
ππππππππ
Sam yang masih mengatur napas usai bercinta itu pun hanya bisa memejamkan kedua matanya karna lelah setelah menikmati puncak pelepasan, begitu pun dengan Biru yang masih dengan posisi menelungkup diatas dua bantal yang di jadikannya penyangga tubuh.
"Bee, mandi gak?" tanya Biru, ia membalik kan tubuhnya lalu melirik jam yang tergantung di dinding kamar mereka.
"Udah sore banget" gumamnya lagi saat sadar hari memang sudah petang.
Biru langsung turun dari ranjang, kemudian berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya sendiri, ia membiarkan Sam semakin terbuai mimpi seperti biasanya jika selesai melakukan hal yang menyenangkan.
.
.
.
Dengan handuk kecil di tangan, Biru mulai mengeringkan rambut panjang sepinggangnya yang basah.
Gadis cantik bertubuh mungil itu tak pernah mau menggunakan hairdryer karna akan langsunu merasakan pusing di kepalanya.
Melihat Sam masih saja terlelep tentu ide ide jahil pun berputar di otaknya, apalagi waktu makan malam tak lebih dari dua jam lagi.
"Bee, bangun" bisik Biru sambil memainkan hidungnya di telinga kanan Sam.
"Bee, mau aku remes apa mau aku sentil?" ancam Biru seraya menahan tawanya sendiri.
Iyup aja, biar besar!
__ADS_1
*******
Drama ikan ternyata tak berakhir begitu saja, Biru masih memaksa suaminya untuk menangkap ikan seharga milyaran rupiah milik Tuan besar Rahardian yaitu kakek dari Samudera.
Rengekan Biru sungguh sangat mengelitik telinga Sam, antara kesal, gemas dan lucu. Ketiga rasa itu bercampur menjadi satu dalam hati si pria tampan yang kini memakai kaos oblong berwarna abu-abu.
"Besok kita Kepemancingan aja ya, kamu mau ikan apa?" rayu Sam lagi mencoba memberi jalan keluar lain.
"Gak mau, aku males keluar" tolak Biru. Sam baru tahu ternyata istri yang di dikenalnya begitu polos itu ternyata memiliki sifat keras kepala tingkat dewa.
Sam membuang napas kasar, bukan ia tak bisa melakukan apa yang di inginkan Biru, tapi masalah ini sudah menyangkut Reza sang pemilik ikan termahal di dunia.
Ia tahu pengorbanan Appanya saat ia ingin memiliki hewan berwarna putih tersebut begitu sulit meski Reza langsung membayarnya tanpa ada tawar menawar lagi.
Pria baya yang sangat gemar dengan ikan itu memang sudah menekuni hobbynya sejak ia beranjak dewasa. Di rumah utama atau apartmen nya selalu ada ikan hias yang bebas berenang dalam kolam yang sengaja di buat dalam ruangan tempat tinggalnya.
Saking inginnya, ia sampai rela bernegosiasi dengan sang suami yang langsung mencelos hatinya.
Tak perlu meminta, Sam tentu akan memberinya karna uang bukan masalah asalkan istrinya bahagia.
"Appa pasti kasih, Bee"
"Kalau kasih, terus masalahnya dimana?" tanya Biru.
"Masalahnya, nanti cari laginya itu susah, Sayang"
Biru berhambur memeluk Sam, ia tumpahkan tangisnya dalam dekapan Suami yang sudah menikahinya empat bulan lalu itu. Sam yang di landa penasaran akhirnya bertanya dengan perubahan sikap Biru yang tak biasa ini. Namun, biru hanya menggelengkan kepalanya, ia pun tak tahu perasaan apa yang kini melanda hatinya yang begitu sedih saat Sam menolak keinginannya itu.
__ADS_1
"Ikan koi aja ya, kalo itu pasti boleh sama Appa, Ok" tawar Sam yang berharap Biru menganggukan kepalanya.
"Itu warna warni, aku maunya yang polos kaya ikan apa tuh namanya?" tanya Biru dengan pikiran lupa lupa ingat.
"Platinum Arowana" jelas Sam sambil tersenyum.
"Ish, keren banget namanya, aku sampai gak bisa nyebutinnya, Bee" balas Biru sambil terkekeh.
"Jadi gimana? koi aja ya yang di tangkep tapi gak di makan karna itu gak layak konsumsi"
.
.
.
.
.
.
"Aku tetep mau ikan mahal itu, yuk aku anter ke Appa buat minta ikannya"
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ.
Nah loh makin sengke nih bocah π€£π€£π€£
__ADS_1
Lo mah gak tau aja, Bee.. kalo gue tuh taunya sama ****** doang hasil perpaduan tutut dan lele ngesot π€π€π€π€