
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Maaf Al, aku takan menyebut namamu lagi di depannya"
Alyssa yang awalnya bingung langsung terkekeh dengan apa yang di ucapkan Sam barusan.
"Apa kamu takut dia akan cemburu?" tanya Alyssa yang di jawab anggukan kepala oleh pria yang semakin tampan dan mapan.
"Itu hal wajar, jika aku menjadi istrimu akupun akan melakukan hal yang sama. Sikap cemburu sudah menjadi kodratnya wanita, tugasmu hanya sabar dan memberi pengertian padanya. Kamu harus bangga karna nyatanya ia begitu takut kehilanganmu" ucap Alyssa sambil mengusap lengan Sam yang masih berbalut jas hitam yang ia kenakan.
"Aku tahu itu, justru aku sedang menikmati rasa cemburunya meski jujur itu membuatku kesal tapi ia berkali-kali lipat terlihat cantik saat diam tanpa bicara padaku" balas Sam yang ikut tertawa kecil.
Obrolan santai keduanya ternyata sedikit menyita waktu untuk lebih lama sampai dirumah. Tak ada rasa canggung lagi seperti awal kemarin mereka bertemu di taman Bunga.
.
.
.
Sam terdiam sepanjang perjalan pulang sampai ia harus di kagetkan dari lamunan oleh Jero yang membawa mobilnya.
__ADS_1
"Tuan, ini sudah sampai di rumah utama"
"Hem, ah iya. Bawa saja mobilku" titah Sam pada sang asisten.
"Baik, Tuan" sahut Jero seraya menganggukan kepala.
Sam turun dari mobilnya, ia langsung masuk kedalam bangunan mewah yang diisi turun menurun keluarga Rahardian dari saat Tuan Wisnu masih ada, rumah yang selalu menjadi tempat pulang ternyaman keluarga Rahardian Wijaya.
Semua nampak sepi, tak ada satupun orang di lantai bawah dan lantai atas saat ia menaiki tangga menuju kamarnya, semua ia maklumi karna ini sudah lebih dari jam sembilan malam.
Ceklek
Sam membuka pintu dengan sangat pelan, ia takut membangunkan anak dan istrinya yang mungkin saja sudah terlelap dan benar saja, Sam tersenyum kecil saat melihat pemilik hatinya tertidur di sofa dengan ponsel di tangan dan layar TV yang masih menyala meski tapi tak bersuara.
"Aku bersih bersih dulu, nanti aku pindahin ke ranjang ya" tambahnya lagi seraya mencium kening istrinya.
Sam bangun dan berlalu ke kamar mandi, ia bersihkan tubuhnya di bawah guyuran air shower yang terasa begitu dingin saat menyentuh kulit putihnya.
Ia yang sudah berpakaian piyama tidur kembali lagi ke sofa, diangakatnya tubuh mungil Biru menuju ranjang. Di letakkanya perlahan jangan sampai terbangun karna ia akan memanfaatkan tidur lelap istrinya itu.
Pasangan suami istri yang sedang tak bicara hampir dua hari itu kini sudah bersembunyi di balik selimut tebal. Sam memeluk Biru dengan erat seakan tak memberi izin tubuh mungil itu untuk bergeliat, bibir merahnya bahkan terus menciumi seluruh wajah cantik polos wanita yang sedang mencemburuinya itu.
__ADS_1
"Diemin akunya mau sampe kapan, Sayang? padahal kamu tuh kangen banget kan sama aku, segini cintanya ya, sampai harus cemburu buta dan gak mau dengerin penjelasan aku. Makasih ya cantik udah mau nunjukin sikap posesifnya kamu" ucap Sam yang lagi lagi menciumi wajah Lelap istrinya sampai Biru harus bergeliat dan mengerjapkan matanya.
"Bee" suara khas bangun tidur Biru begitu sexy di telinga Sam yang sedang mendambanya.
"Iya, Sayang. Aku ganggu kamu tidur ya"
"Enggak, aku ketiduran. Kamu baru pulang? kok malem banget?" tanya Biru dengan sorot mata penuh kerinduan.
"Iya, aku sibuk hari ini sampai harus ada rapat saat jam makan malam" jelas Sam semakin mengeratkan pelukannya karna di rasa sang istri tak lagi merajuk padanya.
"Rapat makan malam? dengan siapa?" tanya Biru lagi.
.
.
.
.
Dengan?
__ADS_1
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Maju ngusruk... mundur ngejengkak lo Tut 🤣🤣