
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Hari libur tiba, Embun langsung di giring oleh Nyonya besar Biantara kerumahnya. Adik dari papAynya itu memang sangat menyatangi Sang Ratu seperti dulu saat Amerra memanjakan Cahaya. Dan perginya si sulung tentu membuat rumah utama terasa nampak sepi dari biasanya.
"Mau berapa hari Embun disana?" tanya Sam saat pulang dari kantor sedangkan Ontynya menjemput sang putri saat makan siang.
"Tiga hari, atau paling lama satu minggu. Entah." sahut Biru dengan tangan yang begitu cekatan membuka jas dan dasi suaminya.
"Rain tahu?" tanya Sam lagi yang di jawab gelengan kepala oleh Biru.
"Kalo tahu yang ada ngamuk, kakaknya mana boleh pergi"
Sam lalu memeluk Biru, ia tahu bukan hanya Rain yang akan sedih tapi wanita dalam dekapannya itu pun pasti akan merasa kehilangan. Tapi Embun memang suka bermain di kediaman Biantara karna ada saudaranya yang lain. Apalagi Cahaya yang tak betah dirumah sudah bisa di pastikan Embun bisa di ajak kemanapun dalam waktu satu hari.
"Kita bisa kesana kalau kamu kangen"
"Apa karna aku jarang ajak Embun keluar ya, sampe dia seneng banget kalo udah di ajak Onty" kata Biru pelan.
"Emang udah sebelas dua belas mereka tuh, ibarat panci ketemu tutup, Sayang" kekeh Sam seraya menciumi pucuk kepala istrinya.
Makan malam tiba, kini saatnya semua berkumpul di ruang makan untuk menikmati sajian yang sudah terhampar di atas meja. Makan lokal adalah makan paling Pavorit di keluarga Rahardian.
"Moy, kepuruk aku dong" pinta Air pada Hujan.
__ADS_1
"Kerupuk, kak" tegas istrinya.
"Aku tahu, Sayang. Tapi ini lidah susah buat bilang kerupuk"
Nah...
Semua tertawa bersama kecuali Air yang memegang mulutnya sendiri dengan kedua mata bulat sempurna.
"Ngomong apa aku tadi, Moy"
"K E R U P U K"
"Iyalah, itu pokonya. Kalo di ulang suka salah lagi"
Lidah bengkok Air memang tidak dapat di tebak kapan bisa di luruskan, jika sengaja justru salah, berbeda jika lolos begitu saja semua akan berjalan normal seperti biasa.
Hal yang paling biasa anggota Rahardian lalukan usai makan malam adalah berkumpul di ruang tengah, hanya pada malam hari lah semua bisa bertukar cerita tentang satu hari yang mereka lewati entah itu di luar, kantor bahkan dalam rumah. Berhubung kali ini hanya ada Rain, jadi hanya bocah tampan itu saja yang menjadi pusat perhatian dan candaan. Celoteh nya selalu mengundang gelak tawa. semua yang ia lalukan akan membuat gemas siapapun yang melihat.
"Bum, bobo yuk" ajak Biru saat melihat jam sudah lebih dari pukul sembilan malam.
Nda, ain ain..
Semenjak lupa dengan wadah gizi alaminya, Rain sedikit sulit di ajak tidur siang maupun malam jika tak lelah atau benar-benar mengantuk, itulah yang membuat Biru sedikit kualahan setiap hari. Beruntung banyak yang membantu dan bergantian menjaga saat ia ingin memanjakan dirinya sendiri terutama saat mandi.
__ADS_1
"Main kamar yuk"
Ma miong ya....
" Iya, sayang"
Ritual sebelum masuk kamar pun di lakukan oleh Rain, yaitu berpamitan sambil mencium semua anggota keluarga satu persatu.
Hingga sampai di dalam kamar, bukannya naik keatas ranjang, balita menggemaskan itu malah berjongkok di bawah meja dengan kedua tangan menutupi matanya.
Bum tung-tung ya...
Atu Uwa Ida....
Mpetan upet Miong!!!!
lagi khilaf 🤣🤣🤣🤣
Up mulu ampe 4 biji 🙃
Tengkyu semuanya 😘😘😘
__ADS_1