
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
"Maaf, aku mau numpang duduk di pelaminan, boleh ya?"
Suara lembut wanita hamil itu membuat tiga pria yang sedang memasang dekorasi tempat esok sang pengantin menjadi raja dan ratu sehari pun cepat menoleh.
"Dimana?" tanya salah satunya, mereka begitu terpesona dengan kecantikan Biru yang bagai bidadari yang turun dari surga. Tubuh yang kini sedikit berisi dengan rambut panjang hitam lurus sepinggang memang membuat siapapun terpana melihatnya. Jadi tak salah jika putra mahkota Rahardian pun tak pernah bisa berpaling darinya.
"Disini, boleh ya" jawab Biru yang nyatanya sambil duduk di pelaminan.
Tingkah aneh si ibu hamil itu tentu mengundang perhatian keluarga Ira maupun kerabat dan tetangga. Entah yang membantu atau hanya sekedar berlalu lalang meramaikan.
"Oh, iya boleh, Mbak" sahut seorang pria gemuk sambil tersenyum.
"Terima kasih"
Sam yang melihat kelakuan konyol tapi menggemaskan istrinya itu semakin berjalan mendekat. Jika Biru menjadi pusat perhatian kaum Adam maka Sam pun sama halnya. Para wanita yang melihatnya tak juga mengedipkan mata kala sang Direktur Utama Rahardian itu datang. Pesonanya tak berkurang meski ada Embun dalam gendongannya, justru ia terlihat semakin dewasa dan berwibawa yang kini berusia hampir di kepala tiga.
"Mhiu napain?" tanya Embun pada Sam.
"Lagi duduk, Mhiu kecapean" jawab Sam dengan mengulum senyum, Siapapun akan melakukan hal yang sama jika melihat kelakuan Biru gadis itu duduk bersandar dengan santai sambil mengusap perutnya yang bencit hamil empat bulan, dunia bagai miliknya seorang diri saat ini.
.
__ADS_1
.
"Tuan?!" pekik suara seorang wanita dari arah belakang punggung Samudera.
Sam yang merasa terpanggil dan tentunya hafal dengan sang pemilik suara akhirnya menoleh dan membalikkan tubuhnya.
"Ya, ampun! ini benar-benar Tuan Samudera?"
Sam hanya bisa tersenyum simpul karna jauh di dalam lubuk hatinya ia begitu malu karna datang sebelum waktunya.
"Maaf, Tuan. Bukankah saya sudah mengajukan cuti menikah selama lima hari" ucap Ira, ia buru buru ke luar dari rumahnya saat semua orang heboh membicarakan jika ada pria tampan di tenda pernikahannya.
"Saya tahu, saya datang kesini karna.... "
"Karna apa, Tuan?" tanya Ira dengan kedua alis saling bertautan.
"Karna istri saya ngidam ingin kesana" bisik Sam pelan sambil menunjuk kearah pelaminan.
Ira pun langsung menoleh kearah yang di tunjuk bos besarnya, ia tercengang saat melihat Biru yang tersenyum lebar padanya.
"Nona muda!" gumamnya lagi.
Ira pun langsung mendekat kearah istri sang Direktur Utama Rahardian untuk menyapa. Keduanya kini duduk di tempat yang seharusnya Ira tempati bersama calon suaminya esok.
__ADS_1
"Hai, Ira" sapa Biru dengan santai sambil melambaikan tangan.
"Selamat sore, Nona muda"
"Maaf, aku duduk disini sebentar, tapi sumpah Demi Tuhan ini bukan inginku" kata Biru dengan memegang tangan sekerataris sang suami.
"Hah? maksud Nona gimana? lalu ini ingin siapa dan memang siapa yang menyuruh Nona duduk disini?" tanya Ira, bingung. Ia yang menang tahu jika Biru hamil tapi tak pernah punya pikiran macam macam.
.
.
.
.
Anaknya yang nyuruh aku duduk di sini, Ra...
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Pulang yuk de' tinggalin Bini lo yang laknat itu 🤭🤭
kita nyeblak yuk. Kangen dapet sogokan dari Air Hujan 🤣 yang nyogok sekarang abang Langit soalnya. 😘
__ADS_1