Samudera Biru

Samudera Biru
Pertemuan.


__ADS_3

🍁🍁🍁🍁🍁


Lewat tengah malam semua pakerjaan kantor Samudera selesai, kini saatnya ia memanjakan dirinya sebuah tidur nyenyak setelah merenggang kan otot di sofa ruang tamu.


Langkah kaki yang hendak masuk ke kamarnya justru terhenti di depan pintu kamar Biru.


"Masuk gak ya?" gumamnya ragu, dua kali tidur bersama satu ranjang dengan sang istri nyatanya membuat Samudera candu ingin dan ingin lagi merasakannya meski tak ada sentuhan fisik lebih sama sekali.


Cek lek


"Gak di kunci"


Sam masuk dengan derap langkah pelan menuju tempat tidur yang berada di tengah kamar, ia terkekeh kecil saat melihat istrinya tidur dengan bantal dan selimut yang berantakan.


"Untung cakep, tidur begini juga tetep cakep, Oey" kekeh Sam sambil meringsek naik.


Samudera memindahkan tubuh mungil Biru agar tidur dengan posisi yang benar dengan bantal diatas kepala.


Kini mereka sudah nyaman bersembunyi di bawah selimut yang tebal, Sam memeluk Biru dengan lumayan cukup erat.


"Tidur begini setiap hari enak ya, pantes dede pas kecil suka di usir PapAy!" cetus nya kesal jika ingat Air dan dirinya sering berebut tempat ingin dekat dengan Hujan.


Ia yang memang merasa sudah sangat mengantuk akhirnya tak kuasa lagi menahan matanya agar tak terpejam, tak sampai sepuluh menit Samudera pun masuk ke alam mimpi dengan perasaan nyaman.


.

__ADS_1


.


.


.


"Pagi, Bee" sapa Sam saat masuk ke dapur, di lihatnya Biru sedang menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.


"Pagi juga" sahutnya tanpa menoleh.


Samudera duduk dimeja makan sembari memainkan ponselnya, mengecek email yang di kirim Jero dan membalas beberapa pesan dari Alyssa.


Satu piring nasi goreng sudah tersaji di hadapan Sam, ia tersenyum seraya mengucapkan terimakasih. Hidangan yang sungguh sangat mengunggah selera meski menunya sangat sederhana.


"Enak, Bee." puji Sam jujur, ia begitu sangat menikamati makanan yang kini hampir seluruhnya telah berpindah ke dalam perut.


Usai sarapan pagi, Samudera berpamitan pergi ke kantor tak ada yang ia janjikan untuk hari ini karna belum tentu akan pulang jam berapa dan kapan.


"Hati hati di jalan ya" pesan Biri saat sampai di depan pintu.


"Kamu juga hati-hati disini ya, cepat kabari aku jika ada atau ingin sesuatu"


Biru hanya menganggukkan kepala tanda paham, kedua pipinya begitu merah merona menahan malu karna sikap Sam yang semakin manis padanya.


Samudera berjalan santai menuju lift yang akan mengantarnya ke lobby apartemen, ada sesuatu yang berbeda, rasa yang tak bisa ia ungkapkan sama sekali. Hidup dalam keluarga harmonis ia tentu sudah terbiasa melihat para orang tua berlaku manis pada pada pasangannya termasuk Appa dan Ammanya atau juga papAy dan miMoynya, rona bahagia selalu di lihat Sam saat dua pria itu berpamitan untuk pergi bekerja atau jika sedang ada urusan. Yang dulu ia hanya sekedar melihat tapi siapa sangka hari ini ia merasakannya juga.

__ADS_1


******


Sam yang sudah sampai di kantor langsung berkutat dengan laptop dan semua berkas yang menunggu untuk ia tanda tangani, semuanya sudah sangat menumpuk akibat beberapa hari tak masuk kantor.


Selesai dengan urusan pekerjaan kini saatnya ia makan siang di luar, Sam yang sudah mengirim pesan pada kekasihnya untuk bertemu di salah satu Restauran mewah langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi, ada begitu banyak yang ingin ia katakan pada gadis yang selama tujuh tahun ini sudah bertahan dengannya.


"Sayang" sapa Alyssa saat baru saja datang.


"Lama ya nunggu?" sambungnya lagi setelah mencium pipi kanan kekasihnya itu.


"Enggak kok, aku juga baru sampe, Al"


Keduanya duduk secara berhadapan, Alyssa begitu banyak menceritakan apapun yang terjadi selama mereka tak bertemu termasuk keluhan rindu karna di abaikan oleh Sam, Sam terus menyelami perasaannya, ia nikmati kebersamaan mereka berdua tapi anehnya rasa itu sudah berbeda.


Alyssa memang type wanita yang terbuka, suka tak suka ia akan mengatakannya langsung. Bersama Alyssa, Samudera memang tak pernah merasa sepi karna akan begitu banyak yang akan mereka bincangkan, itulah alasan kenapa dulu Sam jatuh cinta pada sosok Alyssa.


"Apa yang ingin kamu katakan? ayo cepat, aku tak sabar" pintanya setelah menghabiskan makan siang.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Kita PUTUS...


__ADS_2