Samudera Biru

Samudera Biru
Lagi, Titisan ikan!


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Baby Rain." ucap Reza saat cicit keduanya kini dalam pelukan. Ia ciumi pipi bulat sang bayi yang kini sudah berumur satu minggu.


Bayi yang sedikit rewel itu memang hanya diam saat Reza yang mendekap nya. Ia tahu jika pria itu adalah orang yang akan memberinya kekuasaan di masa depan.


"Gak demam kan?" tanya Melisa yang datang menghampiri, mereka membawa Rain ke ke kamar karna Biru sedang di periksa oleh Dokter di temani Hujan.


"Enggak, cuma dasarnya aja kecapean nangis ya sampe merah begini mukanya. Gak boleh cengeng ya ganteng"


Melisa tersenyum tipis, betapa bahagianya mereka masih bisa merasakan kehadiran penerua Rahardian lagi di usia yang benar benar tua 🥺


Cek lek.


Embun datang dengan bonekanya di tangan, ia berlari kecil menghampiri Appa dan Appanya.


"Bayinya bobo nda?" tanya Bul-Bul.


"Enggak sayang, kakak mau main?" tawar Melisa, gadis kecil itu seperti nya belum paham terlihat dari sikapnya yang cuek hanya sekedar mencium saja.


"Nda, belom bisya omong. Bubuy mahu nyanyi sama bayi" tolak nya sambil menggelengkan kepala.

__ADS_1


"Ya udah, kakak. dulu yang nyanyi sendiri ya nyanyinya adeknya, ok"


"Nda, Bubuy mahu nyanyi berdua sama bayi"


Embun yang kini berusia empat tahun mulai akan bersekolah pekan depan maka itu ia sedang senang senangnya bernyanyi dan mewarnai gambar, beruntung lah banyak yang menemaninya. Semua orang tak fokus pada Baby Rain karna tak ingin Embun merasa memiliki saingan atau pun kesepian. Semua di perlakukan secara sama dan adil.


.


.


Biru yang masih makan di kamar masih di temani oleh Sam yang juga ikut bersamanya. Keduanya menikmati makanan yang sama meski Biru sudah mengatakan jika Sam tak perlu makan apa yang ia makan.


"Gak apa-apa, ini juga enak, Bee"


Hal yang mungkin bagi sebagian orang remeh tapi nyatanya membuat Biru semakin merasa di perlakukan istimewa. Perasaan ibu habis melahirkan jauh lebih sensitif dibanding ibu hamil dan peran pasangan tentu sangat di butuhkan.


Sam akan melakukan yang terbaik untuk Biru yang baru saja kembali berjuang melahirkan keturunannya.


Bukan harta yang wanita itu perlukan, tapi dekapan hangat, peluk dan cium saat rasa lelah usai menyu sui. Sam tak akan membiarkan istrinya lelah dan stress sendiri menjalani perannya sebagai ibu. Ia ingin melalui semua itu berdua mengingat proses hadirnya sang buah hati pun mereka lakukan bersama.


Tok.. tok.. tok

__ADS_1


Ketukan pintu kamar membuat Sam akhirnya bangun dan membukanya, ada Embun dan Reza yang datang sambil menggendong Baby Rain meski tak kuat lama tapi Embun yang memaksa pria baya itu datang ke kamar Mhiu dan Phiunya.


"Sini biar sama dede" ucap Sam saat ingin mengambil alih putranya.


"Gak usah, kamu selesaikan saja makannya. Biar Appa yang baringkan di kasur.


Reza meletakan Baby Rain di tengah ranjang dengan Embun yang sudah ada sisinya.


"Phiu mahu liat nda, Bubuy sama Appa abis ajalin bayi apa?" celoteh Si kakak cantik membuat kedua orang tuanya kompak menggelengkan kepala.


.


.


.


Bayi, mulut ikannya mana?



🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

__ADS_1


Appa gemesin banget deh ajaran sesat nya 🤣🤣


__ADS_2