Samudera Biru

Samudera Biru
Perintah PapAy


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂


Biru hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat dua punggung turunan Rahardian yang semakin jauh ketika menuruni anak tangga.


Ia yang masih diam mematung sampai dikagetkan oleh Hujan yang tiba-tiba menyentuh bahunya.


"Kamu kenapa?"


"Eh, gak apa-apa, Moy. Itu aku liat Bul-Bul sama Aunty Chaca barusan pergi" jawab Biru.


"Kemana?"


"Ngabisin duit katanya" kekeh Biru, ia kadang aneh dengan keluarga suaminya yang tak pernah ada keributan atau juga kemarahan, yang ada hanya gelak tawa dan kehangatan setiap berkumpul bersama.


"Udah biasa, sekarang di abisin besok juga dapet lagi, mana bisa habis" sahut Hujan.


Menjadi menantu pertama Rahardian tentu kini ia sudah sangat paham bagaimana para lelaki di rumah ini memanjakan pasangannya. Tapi Hujan dulu lebih memilih sibuk kuliah dan mengejar cita-citanya hingga sukses seperti sekarang meski harus mengorbankan waktu bersama Air dan Samudera.


Entah berapa banyak uang yang di keluarkan sang suami saat membiayai pendidikannya yang sangat mahal itu hingga lulus dengan nilai terbaik.


*****


#AreaKantor.


"Kan tadi udah ngerampok Appa sama Amma. Sekarang giliran kita ngerampok PapAy juga Phiu, Ok" jawab Cahaya yang sudah bersiap untuk turun.


"Ok"

__ADS_1


Keduanya kini masuk ke dalam kantor Rahardian Gruop yang di pegang oleh si salung Air Rameza Rahardian Wijaya.


Ceklek


"Ngapain?" tanya Air saat adiknya itu datang ke ruangan kerjanya, ia yang menoleh sekilas tak sadar jika ada Bul-Bul di belakang kembarannya sedang bersembunyi sambil menahan tawa.


"Mau minta duit, adek mau shoping" jawab Cahaya jujur dengan niatnya datang ke kantor sang kakak.


"Cih, Abang baru dapet project gede noh, Triliunan. Masa minta ke kakak" ledek Air.


"Uwat Bubuy coping, PapAy" sahut Bul-Bul yang akhirnya berlari ke arah kakeknya.


Air yang kaget karna ada suara bidadarinya tentu langsung menoleh.


"Bul-Bul?!" pekiknya senang yang lalu bangun dan berjongkok.


"Mhiu mana? Moy ikut gak?" tanya Air pada sang cucu.


"Bul-Bul mau shoping lagi? mau jalan-jalan sama Oty?" tanya pria yang masuk saja tampan.


"Iyah, mau abicin uwit banak banak" Kata Embun sambil terkekeh.


"Siapa yang ngajarin itu?" sindir Air sambil melirik kearah adik kembarnya, karna ia tahu Biru dan Hujan paling tak bisa jika disuruh menghabiskan uang di Mall.


"Bul-Bul dapet bisikan Ghaib tadi, kak" selak Cahaya sembari menahan tawa.


Embun yang di bawa ke sofa pun di ajak mengobrol lebih dulu oleh Air, ia begitu senang dengan kedatangan cucunya karna saat berangkat pagi tadi ia belum sempat berpamitan. Air terus saja mendengar semua ocehan Embun mulai dari bangun pagi sampai akhirnya sampai di kantor.

__ADS_1


"Ayo, kak. Cepetan!" rengek Cahaya karna hari semakin siang dan perutnya pun mulai terasa lapar.


"Tepet.. tepet..!" timpal Embun diatas pangkuan Air yang begitu gemas padanya.


"PapAy masih kangen, Bul-Bul disini aja ya. Onty aja yang jalan-jalan, Bul-Bul sama PapAy, ok"


"Nda, Bubuy mahu abicin uwit" tolak nya tegas.


Air yang tertawa akhirnya bangun dari duduk, ia berjalan menuju meja kerjanya sambil menggendong Bul-Bul yang tadi tak mau turun.


Lewat sambungan telepon Air mencoba menghubungi seseorang yang nyatanya langsung membuat Cahaya berjingkrak senang bukan kepalang.


.


.


.


.


.


Hallo, pak Surya siang ini tolong tutup Mall yang di pusat ya. Berikan apapun yang cucu saya mau dan kirim tagihannya ke saya. Terimakasih "


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Jiwa miss queen ku meronta ronta Ay..

__ADS_1


Fix, lo semua bikin gue pusing buat nyari jodoh buat si Bul-Bul nanti 😭😭😭😭


like komennya yuk ramaikan.


__ADS_2