
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Rumah utama langsung nampak sepi saat Bul-Bul pergi bersama Cahaya siang tadi, tak ada yang bernyanyi atau berceloteh membuat semua ruangan hening seketika. Balita cantik itu bagai nyawa di kediaman Rahardian setelah Samudera tumbuh dewasa.
Hujan yang sedari tadi menemani Melisa hanya mengobrol biasa di kamarnya. Banyak yang mereka bincangkan terutama tentang masa depan termasuk pesan yang di utarakan sang Nyonya Besar saat nanti mungkin ia sudah tiada karna mau tak mau Hujan lah yang akan mengambil alih semua yang ada di Rumah Utama termasuk membuat keputusan keluarga.
"Mamah harus tetep sehat, Hujan akan terus cek kesehatan mamah ya. Mama harus tetep Happy dan gak boleh banyak pikiran" pinta Hujan yang kadang memang sedikit khawatir tentang kondisi ibu mertuanya itu yang memang memiliki penyakit hypertensi sejak lama.
"Maunya begitu, Jan. Tapi umur apa ada yang tahu. rasanya mamah lebih milih mati aja dari pada harus rayu papa mertuamu cium mak othor demi tetap bisa bertahan"
#PelitBangetNihPawangGajah!
*******
Rasa bosan pun di alami Biru, ibu satu anak itu sudah berguling cukup lama di atas ranjang kamarnya seorang diri tanpa melakukan apapun selain memainkan ponselnya, entah berselancar di sosial media atau juga menonton drama kesukaaanya.
"Kok Bul-Bul belum pulang juga ya" gumam Biru.
Ia yang akhirnya bangun dari tidur memilih keluar dari tempat semedinya selama ini.
"Sepi banget!"
Biru menuruni anak tangga satu persatu menuju dapur, seperti yang di katakannya tadi jika ia akan lebih memilih memasak di banding harus mengitari Mall untuk sekedar berbelanja sesuatu yang tak begitu ia perlukan.
wanita cantik itu membuka lemari pendingin di dapur bersih khusus untuk Ammanya, ditempat ini tak ada satupun ART yang berani menyentuh atau memakai dapur jika bukan mendapat perintah langsung dari Nyonya Besar mereka.
"Bi, ngapain?" Suara Hujan langsung mengagetkan Biru yang masih berdiri di depan kulkas yang ukurannya tiga kali lipat dari tubuhnya.
"Aku juga gak tau mau ngapain" sahutnya.
"Hah?"
"Eh, maksudnya aku juga gak tau mau masak apa ini, tadi aku bilang sama Onty Chaca mau masak, Moy" jelas Biru yang akhirnya membuat Hujan paham.
"Kamu tanya koki dulu, masak apa hari ini. Jangan sampai mubazir karna terlalu banyak hidangan untuk makan malam"
"Iya, Moy"
Di rumah utama, Semua ART dan para pekerja lainnya di bebaskan untuk makan apapun dan memasak sesuai selera masing-masing. Tak ada yang di bedakan tentang isi kulkas dapur bersih dan dapur kotor.
.
__ADS_1
.
Beda tempat tentu berbeda juga aktifitas orang-orangnya.
Bucinnnya@PawangRahardian
*Appa
[ Tiati, ada duo Mafia Shoping mau keliling ngerampok kalian 🤣 ]
*Bumi
[ Rampoknya anak papa 😏 ]
*Appa
[ Adekmu, kak 🤭 ]
*Bumi
[ Adeknya kakak Ay juga 😜😜]
*Air
*Sam.
[ Komplit amat, Pay 😂😂😂]
*Air
[ Anakmu juga itu de' 😤]
*Sam
[ Oh iya dede lupa, BulBul juga ikut? ]
*Appa.
[ Hem, racunnya yang ngomporin, Card unlimited Appa udah di gondol ]
*Bumi
__ADS_1
[ K E C I A N ]
*Air
[ Mall juga udah kakak tutup, Racun banget tuh emang si bontot ]
*Sam.
[ Banget! BulBul dede pasti pas pulang Langsung pusing 😘😘]
*Appa.
[ Kenapa?]
*Sam
[ Kecapean ikut sama onty Chaca muter muter ]
*Bumi
[ Pulangnya pasti nunggu di usir satpam dulu 🤣]
*Appa
[ Sepertinya begitu 🤔]
.
.
.
.
*Langit
[ Ya ampun! kalian itu sadar gak sih lagi ghibahin istri abang Woy! lakinya juga baca ini 😭😭😭😭😭😭😭😭😭 ]
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Ups... sorry Bang.
__ADS_1
Sekalinya nongol di bully ya 😌
Like komennya yuk ramaikan.