Samudera Biru

Samudera Biru
Bakar Bebek


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Injem yaaaaaa... mua-mua loh.


Sam yang terus di goda hanya bisa menahan kesal, ia yang baru akan pulang besok di buat tak sabar ingin mengigit pipi anak bungsunya itu.


"Punya Phiu ya, Ganteng. Gak boleh ya, sayang."


Samudera terus saja merayu putranya yang malah cekikikan sambil berguling diatas ranjangnya yang terlihat berantakan.


"Beeeeee" teriak si Tutut Markentut.


Biru membuang napas kasar, perdebatan antara anak dan suaminya membuat ia begitu gemas ingin mencubit keduanya.


"Bee, awas ya kalau Rain di kasih lagi," ucap Samudera saat ponsel kini beralih ke istrinya.


"Kamu tuh mau aja di bohongin Rain, kalah sama bocah kecil. Ngerengek aja terus nanti aku kasih beneran sekalian," oceh Biru, kesal.


Pria dua anak itu tetap saja merajuk meski Biru sudah mengatakan jika Rain hanya menggoda. Anak itu bahkan tak pernah meminta dan ia pun tentu tak akan memberi nya. Tapi, Sam tetap saja di buat pusing pasalnya kemarin ia sempat di tolak bermain sebentar saat akan pergi padahal keinginan si Tutut kukurusukan ke dalam sawah sudah sampai ke ubun-ubun.


"Aku kangen, mana pengen. Udah tegang banget."


"Ya udah cepet pulang," sahut Biru yang sama rindunya dengan sang suami.


"Besok, itupun sore," lirih Samudra pasrah, ia tentu tak bisa pulang sebelum semua pekerjaannya selesai.


Obrolan terus berlangsung hingga hampir dua jam, banyak yang pasangan itu bicarakan termasuk perihal anak-anak yang selalu menanyakan kapan kepulangan Phiu hya tersebut. Kedetan Samudera pada kedua buah hatinya memang membuat Embun dan Rain merasa kehilangan terlebih pria itu selalu pergi dan pulang di jam yang sama dari kantor.

__ADS_1


Piyuh obot na uwa-uwa yaaaaa..


Rain yang naik keatas pangkuan Biru kembali meraih ponsel di tangan wanita itu.


"Iya, tapi gak boleh Nyeh Uwa-uwa, keh," pinta Samudera pada si bungsu.


Syedidit, buweh?


"Enggak, Nyeh Miong aja ya"


Iyaaaaah, Piyuh puwang yaaaaaaa.


Bocah menggemaskan itu terus saja berceloteh, itulah yang membuat Samudera bertahan pada pernikahannya. Meski harus ia akui godaaan silih berganti selama ini. Tapi sebisa mungkin ia selalu menunduk saat sang penggoda tepat ada di depannya. Memiliki istri cantik dan dua anak yang pintar menggemaskan sudah cukup membuatnya bahagia lahir bathin.


Terlebih jika ia ingat semua pesan sang Gajah untuk meRatukan pasangan, karna seorang istri adalah pilihan kita sendiri.


.


.


Untuk mengalihkan rengekan Embun yang tak sempat bicara dengan Phiunya, Biru pun mengajak anak gadisnya keluar bersama Rain juga ke taman untuk berjalan-jalan sambil menikmati jajanan sore. Embun yang di jaga oleh Rini berlarian kemana saja bersama adik kecilnya.


Uin ih.... Ta Buuuuuuy....


Teriakan Rain yang di tinggalkan membuat Ratu Rahardian itu tertawa senang.


"Sini, ayo kejar kakak," ucap Embun sambil melambaikan tangan.

__ADS_1


Rain yang kini berlari mendekat kearah sang kakak tentu tak lepas dari pengawasan Biru dan juga Rini. Jangan sampai dua bocah penerus perusahaan Rahardian Group itu terluka apa lagi hilang di tengah banyaknya pengunjung juga yang datang.


"Kamu tuntun Embun ya, Rin. Saya tuntun Rain. Kita beli makanan dulu," titah Biru pada pengasuh Embun yang sudah di anggapnya seperti keluarga.


Rini tak banyak bicara dan bertingkah dan tak sekalipun ia juga mendengar keluhan Embun tentang sikap tak baik wanita itu.


Mau mana?


"Kita beli makan dulu, Bum laper gak?" tanya Biru yang sudah menggandeng tangan mungil putranya.


Apel..


"Ya sudah, kalau laper kita cari makan dulu, Bum mau makan apa?"


.


.


Bakal Uwek-uwek ya.....



**********


Gue kira mau Abing ocong kaya si Tutut Markentut 😂😂😂😂


Si kembar tiga hasil keringet Buaya dan kadal udah launching ya sayang 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2