
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Seminggu berlalu, hari yang di nanti oleh semua keluarga besar akhirnya tiba. Dari sejak kemaren mereka semua sudah menginap di salah satu Hotel paling mewah milik Rahardian.
Cek lek.
Reza membuka pintu kamar milik Sam, Tubuh yang kini tak segagah dahulu mulai mendekat kearah ranjang lalu meringsek naik ke atasnya.
Pria baya itu menarik tubuh Sam agar masuk kedalam pelukannya untuk di dekap dengan hangat.
"Waktu cepat berlalu ya de' rasanya baru kemarin Appa yang menikah tapi hari ini kamu yang akan melaksanakan janji suci itu. Appa harap kamu selalu bahagia. Kamu kesayangannya Appa dan akan selalu seperti itu. Appa gak akan biarin satu orang pun menyakiti kamu. Appa sayang dede banyak banyak" bisik Reza sambil mencium pipi Sam, ia selalu memanjakan Samudera meski kini cucunya itu sudah berumur dua puluh lima tahun.
Sedari bayi, tak ada seharipun yang di sengaja terlewat diantara mereka. Tidur, makan dan mandi bersama sudah keduanya lewati sedari Sam masih bayi.
Begitu banyaknya kenangan sampai kadang membuat Reza tak rela melepas Sam pada siapapun, ia masih ingin Sam bermanja dalam pelukannya, menangis diatas pangkuannya bahkan selalu berteriak memanggil namanya.
"Kamu tumbuh menjadi anak yang baik, Appa bangga padamu, De"
Sam bergeliat, ia mengerjapkan matanya sedikit lalu tersenyum simpul saat melihat Reza yang juga tersenyum kearahnya dengan mata berkaca-kaca.
"Appa nangis, kenapa?" tanyanya bingung karna kesadarannya pun sepertinya belum terkumpul.
"Dede udah besar, udah jadi suami. Appa gak sangka akan liat dede ijab qabul dua kali" jawab Reza sambil terkekeh.
"Dua kali?" Sam balik bertanya dengan alis saling bertautan.
__ADS_1
"Iya, Appa ikut menyaksikan mu saat ijab qabul di rumah sakit lewat video yang di kirimkan oleh salah satu pasukan gajah disana" jawab Reza sambil terkekeh.
"Ish, selalu aja begitu!" cetus Sam yang malah semakin mengeratkan pelukannya.
"Cepet bangun, Biru sedang bersiap. Kamu mandi ya" titahnya pada sangat cucu.
"Nda mahu, Oey! dinin banet" tolak Sam.
Kini keduanya tertawa bersama, hal kecil yang kini menjadi kenangan yang sangat dirindukan, seakan semua tak ingin cepat berlalu begitu saja. Tak ada rasa puas meksi sudah berpuluh tahun bersama.
"Udah sering bikin anak, masih males mandi aja, De"
"Kan semalem gak ngapa ngapain sama Biru jadi gak mau mandi" tolak Sam lagi, dan sang istri lah yang kini menjadi alasan.
"Appa nanti gak sayang dede lagi kalo ada dede bayi"
Reza bukan menjawab justru ia malah tertawa lagi, Rasanya baru kemarin Air juga mengeluhkan hal yang sama padanya.
"Dede gak mau kalah saing ya?" tanya Reza lagi yang di jawab anggukan kepala, bersaing dengan para sepupunya saja sudah membuat ia kesal apa lagi harus bersaing dengan anak sendiri, pikir Sam.
"Appa akan tetep sayang dede banyak banyak tumpah tumpah sampe luber kemana mana" sahut Reza di sela gelak tawanya.
"Bakal dede usahain tiap malam bikin bayi, asal Appa sehat dan yang pasti panjang umur" kata Sam dengan tatapan begitu teduh dan lembut karna baginya Gajah adalah separuh dari Tutut.
"Aamiin, doakan Appa panjang umur" sahut Reza.
__ADS_1
"Iya, karna ada satu hal yang belum Appa lakukan sampai saat ini" kata Sam membuat Reza bingung.
"Apa?"
.
.
.
.
.
.
Cium mak OTHOR
Lo mah Tuuuuuuuuuut...
pake di ingetin segala lagi ke si Gajah.
Dapet cium kaga, di bully iya gue 😝
__ADS_1