
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Kejadian berawal dua tahun lalu saat Sam baru saja menjabat sebagai Direktur disalah satu kantor Rahardian Group tapi saat itu juga ia harus fokus mengurus Alyssa yang terbaring lemah di rumah sakit. Sam yang memang benar-benar tulus mencintai Alyssa dan berniat menikahinya harus kuat bolak balik kantor dan rumah sakit bahkan ia rela tidur disana demi menemani kekasihnya.
Cinta tulusnya bagai di buat buta dan percaya saat dokter hanya mendiagnosa Alyssa hanya kelelahan dan butuh banyak istrahat.
Tapi semua berubah saat Reza memberinya beberapa kertas yang berisi kan data Alyssa yang melakukan aborsi di sebuah klinik yang berada di luar kota, Sam yang mulai sibuk bahkan tak tahu jika kekasihnya itu pergi.
Awalnya pria tampan berusia duapuluh tiga tahun itu tak percaya karna ia sudah berusaha menjadi yang terbaik bagi Alyssa, tak hanya perhatian cinta dan kesetiaan tapi juga harta. Sam tak pernah marah saat Alyssa menghabiskan semua uangnya karna yang terpenting gadis itu bisa bahagia dan tersenyum. Alyssa memang cantik, ia memiliki tubuh sempurna tinggi, langsing, putih dan mulus siapapun akan tergoda kecuali Sam yang memang tak pernah berniat merusak Alyssa.
Lalu bagaimana dengan, Sam?
Ia tentu terluka, dua hari mengurung diri di rumah Bumi dan Kahyangan, ia tumpahkan semua tangisnya di atas pangkuan wanita solehah yang selalu memberinya rasa tenang jika sedang bersedih.
Sam mulai menata hatinya lagi, ia bernegosiasi dengan Reza yang awalnya menentang keputusan cucu kesayangannya itu melanjutkan hubungan dengan Alyssa.
"Dede cinta dia, Appa"
__ADS_1
Reza tak bisa menolak saat Sam merengek dengan alasan ia mencintai kekasihnya. Sesakit apapun rasanya semua akan luluh jika sudah mengutamakan ketulusan.
.
.
.
*****
Alyssa tak kuasa lagi berkata dan mencari alasan, kenikmatan satu malam yang ia lakukan dengan teman kuliahnya yang juga teman Sam harus berujung kehamilan.
ia yang panik tentu langsung mencari jalan pintas, ia tak mungkin meninggalkan Sam demi mempertahankan bayi dalam rahimnya.
"Aku bodoh, aku salah. Maaf" Alyysa terus saja merutuk dirinya sendiri, kejadian dua tahun lalu nyatanya kini di bongkar oleh Samudera.
"Kenapa gak jujur? aku nunggu momen itu, Al. Kamu tahu bagaimana aku sangat mencintaimu, kan? aku selalu menerima mu dengan segala lebih dan kurangmu termasuk kesalahan fatal mu itu." ucap Sam yang akhirnya ikhlas.
__ADS_1
"Kita mulai dari awal lagi ya, sayang. Itu hanya ku lakukan sekali, percaya padaku" pinta Alyssa dengan wajah penuh dengan lelehan air mata.
"Aku bisa saja memintanya untuk bertanggung jawab, tapi aku masih mempertahankanmu di sisiku, Kesucian bukan poin pertama bagiku karna kesetiaan jauh lebih penting" tegas Sam.
"Sam, ku mohon jangan begini"
"Aku masih tak percaya denganmu, kapan pun kamu pasti akan mengulangnya lagi, Aku tak hanya butuh pendamping tapi juga butuh istri yang keibuan, Al. Sedang dirimu saja tak menyayangi darah dagingmu sendiri lalu bagaimana kamu menyayangiku?"
"Itu adalah masa sulitku, kamu harusnya paham!" jerit Alyssa ia kini benar-benar takut karna semakin terpojok.
.
.
.
"Aku menyerah sampai disini. Terima kasih untuk lima tahun yang indah dan dua tahun yang penuh luka"
__ADS_1