Samudera Biru

Samudera Biru
kekesalan tutut Gajah.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂


"Enggak ada apa-apa kok. Cuma lagi seru aja ghibahin kamu." jawab Biru dengan mata fokus ke layar ponsel miliknya.


"Kamu ikut ghibahin aku?" tanya Sam.


"Enggak, aku team minyak di pojokan sambil cekikikan aja, lagian juga dosa loh, Bee"


"Lebih dosa lagi, udah tau suami lagi di ghibahin tapi malah seneng kaya gitu!" cetus Sam mulai kesal.


Entah apalagi yang di bahas para wanita Rahardian itu dalam grup chat yang kadang sampai ratusan dan belum di buka sama sekali oleh Biru, ponsel yang tak pernah memakai sandi atau pin tentu memudahkan Sam mengecek semua yang ada di layar benda pipih tersebut.


Mobil yang terus melaju dengan kecepatan tinggi akhirnya masuk kedalam garasi rumah utama.


Sudah terlihat beberapa orang mulai mendekorasi bangunan mewah turun menurun itu. Kediaman yang sudah di isi saat Reza menginjak remaja tepatnya saat Ameera baru saja lahir kedunia.


"Kamu langsung ke kamar aja ya, aku mau ke ruang kerja papAy dulu. Ada hak penting yang ingin ia bicarakan padaku, Bee" titah Sam, ia melihat guratan lelah di wajahn cantik Cinderellanya itu.


"Hem iya deh, tapi jangan lama-lama ya" pesan Biru, Semakin tua usia kandungannta tentu semakin tinggi lagi tingkat kebucinan mereka.


"Iya, nanti aku langsung ke kamar"


Biru hanya bisa menatap Sendu punggung suaminya yang kini menjauh dan perlahan menghilang dari pandangan, ia yang di tinggalkan didepan pintu Lift pun akhirnya masuk kedalam kotak besi tersebut untuk naik ke lantai dua rumah utama dimana kamarnya terletak.


Cek lek


Biru membuka pintu dengan cukup keras, langkahnya lansung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri sejenak, lalu setelahnya ia mulai merangkak naik keatas ranjang..Dan hebatnya lagi dalam hitungan detik ia sudah berpindah alam dari dunia sadar menuju dunia mimpi, terbukti dengan tak sadarnya ia akan kedatangan suaminya.


"Tumben udah mandi, biasanya Langsung tidur." gumam Sam saat melihat Biru sudah berganti pakaian dengan kaos oblong tanpa menggunakan celana lagi.


Sam yang sama lelahnya akhirnya bangkit dari duduk kemudian berdiri dan melangkah menuju kamar mandi, tubuh lelahnya sungguh segera ingin diguyue oleh dinginnya air shower.

__ADS_1


Hingga setengah Jam berlalu, Sam kembali ke sisi ranjang untuk mengambil benda pipih milik Biru yang tergeletak begitu saja di atas nakas.


Sam mulai membaca satu persatu semua pesan yang berada disana, sampai dengusan kasar keluar begit juga menandakan ke jengkelan Sam.


m


*Onty NyangNyang.


[ Bajunya jadi putih lagi? ]


*MiMoy


[ kayanya sih gitu, ada yang mau kasih saran gak? takut bosen putih lagi 🤭 ]


*OntyChaca


[ Bosen sih enggak, cuma kok belom juga DEAD tapi udah pake putih terus 💀 ]


*Amma


*Grand mommy.


[ kakak emotnya rese, marah-marah mulu nanti cepet tua loh 🙏 ]


*Amma.


[ Udah!! 😌🤧 ]


*OntyNyangNyang.


[ Kalau mau ganti, masih ada waktu nih]

__ADS_1


*OntyChaca.


[ Tapi adek suka banget sama motifnya dan modelnya 😪]


*MiMoy.


[ kan cuma ganti warna, bukan ganti baju 🙄]


*OntyChaca.


[ Oh, Ok. Yang penting gak gak warna merah atau merah jambu ya ]


*OntyNyangNyang.


[ Kenapa, dek? ]


*Grand momy.


[ Why, sayang?. ]


*Amma


[ Ada apa sama merah juga pink? ]


*MiMoy


[ Kenapa sih? ]


*OntyChaca.


[ Gak apa-apa, kalau pake pink nanti di kira Belly. aku takut di kejar kejar Tutut Jajah 🤣🤣🤣🤣]

__ADS_1


__ADS_2