
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Permintaan dadakan Biru yang di luar dugaan dan kebiasaannya. Entah serius atau tidak nyatanya ibu hamil itu tak lagi meminta apalagi merengek meski Cahaya sudah berkali-kali memprovokasinya.
"Aku takut ilang kalo jauh jauh" jawab Biru yang langsung membuat Si bungsu Rahardian itu menepuk keningnya sendiri.
"Mustahil banget kalo kita ilang, Mak othor aja gak berani lakuin itu!" kekeh Cahaya, tentu ia akan menyelam sambil minum air karna sudah bisa di bayangkan pastinya tiga pria paling berpengaruh itu akan melempar tiga Card unlimitednya untuk Biru.
Dan Cahaya tentu akan ada di garis paling depan untuk menemani istri musuh bubuyutannnya itu.
"Jangan buang buang kesempatan emas, Please!" mohon Cahaya lagi.
Biru yang memang asal bicara kini nampak bingung karna memang sangat takut. Ke luar negri pun tak mungkin satu atau dua hari dan itu pasti sudah sangat menggangu pekerjaan suaminya nanti.
Cukup rasanya lima bulan ini ia menyusahkan Sama dari pagi hingga pagi, tak ingin berlaku sesukanya akhirnya Biru menggelengkan kepala.
"Kita ke pasar aja yuk"
Jeddeeeer....
Bayangan menata eifel yang menjadi pusat mode dunia ambyar seketika saat Biru ternyata memutar haluan yang tak kira kira, Cahaya bagai terhempas ke dasar lautan dari ujung langit.
"Kalo kepasar kamu sama si Tutut aja deh" jawab Cahaya lemas lunglai dan lesu.
******
Belum adanya persiapan sama sekali di usia kandungan tujuh bulan membuat Sam terus mendesak istrinya untuk berbelanja. Tak harus keluar rumah jika malas tapi setidaknya ada yang di pesan untuk persiapan menyambut anak kedua mereka yang akan lahir kurang lebih dua bulan lagi itupun jika kembali normal meski dokter kembali menawarkan oprasi Caesar.
__ADS_1
"Tinggal buka ponsel, terus klik mana yang kamu mau. Barang langsung dateng loh, Bee" ucap Sam.
"Hem, nanti"
Sam membuang napas kasar, semakin besar perutnya semakin besar juga rasa malas sang istri meski sudah disarankan jalan paling mudah.
"Apa mau keluar, kita jalan jalan sekalian sama Embun?" tawar Sam lagi.
"Keluar, sekarang?" tanya Biru memastikan yang dijawab anggukan kepala oleh suami yang ketampanannya hampir mendekati sempurna.
"Iya, mumpung belum malem banget"
Biru mengangguk setuju, karna bukan perlengkapan bayi yang ada dalam otaknya tapi tentu yang lainnya yang kini sedang ia inginkan.
Sam yang sudah siap tinggal menunggu Istrinya mengucir rambut Embun seperti biasa, entah kenapa gadis cantik itu selalu saja ingin kuncir yang sama setiap hari. Rambutnya akan di lepas dari ikatan saat menjelang tidur saja..
"Halum nda?" tanyanya dengan posisi saling berdiri berhadapan.
"Pasti dong, harum bunga"
Kini ketiganya langsung keluar dari rumah utama menuju Mall terbesar dan paling komplit di ibu kota.
Tak membutuhkan waktu lama akhirnya mobil tiba di parkiran, kini semuanya tak pernah terasa lambat karna selalu ada ocehan Embun yang menemani perjalanan mereka.
Keluarga kecil nan bahagia itupun masuk dan bersisp berbelanja termasuk Embun yang sudah berjingkrak senang. Ia yang sudah terbiasa datang seakan semua bagai di luar kepalanya.
"Bee, aku ke swalayan, boleh? " pinta Biru.
__ADS_1
"Kok kesana sih, kita kan mau beli perlengkapan baby" tanya Sam bingung sebab kini tujuan awal nyatanya sudah sedikit melenceng dari kesepakatan awal.
"Nanti aja, kita ke swalayan dulu ya" ajaknya lagi.
Sam yang pasrah hanya bisa mengekor di belakang sang istri dan putri kecilnya yang sedari tadi berjalan di antara rak rak barang tapi tak satupun yang di ambil.
.
.
.
Mhiu apa cih, emprot emprot minak mangi telus?
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Biarin Bul.. Bumil takut bau ketek mungkin 🤣 atau takut kaya mak othor yang bau bawang 😩
Nyeri hate nu paling nyelekit adalah di paido.
So' belajarlah untuk menghargai apa yang sedang saya usahakan untuk kalian semua.
Mari saling memahami posisi kita masing-masing
Tak ada asap kalau tak ada api.
__ADS_1
Berbaik kata lah saat berkomentar karna pasti balasan author pun baik pada kalian.