Samudera Biru

Samudera Biru
Jalan Jauh


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Cek lek..


Biru kaget dan langsung menghentikan langkahnya di ambang pintu kamar mandi. Anak yang ia pikir masih terbuai mimpi nyatanya sudah bangun dan turun dari tempat tidur. Rain yang berdiri di sisi meja dengan kepala di atasnya membuat Biru segera menggendong sang buah hati kesayangannya.


"Rain udah bangun?"


Bubum


"Ah, iya. Bum udah bangun sayang. pinter ya gak nangis" Biru mengulang pertanyaan karna sempat di protes oleh anaknya saat ia salah menyebut nama.


Dah


Miyuh upet?


"Enggak, sayang. Mhiu mandi" jawab Biru, Rain tentu percaya karna Biru memakai handuk kimono dengan rambut yang masih basah.


Piyuh, na?


"Masih mandi, nanti juga keluar"


Andi uwa uwa


"Iya, Mhiu dan Phiu mandi berdua. Bum tadi bobo sih kalau gak bobo jadi mandi bertiga deh" kekeh Biru, anaknya yang sudah pintar berceloteh akan banyak melempar pertanyaan padanya.

__ADS_1


Rain yang di dudukkan di karpet depan tv tak mengalihkan sama sekali mata lentiknya pada pintu kamar mandi seolah ia sedang menunggu pria kebanggannya itu keluar dari dalam sana.


Holleeeeeeee.


Rain bertepuk tangan kecil lalu bangun dan menghampiri Sam yang masih memakan handuk sebatas pinggang.


Didong.


Sam pun menuruti apa yang di minta putranya. Ia menggendong dan membawa bocah tampan itu ke tempat tidur.


"Pake tas mau kemana?, bukannya tadi lagi bobo" kata Sam yang didi di tepi ranjang sedangan istrinya masih berdandan di meja rias.


Bum ali ali...


Upet na, yaaah?


"Bee, kamu balik kantor, kan?" tanya Biru.


"Iya, kenapa?"


"Aku mau ajak anak anak main, boleh?" izin Biru, ia benar-benar merasa kasihan pada Rain.


"Kemana? Mall?"


Biru menganggukkan kepalanya. Hanya tempat itu yang bisa ia datangi sendiri tanpa harus di temani oleh Sam. Ia ingin mengajak dua anaknya bermain hingga sore tiba nanti.

__ADS_1


"Ya sudah, kita berangkat bareng. Tapi nanti kamu pulangnya bareng supir ya"


"Iya, gak apa apa" Jawab Biru, jika Sam sudah berkata seperti itu berarti ia tak akan pulang tepat waktu, apalagi siang tadi ia malah pulang untuk sekedar bercin Ta. Entah apa yang sedang di pikirkan pria itu sampai harus membajak sawah secara dadakan.


Biru yang baru selesai merapihkan Rain langsung bergegas ke kamar Embun, gadis cantiknya itu ternyata baru saja bangun dari tidur siangnya di temani oleh Rini.


"Mhiu tunggu Lima belas menit di bawah ya"


"Siap, Mhiu" sahut Embun yang sudah sangat senang dengan ajakan Biru.


Wanita dua anak itupun kembali ke kamarnya, melihat Sam yang sudah rapih Biru meminta suaminya menggendong Rain ke lantai bawah.


"Tunggu kakak Embun dulu ya" ucap Biru pada si bungsu saat di teras rumah utama.


Uwin Ta Buy ya...


"Anak pinter" balas Sam dan Biru berbarengan.


Benar saja, lima belas menit berselang Embun datang bersama Rini. Dengan kuncir dua


berpita putih gadis cilik itu terlihat nampak sangat cantik.


"Udah siap? yuk. Phiu anter ke Mall ya" Sam mengulurkan tangannya dan langsung di sambut oleh sang Ratu Rahardian.


Acik alan alan auh ya...

__ADS_1



__ADS_2