
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
" Saya terima nikah dan kawinnya Berliana Biru binti Almarhum Setyadi dengan mas kawin tersebut di bayar TUNAI" ucap Sam dengan sekali tarikan napas.
"Bagaimana saksi, sah?"
Sah... Alhamdulillah.
Semua yang hadir menadahakan tangan untuk mengaminkan doa yang dilantunkan oleh pak penghulu.
Tak lupa Air pun menyematkan satu cincin berlian di jari manis kiri Biru setelah mas kawin yang lalu ia pindah ke jari manis kanannya.
Usai menandatangani surat nikah dan yang lainnya, kini pasangan suami istri yang sudah resmi secara agama dan negara itu pun memohon doa dan restu dari semua keluarga besar yang hadir menyaksikan pernikahan cucu dan cicit pertama Rahardian Wijaya.
Dan kini Keluarga Rahardian, Pradipta dan juga Biantara ketiga turunan konglomerat itu sudah berjejer rapih siap menerima pelukan dari Samudera dan juga Biru.
"Do'ain Dede ya Pay, Moy" ucap Sam saat dalam dekapan orang tuanya, dua puluh lima tahun lalu Sam di peluk saat ia lahir sebagai anak dan hari ini ia di peluk kembali saat lahir menjadi seorang suami.
"Pasti, Dek. Semua yang terbaik selalu kami berikan padamu" ujar Air mengusap kepala putranya.
"Doa kami tak pernah putus untukmu, Sayang" balas Hujan yang di hapus air matanya oleh Samudera yang hadir setelah empat tahun pernikahannya dengan Air.
"Appa... " Sam langsung menitikan air mata saat ia bersimpuh di atas pangkuan pria tersabar nya. Rasanya ia tak sanggup lagi untuk berkata apapun saat ini.
"Dede udah gede, tanggung jawabnya pun semakin besar. Jadilah suami yang bisa melindungi istrimu dalam keadaan apapun, Dan harus tetep jadi kebanggaan Appa ya, Tut" ucap Reza sambil berpesan pada cucu pertamanya.
"Dede janji, Appa"
__ADS_1
"Sayangnya, Amma. Jangan pernah sakiti pemilik hatimu. Peluk dia saat kamu marah, Cium keningnya saat ia sulit untuk di atur" pesan Melisa, karna itulah yang selalu suaminya lakukan selama puluhan tahun bersama membina rumah tangga.
Sam hanya mengangguk paham, lalu memeluk pasangan baya itu dengan hangat dan penuh haru.
"Uncle, Onty... Restuin dede ya" ucapnya pada pria yang begitu mirip dengan papAynya secara fisik tapi tidak dengan karakternya yang justru jauh berbeda.
"Tentu, kami merestui dan mendoakan kalian berdua" jawab Bumi.
"Berbahagialah selalu ya, Nak" tambah Kahyangan, Onty kesayangannya Sam.
Pria tampan itu kini beranjak pada musuh bebuyutanya, seorang wanita yang tak lain adalah anak bungsu Gajahnya.
"Onty, do'ain dede harus yang bener ya. " seru Sam dengan tatapan sinis.
Pletak
Sam mengusap dahinya saat Cahaya menyentil kening sang keponakan, teman bertengkarnya selama dua puluh lima tahun.
"Dasar MATRE!" cetus Sam yang langsung beralih ke Langit.
"Uncle nemu dimana sih istri model begitu?" cetus nya dengan lirikan tajam pada Cahaya yang tekekeh geli.
"Nemu di dalem perutnya Amma" sahut Langit yang malah mencium pipi wanita tercintanya itu.
"Dasar, BUCIN" ledek nya kemudian.
"Daddy, dede minta doa restunya ya, tapi kalo mau di tambah in yang lain lain juga boleh" ucap Sam pada adik ipar Appanya, mantan Duda impian si bungsu Rahardian yang kini menjadi nyonya besar Pradipta.
__ADS_1
"Kayanya masih kaya an kamu deh di banding, Daddy. Kamu belum brojol ke dunia halu aja udah punya segalanya" balas Ricko, sambil menangkup wajah Sam yang begitu mirip dengan Reza saat masih muda dulu.
"Mommy, makasih banyak ya atas segalanya" bisik Sam, ia tahu jika wanita yang masih saja berambut pirang itu selalu turut andil dalam keliaran sang istri diatas ranjang.
"Beres, Dek" jawab Ameera dengan mengacungkan kedua jempolnya.
"Moga cepet jadi ya" sambung Amerra lagi.
"Aamin, bikin tiap malem tapi gak di jadiin mulu sama Mak OTHOR" adunya dengan wajah masam tapi tetap terlihat tampan.
"Loh, emang kenapa?"
.
.
.
.
.
Kebanyakan gaya, katanya!
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
Pan gue sih Tut?
Ish.. berdosa sekali ini bocah, gue bikin puasa jangan nangis ya 😤😤😤😤