
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Ibu rumah tangga adalah karier termahal yang tidak dapat di bayar oleh manusia sekalipun, Sebab ia sudah berani menginvestasikan seluruh potensi terbaik miliknya untuk melayani suami dan mengurus anak anak dengan SURGA sebagai bayarannya!" Tegas Samudera ErRainly Rahardian Wijaya sambil merengkuh bahu wanita yang paling di cintainya.
Tuan Rich dan Nyonya Retha bagai tertampar secara tak langsung dengan perkataan yang di lontarkan pria tampan dan mapan di hadapan mereka. Nyonya Retha yang memang seorang wanita sosialita kelas atas tentu akan menganggap remeh Biru, berbeda jika ia bertemu dengan Hujan maupun Cahaya, karna biasanya tak ada yang berani membicarakan soal harta di depan dua wanita tersebut. Hujan yang seorang dokter bedah dengan segudang prestasi tentu tak di ragukan lagi kariernya di tambah ia menjadi istri presiden direktur Rahardian Group, sedangkan Cahaya meskipun ia IRT tapi ia putri bungsu dari kalangan konglomerat yang menikah dengan keluarga yang hampir sejajar dengan dirinya jadi sudah bisa di pastikan berapa harta kekayaan istri dari Langit Marvelio Biantara itu.
"Ya, istri anda termasuk Ibu rumah tangga sukses" balas Tuan Rich yang akhirnya meminta makan malam mereka di lanjutkan agar pembicaraan masalah IRT bisa teralihkan karna ia sudah melihat gelagat Samudera yang mulai tak nyaman.
Tuan Rich yang perusahaannya mendapat aliran dana dari Rahardian Group tentu takut jika Pria yang kini menjabat sebagai Direktur Utama itu akan menghentikan kerja sama mereka hanya karna salah topik pembicaraan.
Obrolan pun tetap berlanjut meski tak sehangat sebelumnya sampai Sam berpamitan untuk pulang lebih dulu dengan alasan kedua anaknya menunggu dirumah.
"Senang bisa menikmati makan malam dengan Anda Tuan Samudera"
"Sama-sama, Tuan Rich, hal yang sama pun saya rasakan, kami permisi pamit"
Sam dan Biru segera beranjak dari meja setelah melepas jabatan tangan mereka. keduanya melenggang begitu saja keluar dari resto menuju mobil.
Tak adanya obrolan, tentu membuat Sam merasa bosan selama perjalanan pulang. Ia yang sesekali melirik ke arah sang istri hanya bisa menghela napas lalu membuangnya secara kasar.
__ADS_1
"Bee... kamu kenapa?" tanya Sam yang tak kuat. lagi di abaikan.
"Aku gak apa-apa, kenapa?"
"Kok diem? gak mau ngajakin aku ngobrol" goda Sam mencoba memecah keheningan diantara mereka berdua.
Biru hanya tersenyum kecil, sambil mengusap lengan suaminya. Ada rasa kecewa yang ia rasakan pada dirinya sendiri tapi tak mampu ia ungkapkan.
Biru ingin marah, tapi amarahnya tentu tak beralasan.
"Terimakasih sudah membelaku, Bee" ucap wanita dua anak itu pada sang suami yang sedang melemparkan senyum padanya.
"Kita, Bee. Kita berdua yang mendidik mereka"
"Hem, Ok, Kita!"
.
.
__ADS_1
Mobil mewah Sam akhirnya terparkir di garasi rumah utama. Keduanya turun saling merangkul dan melebarkan senyum. Tak ada siapapun di lantai bawah membuat mereka langsung naik ke atas menuju kamar Rain lebih dulu. Biru sangat khawatir putra kesayangannya itu kehausan karna Ia biasanya tak mau menyu su dalam botol.
Cek lek..
Sam dan Biru masuk kedalam kamar sang pewaris Rahardian dengan perlahan, waktu yang menunjukkan jam istirahat membuat keduanya takut sekali mengganggu.
"Moy, rewel gak?" tanya Biru saat sudah berdiri di sisi box Rainerly.
"Apa tidur?" timpal Sam, karna posisi anaknya yang aneh.
.
.
Enggak, Justru Bum-Bum begitu aja dari tadi gak mau bangun.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
__ADS_1
Tium nih ya Appanya kalo pundung mulu 🤣🤣