Samudera Biru

Samudera Biru
Meringkuk tak bersuara.


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


" Jika ada sesuatu yang mengganjal di hatimu, tolong bicarakan padaku. Entah itu secara baik baik atau dengan amarah sekalipun. Aku lebih memilih bertengkar hebat denganmu tapi setelah itu kita berbaikan daripada harus saling diam tak memberi kabar karna itu sangat menyakitkan buatku yang sudah sangat bergantung padamu." pinta Sam dengan sangat sungguh-sungguh seraya memohon lewat sorot matanya.


"Maaf jika cemburuku berlebihan"


Sam tersenyum kecil, ia raih tangan mungil sang istri untuk di kecup berkali-kali, tangan yang selama enam tahun ini mengurusnya dan dua buah hati mereka tanpa banyak mengeluh.


"Aku sangat menikmatinya, kadang marahmu sangat menggemaskan. Saat kamu diam bibirmu seakan menggoda untuk ku gigit, Bee"


"Kamu berkali-kali lipat terlihat seksi" tambah Sam lagi dengan mengerlingkan satu matanya.


"Ya udah, aku mau marah aja deh tiap hari" cetus Biru yang sebenarnya ingin menutupi rasa yang entah bagaimana.


"Gak apa-apa, asal sawah mu gak di segel buat si Tutut tetep bisa berenang dan main main" kekeh Sam.


Obrolan tak jelas terus mereke bicarakan sampai tak terasa waktu sudah hampir jam sebelas malam. Biru yang merasa pa yu DA ranya mulai sedikit sakit langsung meminta pulang.


"Panggilan darurat ya" cibir Sam, ia yang masih berpuasa di bagian atas tubuh istrinya seringkali iri jika melihat sang putra begitu nyaman di peluk oleh Mhiunya.


"Iya, pasti lagi rungsing nih dirumah, kasian Amma loh, Bee" ucap Biru mulai gelisah.


"Ada Minah juga yang jagain" sahut Sam mencoba menenangkan istrinya. Tak hanya Melisa yang menjaga Bum-Bum tapi ada salah satu ART yang sudah cukup di percaya juga untuk ikut membantu menjaga sang pewaris Rahardian. Minah, wanita dewasa seorang single parent yang dulu bekerja di salah satu kos-kosan Air sebagai tukang bersih bersih namun kini di pindah tugaskan ke rumah utama karna pekerjaan yang rapih dan bisa di andalkan.


.

__ADS_1


.


.


Perbincangan tak jelas masih di lakukan oleh pasangan Sam dan Biru untuk mengusir rasa bosan mereka selama perjalanan pulang. Kini perasaan istri Direktur Utama itu jauh lebih tenang dibandingkan tadi selama acara berlangsung di Hotel. Biru akan selalu percaya jika pria di sisinya itu akan selalu merangkul bahunya dan mengatakan pada dunia bahwa....


Inilah pemilik hatiku, hanya dia tempat ku pulang dan bersandar untuk menceritakan banyak hal....


"Bee... kok ngelamun?" suara Sam tentu membuat Biru tersentak kaget.


"Hah? eh.. enggak kok."


"Kalo enggak ngelamun, mana mungkin udah sampe rumah gak sadar" kekeh Sam sambil melepas seatbelt di tubuh sang istri.


Biru yang berjalan sambil bergelayut manja di lengan Sam mulai menapaki satu persatu anak tangga menuju kamar Rain di lantai atas. Entah dimana anak itu, keduanya pun belum bisa menebak.


Cek lek..


Pintu kamar di buka cukup pelan, tapi tak ada siapapun disana membuat Sam menutupnya kembali.


"Di kamar Amma mungkin" ucap Biru.


Ketukan pintu yang lumayan pelan ternyata masih didengar oleh Reza, ia membukanya dan kini tubuh yang masih tinggi itu sudah berdiri di depan cicit kesayangannya.


"Maaf, Appa"

__ADS_1


"Kalian baru pulang? Bum-Bum belum tidur" sahut Reza yang mundur selangkah agar Tutut dan Sawahnya bisa masuk kedalam kamar.


"Amma, Rain belum tidur? " tanya Biru yang berjalan lebih dulu mendekat kearah tempat tidur.


"Belum masih main-main"


Biru yang duduk di tepi ranjang mulai menyentuh punggung putranya yang meringkuk tak bersuara sama sekali.


Sam yang mandekat kesamping istri pun mulai berbisik di telinga kanan Biru.


.


.


.


Bee, itu Bum-Bum tidur atau pundung lagi?



🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Cium nih Appanya, ngadat mulu mah 🤣🤣🤣


Like komennya yuk ramaikan.

__ADS_1


__ADS_2