
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Ngomong apa dia, Bee?" tanya Sam pada istrinya saat ia tak paham dengan apa yang di katakan putranya barusan sambil berlari jauh.
"Kabur, ada yang loncat loncat kayanya" jawab Biru meski ragu, pasalnya Rain sering membolak balikan kalimat yang ia ucapkan persis papAynya dan lagi lagi hanya sang Gajah lah yang paham.
"Apa yang loncat?"
"Entah, tapi.... "
Tak menunggu lama, ketiganya pun berlari meninggalkan area pemakaman dengan Sam menggendong Embun menuju mobil mereka ya h terparkir.
Braaakk...
Semua pintu mobil kini sudah tertutup, kendaraan mewah itupun melaju cepat kearah ruang ibu dan bapak.
Bi, pulang ya, kak. Lain kali Bi datang jengkuk kakak lagi lebih lama.
Rain yang meny Usu tentu langsung berhenti mengoceh, Sam dan Biru pun tak berani bertanya apa apa pada bocah itu biarkan mereka mendengarnya nanti saat Reza bertanya di rumah utama
.
.
Setelah berpamitan pada Ibu dan Bapak, mereka pun melanjutkan perjalanan menuju ibu kota, edisi pulang kampung dua hari satu malampun selesai karna di malam kedua mereka akan melewatinya di jalan.
Anak anak yang tertidur membuat suasana mendadak sepi, hanya ada Sam dan Biru yang mengobrol ringan untuk mengusir jenuh dan kantuk selama perjalanan pulang.
__ADS_1
"Besok langsung ke kantor?" tanya Biru yang bersandar di kursi sambil mendekap Rain yang baru saja melepas sesapannya.
"Iya, tapi aku berangkat siang, mungkin jam sebelas" sahut Sam dengan mata tetap fokus pada jalan di depannya karna malam sudah hampir larut.
Tak perlu menekan klakson, karnya nyatanya pagar besi tinggi langsung terbuka lebar dengan Sam hanya menekan tombol kecil.
"Kamu masuk duluan, buat Embun aku yang gendong" titah Sam pada istrinya.
Ada beberapa pelayan sudah menunggu di depan pintu utama untuk membawa semua barang mereka, Ibu dan Bapak memang seringkali memberi banyak buah tangan untuk sang besan, memang bukan makan atau kue mahal tapi soal rasa tentu tak bisa di ragukan.
Biru membaringkan putranya di ranjang, begitu pun dengan Sam yang meletakan tubuh mungil sang ratu Rahardian.
"Kita tidur dimana?" tanya Sam pelan.
"Kita? aku tidur di sini, kamu tidur di sofa sana" jawab Biru sambil mencibir.
"Kebiasaan, yuk kamar mandi"
"Tututku mau bajak sawah, oey"
Biru tak menolak karna selama di kampung memang sang suami tak meminta haknya. Keduanya membersihkan diri sambil melakukan hal yang menyenangkan.
.
.
#Pagi Hari.
__ADS_1
Kini sudah ada dua pasangan baya menunggu di ruang makan. Mareka tentu sangat merindukan Bul-Bul dan Bum-Bum. Dua hari pergi rasanya waktu begitu lambat berjalan meski sering melakukan video call tetap saja tak bisa meluapkan kerinduan.
Rain yang baru keluar dari kotak besi bersama kakak, Mhiu dan Phiunya langsung di tangkap oleh Reza, jadilah bocah menggemaskan itu kini sudah duduk manis di atas pangkuan sang Gajah.
"Senang ya, abis ketemu kakek sama nenek?" tanya Reza.
Iyyaa.. ate nene.
"Main sama bebek, ada berapa bebeknya?"
Uwa uwa banak.. uwek uwek tejak Bum.
Semua langsung tertawa mendengar bocah laki-laki itu mengoceh saat menjawab pertanyaan sang Tuan besar Rahardian.
"Bum-Bum di kejar bebek?"
Iyaaah...
"Terus dikejar apalagi?"
Tejal nang ucat ucat..
"Nah, ini nih. Apa yang loncat loncat, coba?" timpal Sam saat rasa penasarannya sudah meronta ronta.
.
.
__ADS_1
Dok.. dok.. ucat tuing... tuing.