
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Ssstt.."
Sam meletakkan jari manisnya di bibir saat Biru masuk kedalam kamar, kening wanita itu mengernyit saat melihat putra mereka tertidur dalam pelukan sang suami.
"Tidur?" tanya Biru memastikan.
Sam hanya menganggukkan kepala, tangannya masih mengusap pelan punggung si bocah menggemaskan itu.
"Kayanya kalau udah ngantuk kamu harus pergi deh, biar gak inget nyusu terus." ucap Sam saat istrinya sudah duduk bersama.
"Aku ngehindar, gitu? emang ini gimana ceritanya kok bisa sampe tidur"
Biru tentu sangat penasaran karna ia baru saja kembali dari kediaman Biantara menjemput Embun yang sejak kemarin menginap disana. Cahaya membawa sang Ratu berkeliling untuk shoping seperti biasa.
"Awalnya sih nangis, tapi lama-lama tidur juga kok. Aku kasih air putih soalnya aku bikinin sufor malah muntah" jelas Sam.
Rain yang tak pernah di biasakan susu formula sejak bayi tentu selalu menolak. Tak pernah satu tetes pun masuk kedalam perutnya tanpa drama.
"Iya, anti sufor banget kayanya. Tapi kalo gak lanjut sufor juga kasihan." kata Biru serba salah.
Keduanya terus mengobrol sampai Rain terbangun dari tidurnya. Bocah tampan itu langsung tersenyum saat melihat Mhiunya sudah kembali.
Didong.
"Sini, peluk aja ya, berat kalo di gendong"
Nyeh.
Biru melirik kearah Sam yang tentu langsung menggeleng kan kepalanya tanda tak setuju jika Biru sampai mengeluarkan salah satu area favoritnya itu.
__ADS_1
"Kak Buy udah pulang, mau main gak?" tawar Biru mengalihkan perhatian sang putra.
Nda, gelah.
"Nah, kita mandi aja yuk. Ide bagus juga tuh" seru Sam seraya mencium pipi bulat Rain.
Bendem ya, ma uwek uwek
"Iya, yuk mandi sama bebek"
Sam meraih lagi tubuh mungil sang pewaris Rahardian Group itu dari atas pangkuan istrinya. Ia lepaskan semua yang menempel di tubuh Rain satu persatu hingga polos tak memakai apapun.
"Kalian mau mandi berdua?"
"Iya, aku juga gerah. Kamu mau ikut mandi juga gak?"
"Enggak ah, aku mau ke dapur bikin jus buah" tolak Biru sambil menggeleng kan kepalanya.
"Bumbum mau jus gak, Mhiu mau bikin nih"
Mahu, pisyang ya...
"Iya, Sayang"
Tak perlu bertanya, Biru memang tahu apa yang diinginkan Rain, anaknya itu begitu suka dengan buah manis berkulit kuning tersebut, tanpa di buat macam macam pun anak itu akan lahap menikmatinya.
Sepeninggal Biru keluar kamar untuk membuat jus, Sam langsung bangun dari duduknya. Ia berjalan menuntun tangan Rain ke arah kamar mandi.
Tubuh mungil polos Rain langsung masuk kedalam bathup setelah Sam mengisi air dan menaruh sabun hingga berbusa banyak. Anak itu berjingkrak senang sambil bertepuk tangan.
"Enak ya berendem"
__ADS_1
Iyaaaa... Ninin.
Sam tertawa kecil, ia akan senang saat anak anaknya pun senang. Itulah seharusnya orang tua.
Tak kalah dengan Rainerly Rahardian Wijaya, Sam pun membuka semua pakaiannya hingga dua laki-laki beda generasi itu sama-sama polos tanpa tersisa benang sehelai pun.
"Gosokin badannya, sini keramasin ya Rambutnya juga"
Iyyaaaah
Sam membalurkan sabun dan shampoo keseluruh tubuh anaknya sampai tubuh putih itu tertutup busa.
"Tututnya cuci dulu sini" kata Sam pada bagian inti milik Rain.
Butan Tutut
"Nah loh, apa dong?" tanya Sam
.
.
.
Uget.. uget...
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Mulai dah, drama kamar mandi terulang 🙈
__ADS_1