
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Bubuy, cantik?" tanya Embun senang sambil bangun dan berlari kecil kearah cermin.
"Cantik, cantik pake banget" sahut Biru.
"Appa sama PapAy belum pulang ya?"
Sam dan Biru pun kompak menggelengkan kepala pertanda belum ada siapapun di rumah utama. Bukan mereka yang akan pulang, mungkin Sam serta anak istrinya lah nanti yang akan menyusul ke kediaman Biantara, tempat si musuh bebuyutan Tutut berada.
"Kalau cantik sama Phiu nda dapet kartu ajaib" ucap Embuh sedih dengan memanyunkan bibir.
Saat itu juga Sam tertawa terbahak bahak, ia memang tak pernah memberi card unlimited pada putrinya tak seperti Appa yang langsung menyerahkan benda itu saat Bul-Bul terlihat menarik.
"Tapi kan Phiu udah beliin banyak oleh oleh"
"Mana?" tanyanya dengan mata bulat yang membuat siapapun akan jatuh cinta melihatnya.
Belum sempat Sam menjawab, nyatanya ada suara ketukan pintu dikamar mereka. Biru yang sedang memangku putranya pun langsung menyerahkan Sam pada sang suami.
"Biar aku yang buka, kamu tunggu disini ya" ucapnya sebelum bangun da berjalan menuju benda berwarna putih.
CEKLEK
__ADS_1
"Nona, barangnya sudah ada di di ruang tengah semua" ucap satu pelayan yang kini berdiri tepat di depan biru yang sudah membuka pintu.
" Ya, biar nanti saya yang bereskan"
Setelah si pelayan kembali ke lantai bawah, biru pun mendekat kearah putrinya yang masih berdiri di depan cermin, ia mengulurkan tangannya untuk meraih tangan mungil si sulung.
"kita beresin oleh oleh yang tadi Phiu bawa yuk, kita lihat tadi Phiu bawa apa aja" ajak Biru.
"Yuk, banyak banyak lagi buat Bubuy, kan?"
"iya, makanya kita liat, ya sayang" sahu Biru lagi.
Kini langkah nona muda Rahardian itu beralih pada suaminya yang sedang menciumi si bungsu sampai cekikikan karna rasa geli yang luar biasa di bagian leher, Sam begitu suka aroma khas bayi yang masih terasa di tubuh mungil putranya.
"Kamu istirahat ya sayang, aku beresin barang barang dulu di ruang tengah" titah Biru pada Sam yang terlihat begitu lelah.
"Gak usah, kamu ganti baju lalu tidur aja. Matamu terlihat lelah dan butuh istirahat. Biar aku sama Embun yang beresin nanti. Aku akan minta mba juga buat bantuin" tolak Biru.
"Rain biar sama aku aja, yang ada beresinnya gak kelar kelar" kata Sam yang tanpa sadar Rain sudah menoleh padanya
PLAAAK
"Aw.." pekik Sam saat wajahnya kena pukulan pelan dari anaknya sendiri yang sedang melayangkan protes, mana bisa Rain di pisahkan dari ibunya
__ADS_1
MIYUH BUUUUM
"Iya... iya! Miyuh Bum, ambil sana tapi nyenyehnya gak boleh di gigit ya" pesan Sam yang d balas anggukan kepala oleh Rain tapi sam dan sang istri justru tertawa.
Biru keluar bersama kedua anaknya menuju ruang tengah dimana oleh oleh yang dibawa Sam berada, biru langsung membuang napas kasar saat melihat betapa banyaknya barang dsana.
"Dia borong apa aja sih" gumamnya masih menuntun tangan embun sedangkan Rain ia gendong, terlalu lama jika meminta anak itu berjalan belum lagi Rain sering melangkah tanpa tujuan alias kemana saja sesukanya.
"Banyak banget, buat Bubuy mana?" tanyanya dengan binar mata cerah.
"Ini udah ada tulisannya masing masing, Bul-Bul buka yang ada tulisan nama kamu aja ya, yang ada tulisan Amma, Moy, papAy dan Appa gak boleh di buka karna itu bukan milik kamu, ok" titah Biru, Embun yang sudah tau tulisan namanya sendiri tentu langsung paham, ia hanya memisahkan miliknya saja.
"Ini buat Bum-Bum besar banget tapi kok ringan isinya, Kira-kira apa ya" tanya Biru sendiri, ia di buat penasaran dengan apa yang di beli suaminya untuk sang putra pewaris Rahardian group itu.
" Waaaah.... boneka Stitch, ada bajunya juga, pakai Moy. Bubuy mahu liat Bubum" pinta Embun sambil bersorak semakin senang saat melihat hadiah untuk adiknya.
Biru hanya tersenyum kecil, ia mendekat kearah Rain yag sedang mengacak acak bekas bungkusan oleh oleh yang sudah di buka kakaknya. Tangan cekatan Biru langsung memakainkan apa yang sudah di beli Sam untuk Rain.
.
.
.
__ADS_1
Huft... kenapa kalian seneng banget beli boneka sih????