Samudera Biru

Samudera Biru
Ratu sehari


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Aku pengen duduk di pelaminan" pintanya yang kembali memeluk Sam dengan manja.


"Ngapain?" tanya Sam berharap ia salah dengar.


"Duduk di pelaminan, jadi pengantin lagi, Yuk"


Samudera diam sejenak lalu menggelengkan kepala nya, bagaimana mungkin wanita hamil itu malah ingin menjadi ratu sehari lagi setelah resepsi mewahnya beberapa tahun lalu.


"Emang gak puas nikah dua kali sama aku?"


"Pokoknya harus, ayo mumpung masih siang, Bee"


Biru yang dengan heboh menarik tangan sang suami tentu membuat Embun kebingungan. Bocah cantik itu melihat serius Mhiunya yang bertingkah konyol pada si Phiu.


"Mahu mana?" tanya Embun.


"Mau jadi pengantin, Bul-Bul juga mau ya"


Embun yang tak paham hanya mengangguk saja, dengan boneka kucing di tangannya ia pun ikut menarik ujung jas Phiunya.

__ADS_1


"Kalian ini kenapa sih?!"


Sekesal apapun Samudera, tak akan pernah berguna karna ujung ujungnya ia pasti akan menuruti semua keinginan aneh istrinya itu.


Ketiganya keluar dari gedung kantor Rahardian group padahal pekerjaan Sam masih sangat menumpuk. Mobil melesat ke sebuah alamat yang di berikan Jero lewat pesan singkat karna tentunya Sam tak pernah tahu dimana tepatnya Ira tinggal meski gadis itu sudah bekerja hampir dua tahun lamanya.


Embun yang tertidur di kursi belakang, berkali-kali di lirik oleh Sam maupun Biru meski nyatanya Ia begitu terlelap tak terganggu dengan obrolan Mhiu Phiunya atau goyangan mobil saat melewati lubang atau polisi tidur.


"Masih jauh, Bee?" tanya Biru yang dirasa mereka tak kunjung sampai.


"Di depan belok kiri kayanya" sahut Sam dengan sorot mata tetap fokus pada jalan di depannya.


"Kalo ada minimarket berhenti sebentar ya, aku haus" pintanya yang serasa tenggorokannya begitu kering.


Kendaraan mewah milik Sam pun akhirnya kini terparkir di minimarket berwarna merah dan Kuning. Entah apa yang ingin di beli Biru karna ia langsung turun tanpa berkata apapun lagi pada sang suami.


Dua puluh menit menunggu, Biru datang dengan plastik berwarna putih di tangannya. Ia masuk dan memberikan satu minuman soda pada Samudera.


"Makasih sayang" ucap Sam, kadang memang Biru tak perlu lagi bertanya padanya karna sudah tahu apa yang di inginkan oleh sang suami.


"Sama-sama, Bee. Aku beli susu cokelat juga buat Embun kalo dia bangun nanti"

__ADS_1


Setelah menegak setengah minumannya Sam pun kembali melanjutkan perjalanan yang sebentar lagi sampai. Dan benar saja, tak sampai lima belas menit mobil berhenti di dekat rumah Ira yang nampak begitu ramai orang-orang yang sedang sibuk mempersiapkan acara pernikahan Ira yang digelar esok hari.


"Ini rumahnya? kok belum mulai" tanya Biru.


"Ijab kabulnya besok pagi" jawab Sam yang di balas anggukan kepala tanda paham oleh Biru.


Keduanya berjalan beriringan dengan Embun berada dalam gendongan Phiunya. Biru mengembangkan senyumnya saat melihat dekorasi pernikahan Ira sang Sekertaris yang begitu cantik karna perpaduan warna Gold dan Merah maroon.


Melihat Biru begitu senang, Sam pun pasti merasakan hal yang sama. Ia tak perduli dengan sorot mata orang-orang yang menatap mereka dengan tatapan berbeda beda tentunya.


"Bagus ya, Bee" ucap Biru yang malah berjalan meninggal kan suami dan anaknya yang masih berdiri di area pintu masuk tenda pernikahan.


.


.


.


Maaf, aku mau numpang duduk di pelaminan, boleh ya?


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


Boleh... buat Mhiu apa sih yang enggak 😝😝😝


Like komennya yuk ramaikan


__ADS_2