
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Papa gak beli ikan lagi?" tanya Air saat berada di toko khusus pakan hewan. Ia yang di minta mengantar Papahnya tentu dengan sangat sabar mengikuti pria baya itu berkeliling kemanapun itu.
"Enggak, cukup beli makannya saja."
"Atau mau beli yang lain, papa kan bisa piara yang selain ikan sama burung" timpal Air lagi, di usia tua papanya ia benar-benar ingin membahagiakan orangtuanya. Air selalu bertanya apa keinganan Reza dan Melisa yang bisa ia penuhi tapi pasangan itu hanya meminta semua anaknya hidup rukun dalam rumah tangga masing-masing.
"Bubuy mahu kelinci, boleh?" pinta Embun dengan mengedipkan kedua matanya, itu adalah salah satu cara ampuh untuk mendapatkan apa yang ia mau.
"Yang kemarin mati kenapa?"
"Tejar tejar miong bi Nunik, pAy" jawabnya sedih jika mengingat kelincinya harus mati karna takut pada kucing milik salah satu ART di rumah utama.
"Ya udah nanti jangan di lepas lagi ya, Bul-Bul kurungin aja"
"Ok"
Usai memilih beberapa keperluan ikan ikan di rumah ketiganya melanjutkan ke penjual hewan karna Embun ingin seeokor kelinci untuk mengganti kelincinya yang mati beberapa hari lalu.
Embun tak hentinya berceloteh di atas pangkuan Appa nya termasuk menceritakan saat ia bermain dengan adiknya yang kini mulai bisa sedikit merespon candaannya.
__ADS_1
Mimik wajah lucu Embun membuat Reza begitu gemas sampai berkali-kali mencium pipinya.
"Habis beli kelinci mau kemana lagi?" tanya Reza pada cicit perempuannya.
"Hem, jalan jalan beli kue keju dan es krim coklat"
"Kita langsung pulang aja, kasian Appa kalau sampe kecapean" tolak Air, ia tak ingin sang papa harus sakit kembali karna terlalu lelah.
"Papa gak capek, main sama kalian tuh mana bikin cape sih" sergah Reza dengan nada protes.
"Ok, kita main hari ini. Papa puasin deh paling nanti kalo pegel pegel minta pijitnya ke mama" ledek Air, ia tahu jika kedia orangtuanya itu masih saja romantis di usia senja mereka. Itulah yang menjadi panutan untuk si kembar.
"Mijitnya sambil ngomel panjang kali lebar" balas Reza sambil terkekeh.
Embun begitu senang saat memilih kelinci karna nyatanya kini ia membeli tiga ekor kelinci sekaligus dan dua ekor kucing. Hanya Embun yang di izinkan memasukkan kucing kerumah utama bahkan Sam pun dulu tak berani saat ia ingin Kucing sang Bunda di bawa pulang.
Apapun semua di berikan pada sang Ratu, semua yang terbaik sudah di persiapkan untuk bekal masa depan Embun termasuk jodoh. Tak ada sekalipun keluarga Rahardian ikut Campur dalam hal itu tapi entah jika ini menyangkut sang Ratu. Pria seperti apa yang akan menjadi suaminya?
#LierAkohAh....
.
__ADS_1
.
.
"Jangan lari lari, Bul" teriak Air saat sang cucu berjalan didepan ia dan Reza yang melangkah santai.
"Nda lari lari cuma cepet cepet aja, Pay" Sahut Embun tanpa menoleh. Ia begitu senang jika di ajak jalan-jalan di taman. Karna jika para pawang yang mengajaknya tak pernah jauh dari belanja dan Mall.
"Balik lagi sini, nanti ketabrak yang jalan loh"
"Main main, Pay"
"Udah biarin, kita liatin aja dari sini" timpal Reza, ia tak suka Air begitu banyak melarang cicitnya.
.
.
.
Pay.. Bubuy mau telinci ini aja, boleh?
__ADS_1