
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Nyeh Miyuh auh ma Miong didit didit ya.
Embun langsung menoleh kearah Biru yang menganggukan kepalanya tanda jika yang di katakan adiknya itu benar meski hanya sebuah pengalihan saja. Semua terjadi begitu saja dan Sam maupun Biru berharap ini bisa membuahkan hasil.
"Kapan gigitnya?" tanya Embun.
"Semalem, makanya gak mau Nyenyeh lagi, iya kan ganteng"
Iyah
Rain menjawab sambil menganggukan kepalanya, jujur itu membuat Biru sedikit tak tega. Dulu ia pernah melakukan hal yang sama menggunakan lipstik, tapi hasilnya nihil karna Rain tetap menyusu. Berbeda dengan kali ini yang seolah ia menahan keinginan untuk menikmati wadah gizi alaminya tersebut.
Embun menceritakan semua kegiatannya dari awal masuk sekolah hingga pulang tadi selama perjalanan menuju rumah utama, tapi seperti biasa, ada saja yang ingin ia beli usai pulang sekolah dan Biru pasti menurutinya karna Embun lagi dan lagi mendapat kan nilai A+, anggap saja itu hadiah untuk si sulung yang memang terlihat memiliki otak yang cerdas.
Pilihan gadis kecil itu adalah kedai kue basah, padahal biasanya ia hanya ingin cake atau es krim tapi hari ini justru jauh dari perkiraan Biru.
Embun yang turun lebih dulu pun langsung masuk kedalam toko kue yang tak terlalu besar itu, ia ambil satu persatu makan yang ia inginkan kedalam piring yang tersedia.
__ADS_1
"Cukup segini?" tanya Biru.
"Iya"
"Ya udah, sekarang kakak ambil buat yang di rumah juga. Biasakan untuk tidak makan sendiri, paham?"
"Iya, Mhiu"
Embun mengambil piring kosong lagi, ia melakukan hal yang sama seperti tadi yaitu mengisi wadah tersebut dengan berbagai makanan yang ia pilih sendiri untuk orang rumah yang tak hanya keluarganya tapi semua pelayan, petugas kebun, keamanan maupun pak supir meski hanya di beri satu kue setidaknya mereka bisa sama-sama menikmati.
"Sudah, Mhiu. Apa segini cukup?"
Biru membayar semua kue yang di ambil Embun, gadis itu begitu senang dan tak sabar untuk membaginya nanti apalagi pada Rini, sang pengasuh yang pasti sedang menunggunya dirumah.
"Nanti Buy makannya bareng Mba ya, Mhiu"
"Iya, tapi gak boleh ambil punya Mbak ya" pesan Biru. Meski ia di RATU kan oleh keluarganya tapi tak membuat Embun semena-mena. Ia sangat menghargai dan sopan tanpa pernah memerintah jika ia bisa melalukan nya sendiri. Itulah yang selalu keluarga Rahardian terapkan sampai saat ini.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang, tak ada hambatan apapun yang akhirnya membuat mereka cepat sampai di rumah utama.
__ADS_1
"Kamu ajak Bum-Bum ya, biar Mhiu yang bawa kuenya." titah Biru pada si sulung saat turun dari mobil.
Embun dan Rain masuk lebih dulu dan menunggu di ruang tengah, sedangkan Biru menanggil semua pekerja dirumah utama. Ia biarkan anak gadisnya itu memberikan sendiri apa yang ia pilihkan tadi.
"Semuanya sudah kebagian ya, sekarang Bul-Bul masuk kamar untuk ganti pakain, Ok"
"Ok, Mhiu" sahut si cantik. Ia pun langsung di gandeng Rini menuju arah tangga.
Kini tinggal Biru dan Rain yang ada di ruang tengah, bocah tampan itu mulai merengek sambil mengucek matanya sendiri di pangkuan Biru.
.
.
.
*Aci**h auh nda Miyuuuuuh.... Bum auuuuus*!!!
__ADS_1