Samudera Biru

Samudera Biru
Gara gara tempe.


__ADS_3

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


"Aku ingin nasi uduk dan tempe bacem" pinta Biru.


Sam langsung bangun dari tidurnya, ia melirik jam di dinding yang sudah hampir jam satu malam.


"Yakin gini hari pengen nasi uduk?" tanya Sam memastikan. Permintaan yang cukup sederhana tapi cukup memusingkan.


"Iya, aku laper"


"Makan nasi goreng aja ya" tawar Sam, bukan tak ingin menuruti mau sang istri tapi ini sudah terlalu malam untuk sekedar sebungkus nasi uduk saat perut terasa lapar karna pastinya ia akan mencari lebih dulu keluar.


"Gak mau, aku maunya uduk, Bee" rengek Biru, kini keduanya sudah duduk saling berhadapan dengan tubuh Biru yang polos di bagian atasnya.


"Yaudah, kamu tunggu ya. Aku cari." Sam yang baru mau turun dari ranjang langsung di cegah oleh Biru yang menggelengkan Kepalanya.


"Apalagi?"


"Ikut, ih. Masa aku di tinggal."


Sam mengusap kepala Biru yang menampilkan wajah begitu menggemaskan membuatnya ingin melanjutkan apa yang kali ini sempat tertunda.


"Bul-Bul nanti sama siapa?"


"Minta mbak temenin, aku gak mau di bungkus, Bee" pintanya lagi sambil meraih baju lalu memakainya.


Sam yang pasrah akhirnya mengangguk setuju, ia membiarkan Biru ikut mencari nasi uduk dan tempe bacem sesuai keinginannya.

__ADS_1


Keduanya merapihkan diri dan keluar dari kamar, Sam berjalan lebih dulu ke bagian belakang rumah utama tempat para ART beristirahat.


Sam meminta salah satu dari mereka yang dekat dengan Embun untuk menjaga gadis cantik itu sebentar selama Sam dan Biru keluar.


.


.


.


"Tuh, tukang nasi uduknya, Bee" tunjuk Biru pada satu kedai pinggir jalan depan ruko bertingkat yang duduk.


Sam langsung menepikan mobilnya dekat kedai tersebut, kini keduanya turun dan berjalan mendekati si penjual nasi uduk.


"Bu, masih ada nasi uduknya?" tanya Sam dengan tangan merangkul bahu sang istri agar merasa lebih hangat.


"Ada tempe bacem nya gak?" selak Biru.


"Tempenya habis, tinggal telur balado, opor ayam, sayur tahu dan semur kentang juga gorengan" jawab si ibu sambil memperlihatkan beberapa wadah pelengkap nasi uduknya.


"Bee... " lirih ibu dari Embun itu dengan sorot mata sendu hampir berkaca kaca.


"Bungkus dua ya, Bu. Pakai kentang, ayam dan telur" pinta Sam, ia juga langsung menarik sang istri menuju kursi yang telah di sediakan disana.


"Bee, aku mau tempe bacem, bukan telur, ayam sama kentang" protes Biru pada Sam yang duduk di depannya sambil berpegang tangan.


"Gak apa-apa, kita beli aja, kalau kamu gak mau kita bisa kasih orang lain dan cari lagi yang ada tempenya, Gak enak kalo gak jadi beli ini udah malem banget tapi dagangannya masih banyak" kata Sam memberi pengertian.

__ADS_1


"Ya udah deh, tapi janji cari lagi ya"


"Iya, cantiknya Samudera" kekeh Sam saat menjawab untuk menyetujui permintaan sang istri.


Keduanya bangun dari duduk saat Si ibu mengatakan jika pesanan mereka sudah selesai di bungkus, Sam memberikan satu lembar uang dan memberikan juga kembaliannya.


"Terima kasih, Mas" ucap Si ibu penuh rasa bahagia.


"Sama-sama, Bu."


Pasangan suami istri itupun kembali ke mobil dengan menenteng dua bungkus nasi uduk dalam satu plastik berwarna putih.


Biru membuang napas kasarnya saat sudah duduk dengan nyaman di dalam mobil yang baru saja di nyalakan mesinnya oleh sang suami yang tersenyum simpul padanya.


"Masih mau lanjut cari si tempe?" tanya Sam.


.


.


Iya dong, jangan sampe ini turunan Rahardian Wijaya ngeces gegara tempe bacem, Bee...


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Lucu kok Bee 😂😂😂


Paling gue di salahin sama Gajah terus dapet cium dari Si Tutut 🤭🤭🤭

__ADS_1


Like komennya yuk ramaikan.


__ADS_2