
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Cek lek
Embun membuka pintu kamar sang Tuan besar Rahardian, mata bulatnya kini langsung mengedarkan ke segala sisi ruangan yang nampak sepi.
"Nda ada sapa sapa ya" gumam Embun dengan bingung.
Satu langakah, dua langkah ia terus masuk kedalam ruangan yang sangat luas, tak ada siapapun di sana membuat si gadis cantik berkuncir dua itu membalikan lagi badannya hendak keluar.
Doooor...
Reza yang ternyata bersembunyi di balik gorden pun mengagetkan cicitnya sampai Embun terperanjat dan mengusap dadanya.
"Bubuy kaget!" serunya dengan kedua bola mata bulat sempurna semakin mempercantik wajahnya.
Reza yang terkekeh gemas pun akhirnya berjongkok di hadapan sang Ratu Rahardian untuk mensejajarkan diri mereka.
"Ada apa?" tanya Pria yang sering di sebut Appa dede oleh Embun.
"Mahu tanya, boleh?" ucapnya malu malu sambil sedikit menggoyangkan tubuhnya.
"Boleh, Bul-Bul mau tanya apa? biar Appa jawab"
"Tapi janji harus jujur ya, Kata Phiu nda boleh bohong. Dosa!" tuturnya semakin menggemaskan
Reza pun terkekeh kembali, ia lalu menuntun sang cicit menuju sofa. Keduanya kini sudah duduk berdampingan dan saling berhadapan.
"Ayo katakan, Bul-Bul mau tanya apa?" Reza mengulang pertanyaannya.
"Hem.... Bubuy cantik nda?" tanya si gadis cilik putri dari pewaris Rahardian Group.
"Cantik dong, kenapa? memang ada yang bilang Bul-Bul gak cantik" Reza bertanya seolah tak paham padahal ia tahu pasti maksud dan tujuan si bocah bermata bulat itu.
"Hihi, kalau udah cantik, harus jalan-jalan, nda boleh dirumah aja" serunya semakin merapatkan duduk.
"Siapa yang bilang?" tanya Reza terus menggoda.
"Kata Onty besar"
"Masa sih?" Kekeh Reza semakin tak kuat dengan celoteh cicitnya.
"Iya, nanti cantiknya Mubazir"
__ADS_1
*******
Kali ini Embun pergi berbelanja ria tak di temani oleh Cahaya atau Ameera dua keong racun si perampok ulung yang selalu menyelam sambil minum air saat Embun mendapatkan kartu ajaib dari Reza.
Hujan, ya... wanita baya itu yang kini menggandeng tangan mungil sang cucu untuk berjalan-jalan dan juga bermain di wahana permainan anak-anak.
Embun yang sudah di dandani sedemikian rupa tentu menjadi pusat perhatian orang-orang terutama ibu ibu yang gemas dengan mata bulat dan pipi gembil mulusnya.
"Moy, mandi bola boleh?" pintanya pada Hujan.
"Boleh sayang"
Embun pun langsung berlari lalu menjeburkan dirinya di ribuan bola plastik warna warni.
Hampir satu jam, sang Ratu bermain sesuka hatinya, Hujan yang memperhatikan dari dekatnya pun mengisi rasa jenuh sembari memainkan ponsel.
Wanita yang masih cantik itu sesekali melempar senyum dan melambaikan tangan saat Embun memanggilnya tapi setelah itu ia fokus kembali pada layar ponselnya lagi.
@PawangRahardian.
.
.
*AdekChaca
*OntyAmeera.
[ Sama 😏 ]
*Khayangan
[ Tumben adek gak ikut, kenapa? ]
*AdekChaca
[ Mules 🤢 aku sakit perut terus! ]
*Hujan
[ Huft, kakak bingung. Mau borong apa lagi ya? padahal udah banyak banget nih yang udah di beli ]
__ADS_1
*AdekChaca
[ Pameeeerrrrrr!!! 🙄🙄 ]
*Hujan
[ 😆😆😆😆😆🤣🤣🤣🤣 ]
*Kahyangan.
[ Aku beliin ya, jangan lupa ]
*Hujan
[ Kamu mau beli apa, Yang? ]
*Kahyangan.
[ Apa aja, hijab baru juga boleh 🤭 ]
*AdekChaca.
[ Adek juga mau, belin cake rasa coklat sama green tea ya, kak Hujan tau kan tempatnya kalau lupa tanya Bul-Bul aja, Ok ]
* Hujan.
[ Ok, Onty Meera gak sekalian? ]
*OntyMeera
[ Gak, Onty mau minta mentahnya aja nanti ditransfer 🤣🤣😋 ]
*AdekChaca.
[ Aseeeeeekkk 😝😝😝 ]
*Hujan
[ Udah nih, gak ada lagi yang mau pesen? kartu ajaibnya belom lecet lecet banget loh ini 😂 ]
* Mama.
[ Ehem....!!!! ]
__ADS_1
*Hujan.
[ Ups... pawangnya nongol 😳 ]