
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Nih apa?
"Ini bunga matahari" sahut Biru saat ia di temani putranya berada di halaman samping rumah utama.
Ali nanas ya...
"Bukan dong, ini bunga. Gak panas"
Ninin ya...
"Enggak juga, Bum-Bum pegang aja" sahut Biru lagi, ia tersenyum kecil pada Rain yang semakin banyak bertanya.
Cinci ta Buy, na?
"Ada di kandang sama Ireng"
Miong Bum, ya?
"Iya, Miong Bum-Bum"
Dengan sangat sabar Biru terus saja menjawab, Rain memang tak menganggu aktivitasnya hanya saja selalu ingin tahu akan hal apapun itu. Semua ia tanyakan sampai kadang Biru pusing dan kesal sendiri.
"Masuk yuk, udah sore. Kita mandi" ajak Biru yang di iyakan oleh Rain dengan anggukan kepala.
Ibu dan anak laki-lakinya itu masuk kedalam rumah menuju kamar di lantai dua sambil bergandengan tangan.
"Naik lift atau tangga?" tanya Biru.
Tung-tung keh..
Jika Rain ingin berhitung sudah bisa di pastikan ia ingin menaiki tangga. Bocah itu Berjingkrak senang saat kaki kanannya sudah menapaki anak tangga pertama.
"Ayo hitung"
__ADS_1
Apek..
"Loh, kan belum hitung, kok cape?" sahut Biru.
Rain menggeleng kan kepalanya sambil merentang kan kedua tangan.
Didong, buweh???
Biru mengangguk sambil tersenyum, ia angkat tubuh bocah menggemaskan itu untuk di gendong sambil menaiki anak tangga yang melingkar.
"Duh, Mhiu yang cape ini sih"
Miyuh apek? num Susyu keh...
"Kamu itu sih!" jawab Biru sambil terkekeh.
Keduanya pun masuk kedalam kamar, Biru pun langsung membersihkan diri berdua dengan Rain.
Ceklek...
Pria itu tersenyum kecil saat melihat Rain bertepuk tangan di atas bathup yang kosong tanpa air.
"Kok udah pulang?"
"Iya, aku sakit kepala, Bee. Gak enak badan banget" sahut Sam yang masih berdiri di ambang pintu.
"Aku selesai kan ini dulu. Kamu tunggu di tempat tidur ya"
Sam hanya mengangguk paham, ia kembali masuk kedalam kamar, padahal pria itu sangat ingin menggendong putranya.
Piyuh puwang??
"Iya, Phiu sakit. Bum diem diem ya, Mhiu obatin Phiu dulu, Ok"
Keh...
__ADS_1
Selesai membersihkan dan merapihkan diri, kini Biru baralih tugas mengurus suaminya yang sudah berbaring di tengah ranjang, Rain di dudukan di dekat Sam karna Biru akan melepas pakaian sang suami.
Sam yang sudah lemas hanya pasrah saat satu persatu kancing kemejanya di lepas oleh Biru, ia hanya sesekali menoleh kearah Rain yang sama juga menatapnya.
Auh piyuuuuuh..
"Iya, Sayang"
Biru dengan cekatan membuka pakaian kerja Samudera hingga tubuh bagian atas sang suami Polos tanpa apapun
"Aku ambilkan makan, lalu habis itu minum obat ya"
"Iya, tapi jangan terlalu banyak" pesan Sam.
"Kenapa? kan biar gak lemes"
"Gak enak makan, kayanya aku panas dalam" sahut Sam lagi yang di balas dengan anggukan kepala kecil.
Biru keluar dari kamarnya menuju dapur bersih menggunakan lift agar cepat sampai. Ia ambil satu piring dan satu gelas lalu di isi dengan makanan juga air putih hangat.
"Sekarang sering banget sakit, kenapa ya? apa pekerjaannya di kantor begitu melelahkan" gumam Biru sambil melangkah kembali menuju kamarnya
Ceklek..
Pintu kamar di bukanya dengan pelan begitu pun dengan langkah kakinya. Dan, betapa kagetnya Biru saat ia melihat kearah tempat tidur.
.
.
.
Ya ampun... kenapa malah pada tidur sih??
__ADS_1