
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Samudera yang baru masuk kedalam mobil mewahnya langsung merogoh kantong jas saat di rasa ponsel yang tersimpan disana bergetar, senyum tersungging di ujung bibirnya saat tahu siapa yang meneleponnya.
"Hallo, sayang" sapa Sam untuk istrinya.
"Bee, sibuk gak?" tanya Biru langsung.
"Enggak, sayang. Kenapa?" Sam balik bertanya.
"Aku mau beliin kak Khansa baju, boleh?" Sam langsung menautkah kedua alisnya lalu tertawa kecil.
"Iya, bayar pake card yang aku kasih ya. Jangan terlalu lelah, ingat itu" jawab Sam dengan santai.
"Baiklah, makasih ya"
Usai mendapat telepon dari istrinya, Sam yang menyandarkan tubuh di kursi mobil bagian belakang hanya bisa memijit pelipisnya yang sedikit berdenyut, hari ini ia tak begitu fokus bekerja karna memikirkan Biru yang tinggal berdua dengan Khansa di apartemen terlebih mereka saat ini malah pergi ke Mall.
"Wanita itu tak menyakiti istriku, kan?" tanya Sam pada Jero.
__ADS_1
"Tidak, Tuan. Mereka hanya berbelanja pakaian saja" jawab sang asisten memberi info yang ia dapat kan juga dari orang-orang suruhan Sam untuk mengikuti Biru dan Khansa.
"Awasi terus, jangan sampai lengah apa lagi istriku terluka sedikit pun" tegas Sam lagi.
Ia yang sudah mendapat kan kebenaran dari Khansa tentu tak tinggal diam, tadi pagi saja Sam sudah melempar satu map kehadapan seorang pria yang bertugas mencari tahu tentang Khansa selama ini.
"Wanita itu selalu berbuat seenaknya pada Biru sejak dulu, merampas miliknya dan menganggap istriku seperti babu" gumam Sam sambil mendesah kesal.
"Tapi saya rasa, dia tak memiliki niat jahat untuk merusak rumah tangga Tuan dan Nona muda" sahut Jero menimpali lewat sudut pandangnya sendiri.
"Ya, dia acuh padaku. Tak ada gelagat dia ingin merayu ku selama tinggal bersama" ucap Sam yang memang tak merasa risih dengan sikap Khansa.
"Tujuannya hanya ingin memanfaatkan Nona muda saja, Tuan. Ia ingin menguras harta Nona lewat kepolosannya"
"Lalu apa yang harus kami lakukan?" tanya Jero siap menerima perintah.
"Biarkan saja, selagi cuma harta yang ia kejar. Khansa hanya ingin bersenang senang disini. Selagi ia tak menyentuh Biru atau diriku, semua kurasa aman. Aku tak ingin berdebat panjang dengan istriku yang beralasan ingin balas budi." sahut Sam yang serba salah.
"Lalu, apa dia akan bekerja di Perusahaan, Tuan?"
__ADS_1
"Tentu!. Dua hari mendatang suruh dia datang kantor cabang milik Gala" titau Sam.
"Tuan Gala?" Jero sampai menoleh ke arah Bos besarnya itu.
"Hem, perusahaan ku tak menerima wanita ular sepertinya, kirim saja kesana tanpa banyak bicara, Gala juga tak akan tahu jika Khansa adalah kakak angkat Biru" ucap Sam, dari nada bicaranya ia tak ingin ada bantahan sama sekali.
"Baik, Tuan. Saya akan urus semuanya. Dan untuk tempat tinggal, apa dia akan tetap di apartemen?" tanya Jero lagi yang mungkin akan di minta untuk mencarikan tempat tinggal juga oleh Tuan mudanya itu.
"Nanti ku bicarakan lagi dengan istriku"
Jero menganggik paham, ia langsung menyalakan mesin mobilnya dan menjalankan kereta besi mewah kembali ke perusahaan, ada beberapa pekerjaan lainnya yang harus mereka selesai kan sebelum jam pulang nanti.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Kali ini, Kumohon pintar lah sedikit, sayang...