untuk mengucapkan selamat pada Biru dan Embun atas hadirnya calon anak dan adik untuk keduanya.


Embun yang sepertinya tak terlalu paham hanya iya iya saja sambil menganggukan kepala tapi tingkahnya itu justru sangat menggemaskan dan mengundang gelak tawa.


"Nanti onty besar pinjem bayinya nya ya" kata Cahaya pada Bul-Bul yang duduk diatas pangkuan suaminya.


"Iya, ntal macukin topel bial nda nanis nanis ya" jawabnya yang membuat semua orang tercengang lalu tertawa bersama.


"Pake koper mah kebagusan, Bul. Gak sekalian di masukin kresek item" timpal Air yang langsung mendapat jeweran di telinga kanannya dari sang istri.


"Kakak jahat loh"


"Haha,, iya sayang maafin aku ya Jan Hujan Deres yang takut petir" Air langsung memeluk pemilik hatinya itu sambil menciumi pipi Hujan berkali-kali.


"Ish, gak inget umur!" cetus Sam saat melihat kelakuan miMoy dan paPaynya.


"Sirik tanda tak mampu!" ledek Air dengan mencebikkan bibirnya.


"Eh, enak aja! ayo Bee kita ke kamar" ajak Sam pada Biru yang duduk di sebelahnya.


Teroooooossss...

__ADS_1


.


.


Obrolan di ruang tengah pun tak terasa sampai memasuki waktu tengah malam, Cahaya dan Langit langsung berpamitan untuk pulang begitupun dengan Bumi juga Kahyangan yang memang jarak rumah mereka tak terlalu jauh dari rumah utama. Itu sengaja di lakukan untuk memudahkan jika ada hal mendadak yang mengharuskan berkumpul.


Sam dan Biru pun sudah masuk kamar mereka, keduanya tidur saling memeluk stelah membaringkan Embun di box bayinya.


"Kali ini cewe apa cowo ya, Bee" ucap Biru saat tangan sang suami mengusap perutnya dengan sangat lembut dan pelan.


"Apa aja, gak masalah aku sih" sahut Sam yang tangannya justru makin naik keatas tak lagi mengusap perut melainkan berada di area yang padat dan berisi.


"Aku mau laki-laki, biar sepasang ya"


"Hem, kalo dapet perempuan lagi, tar Si tutut aku suruh bajak sawahmu lagi sampe jadi laki-laki" kekeh Sam yang sudah menenggelamkan kepalanya di perpotongan leher dan bahu.


"Gak apa-apa, jadi anak tunggal itu gak enak. Kebanyakan duit" sambungnya lagi yang kali ini justru tertawa kecil.


"Iya, kaya aku yang sebatang kara. Saat orangtuaku meninggal aku gak punya siapapun"


"Nah, makanya itu kita harus punya anak banyak."


"Yuk bikin" ajak Biru.

__ADS_1


"Udah jadi, kalo sekarang bukan bikin tapi nambahin, Bee" balas Sam yang langsung menarik kaos yang di kenakan isterinya sampai ke atas.


Sam begitu menikmati apa yang kini ada di depannya. Kanan dan kiri ia mainkan dengan bergantian secara tersisa kurang lebih enam bulan lagi ia kan berpuasa selama dua tahun lamanya sama seperti saat Embun lahir dan meny usu.


Puas bermain di atas kini bibir Sam mulai turun ke bawah bagian perut yang sudah terlihat sedikit membuncit. Ia ciumi bagian tubuh itu dengan sangat lembut penuh kasih sayang bukan hanya semata karna naf su saja.


Biru yang mulai men de sah hanya bisa menggigit bibir bawahnya. Namun...


Kriiiuukkk....


Suara perut Biru membuat Sam mendongakkan wajahnya.


"Bee?" panggil Sam.


.


.


.


Aku pengen nasi uduk sama tempe bacem.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Nah, mulai bikin susah tengah malem 🤣🤣🤣


Like komennya yuk ramaikan


__ADS_2