Samudera Biru

Samudera Biru
Balon


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Berminggu-minggu berlalu, semua masih belum sadar dengan rewelnya Embun yang tak biasa bahkan bocah cantik itu sempat mogok makan dan sakit beberapa hari. Keluarga Rahardian tentu dibuat geger dengan kabar masuknya Bul-Bul kerumah sakit milik miMoy nya itu.


Tak hanya Embun, Sam pun merasakan hal yang sama ia jadi malas beraktivitas dan enggan turun dari kasur. Tak jarang Sam harus mendengar ocehan papAynya yang mau tak mau harus mengambil alih pekerjaan putranya di kantor.


Semua begitu aneh di rumah utama tapi tak ada satupun orang yang berpikir kearah lain karna memang mereka semua juga memiliki kesibukan masing-masing.


"Bee, bangun udah siang" ucap Biru, di jam sepuluh waktu menjelang siang suaminya itu masih saja mendengkur halus di balik selimut tebal yang menutupi tubuh polosnya.


Sam kini semakin aktif melakukan hal yang menyenangkan, tak bisa sedikit saja bersentuhan Tututnya sudah langsung ingin membajak sawah. Biru yang memang tak pernah menolak hanya pasrah dan menikmati permainan suaminya yang semakin liar bagai tak terkendali. Sam yang biasanya cukup dua atau tiga kali hingga pagi nyatanya kini harus lebih dari itu. Pria tampan itu seakan tak pernah puas mencari menikmatan di


lu bang surga dunia milik sang istri.


"Eugh... jam berapa?" tanyanya dengan suara khas bangun tidur namun matanya tetap terpejam rapat.


"Jam sepuluh" jawab Biru yang duduk di kursi meja rias sambil memainkan ponselnya.


"Oh pantes"


"Pantes apa?" tanya Biru yang saking penasarannya ia justru pindah duduk ke tep tempat tidur..

__ADS_1


"Pantes aku laper" kekeh Sam saat mejawab, candaan jujurnya itu langsung membuat Biru merengut kesal dan mencubit lengan sang suami.


"Cepet mandi, aku mau cuci seprenya nih"


Hal wajib yang harus di lakukan para istri Rahardian sehabis berhubungan adalah mencuci sendiri alas tidur masing-masing, jangan sampai cai ran kenikmatan mereka yang kadang tercecer di sepre atau selimut tersentuh atau terlihat orang lain termasuk ART.


Itu sudah syarat mutlak dan tak bisa di ganggu gugat karan sudah ada mesin cuci kecil di dalam kamar mandi yang sengaja di sediakan.


Sam bangun dan turun dari ranjang ia berjalan dengan tubuh polosnya menuju kamar mandi, Biru yang melihat kelakuan konyol samudera hanya bisa menggelengkan kepala. Jika sudah gemas begitu ingin rasanya ia tarik sang Tutut hingga panjang dan jauh ðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢ.


#KonyolKan.


Embun yang sedang di suapi oleh Hujan di ruang makan akhir akhir ini memang sedikit menguras rasa sabar orang yang mengurusnya. Tutup mulut dan menggelengkan kepala adalah hal yang sering ia lakukan saat jam makan tiba.


Ia yang biasanya menurut jika Air atau Reza yang merayu kini rasanya tak lagi mempan. bocah cantik itu akan mengamuk dan berguling sambil menangis jika terus di paksa.


"Habisin ya, nanti nasinya nangis loh" rayu Hujan.


"Nda, Bubuy tenyang ih" jawabnya sambil menutup mulut dengan telapak tangan.


"Bul-Bul cuma minum susu aja, kan dari pagi"

__ADS_1


"Iyyah, tama tueh teju"


Hujan mengusap kepala sang cucu penuh kasih sayang, ia pun akhirnya mau tak mau mengalah, Hujan menggeser piring makan Embun dan membiarkan gadis kecil itu berlari menghampiri dan menghambur memeluk Biru yang baru datang ke ruang makan.


Tubuh sang Mhiu yang mungil memang cukup mudah bagi Embun meraihnya, Embun memeluk dengan wajah mengadah keatas dan kini ibu dan anak pun saling pandang dengan raut wajah berbeda.


"Kenapa?" tanya Biru.


.


.


.


Piyut Mhiu ada balonnya ya?


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Kekenyangan Bulan abis di siram mulu ðŸĪŠ


Like komennya yuk ramaikan

__ADS_1


__ADS_2