
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Satu bulan sudah Samudera dan Biru menikah dengan masih menyandang pasangan status suami istri siri karna baru minggu depanlah keduanya akan melangsungkan ijab kabul secara resmi di depan keluarga besar Rahardian Wijaya.
Semua sudah di atur oleh pihak Wedding Organizer. Namun tetap dengan persetujuan Sam Dan Biru terutama tentang gaun pernikahan mereka, meski Sam hanya menurut saja apa yang di inginkan Cinderellanya itu.
Sam yang begitu sibuk seringkali tak bisa menemani Biru untuk fitting baju, hingga mengharuskan sang istri hanya ditemani oleh Onty atau Mommy juga Amma saja.
.
.
"Tapi nanti pulang, kan?" rengek Biru sambil memakaikan dasi di leher suaminya yang bertubuh tinggi, maka itu ia harus naik keatas kursi kecil agar bisa sejajar saat berhadapan.
"Tiap hari juga aku pulang, Bee"
"Iya, tapi jangan pulang malem terus, akunya ngantuk nunggu sendirian" protes Biru, tinggal berdua di apartemen tentu membuat ia jenuh jika semua pekerjaannya sudah rapih.
__ADS_1
"Kan tinggal bilang kalau mau keluar, minta anter siapa pun pasti gak akan ada yang nolak" ujar Sam.
"Iya, nanti aku mau kerumah Onty nyang nyang ya"
Sam hanya mengangguk seraya tersenyum, lalu menggandeng Biru menuju ruang makan untuk sarapan pagi sebelum pergi ke Kantor.
Selama menikah, Sam benar-benar di manjakan lahir bathinnya oleh sang istri. Mulai dari dapur hingga ranjang ia selalu puas dengan pelayanan Biru.
.
.
.
"Hem, Pagi" sahutnya sambil masuk kedalam ruangan setelah Jero membuka pintu.
Sam yang sudah duduk di kursi kebesarannya langsung membuka jas hitam yang membalut tubuh sempurnanya, dengan laptop yang kini sudah menyala ia pun bersiap mendengarkan semua jadwal rapatnya hari ini yang di bacakan oleh sang asisten pribadi.
__ADS_1
Namun, ia langsung menoleh saat satu nama yang selama ini ia hindari selama dua tahun.
"Apa dia sudah resmi menjabat sebagai CEO Dirgantara corp?" tanya Sam dengan sorot mata serius.
"Iya, Tuan. Karna Tuan Mahendra kesehatan semakin menurun, hanya itu yang saya tahu" jawab Jero sedikit menunduk.
"Hem, baiklah. Atur pertemuan ku dengannya di ruang yang lebih privasi. Kita lihat apa dia masih seorang pecundang sama seperti dua tahun lalu!" ucapnya dengan senyum sinis.
Jero segera mengangguk paham dengan apa yang di inginkan bos besarnya itu, selesai memberi laporan Jero langsung keluar untuk meneruskan kembali pekerjaannya sendiri yang tak kalah menumpuk dari sang Direktur Utama Rahardian Group.
Sam yang kini tinggal sendiri di ruangannya langsung melonggarkan dasi yang mengikat di leher, ia membuang napas berat karna rasa sakit hati yang sudah lama hilang kini malah muncul kembali.
Hari ini ia akan bertemu dengan seorang pria yaitu mantan temannya, teman yang dulu selalu mau meluangkan waktu saat ia sibuk dan tak bisa menemanimu sang kekasih.
Rasa percaya Sam padanya ternyata menimbulkan benih di rahim Alyssa akibat keringat satu malam yang Pria itu lakukan secara sengaja dan sadar.
Sam mengusap wajahnya dengan kasar, pengkhianatan teman dan kekasihnya itu sungguh sangat luar biasa menyakitkan meski ia sudah ikhlas menerima Alyssa lagi dengan segala kekurangannya tapi hanya perasaan ikhlas yang bertahan bukan rasa cinta seperti dulu hingga akhirnya ia menemukan jodoh yang sesungguhnya.
__ADS_1