Samudera Biru

Samudera Biru
Hal terenak.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Kenapa jadi marah-marah sama aku?" protes Sam saat ia kembali menjadi korban penganiayaan istrinya.


"Kenapa Mhiu nya dua?!" oceh Biru lagi.


"Kan yang mau Mhiu dua itu Bum-Bum, bukan aku, Bee" jelas Sam lagi, wanita di sebelahnya ini memang kadang bertingkah aneh dan sulit di tebak jadi tak salah jika Sam harus hati-hati dengannya.


"Sama aja, kalian nyebelin!"


Biru bangun dan berlalu ke kamar yang ada di dalam ruang kerja suaminya, ia yang sebenarnya mengantuk benar-benar hanya ingin memejamkan kedua matanya sejenak, entah itu hanya lima menit sudah cukup baginya.


Sam yang di tinggalkan tentu bingung, tapi ia tak bisa menyembunyikan rasa ingin tertawanya saat melihat Rain yang sama bingungnya.


"Mhiu kenapa?. Bum-Bum sih, tadi pengen Mhiunya dua jadi marah, kan?!"


uwa..


"Iya, Mhiunya satu aja ya, gak boleh dua"


Iyaah..


Entah mengerti atau tidak, Rain mungkin hanya asal menjawab sesuka hatinya apa yang ia bisa ucapkan. Tapi hati Biru yang mungkin terlewat sensitif sampai hal sepele seperti itu saja ternyata membuatnya kesal.


Sam melanjutkan mainnya bersama sang putra, ia bahkan sudah melepas jas, dasi dan dua kancing kemejanya agar leluasa. Rain yang aktif berjalan dan merangkak tentu butuh perhatian lebih jangan sampai lengah, sebentar saja mengabaikannya sudah bisa di pastikan semua akan berantakan di lantai.


"Sini, jangan mojok lagi"


Apa?


"Sini cepetan, nih mau gak?" tawar Sam agar Rain mau mendekat.

__ADS_1


Bukan berjalan, batita tampan itu malah merangkak yang langsung membuat Sam menggelengkan kepalanya.


Miyuh...


"Mhiu bobo kali, yuk liat"


Baru saja Sam bangun dan menggendong Rain, suara ketukan pintu terdengar jelas di telinganya.


"Ya, masuk"


Cek lek


Pintu langsung terbuka dan ternyata si sulung lah yang datang bersama pengasuhnya pulang dari sekolah.


Ta Buy


"Bubum nda bilang kakak mahu kantor Phiu" protes Embun saat berjalan masuk dan mendekat, raut wajahnya begitu kesal karna Biru memang tak mengatakan apapun padanya tadi pagi.


"Mendadak sayang" jelas Sam pada putrinya setelah mencium kedua pipi Embun


"Mbak Rini pulang aja, Biar Embun disini" titah Sam.


"Baik, Tuan. Saya permisi. Nona Embun, Mbak pulang ya" pamit Rini pada Tuan dan Nona mudanya.


"Iya, hati hati ya, Mbak, Dadaaaaah" ucap Embun sambil melambaikan tangan


Dadadadadaaaaaahhhhh....


Rain yang meniru tingkah kakaknya, tentu membuat Rini sebenarnya sangat gemas dan ingin mencubit pipinya, tapi ia cukup tahu diri untuk tak melakukannya.


.

__ADS_1


.


"Mhiu mana?" tanya Embun dirasa wanita terbaiknya itu tak terlihat.


"Kayanya bobo deh. kita lihat dulu ya, kalo Mhiu beneran bobo tapi gak boleh ganggu, ok" pesan Sam pada dua buah hatinya


"Ok" sahut Embun


Nyenyeh Miyuh...


"Ish, Bum-Bum ribut nyenyeh terus ih" protes sang kakak pada adik kecilnya yang tak bisa jauh dari buah dada Mhiu nya yang selama hampir dua tahun ini begitu amat di dambakan oleh Sam.


Nyeh...


"Iya, iya! puasin Nyeh tuh berapa bulan lagi, sebelum jadi hak milik Phiu lagi" cetus Sam pada putranya yang begitu posesif.


Sam selalu saja terpancing emosinya jika sudah menyangkut daging kenyal menantang milik sang istri.


.


.


.


Bocah kecil begini tau aja sama yang enak!!!



🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Rebutan mulu, siling satu aja sih.. balapan gitu 🤣🤣🤣

__ADS_1


Lucu meren nyah 🤭🤭🤭


Like komennya yuk ramaikan.


__ADS_2