Samudera Biru

Samudera Biru
Mualnya Sam


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Biru yang tak ingin di tinggalkan akhirnya ikut dengan Sam ke kantor. Wanita hamil dengan wajah berseri itu terus bergelayut manja di lengan sang suami yang tak lain dan tak bukan adalah sang Direktur Utama Rahardian Group.


Semua yang berpapasan dengan mereka langsung menunduk hormat, tak ada yang berani berbasi basi tak penting kecuali sekedar menyapa. Meski Sam begitu ramah pada siapapun ia tetap ingat batasan batasan deketan dengan seseorang termasuk lawan jenis.


Cek lek.


"Silahkan, Tuan. Nona" ucap Jero saat membuka pintu.


"Terimakasih, Jer. " balas Sam. Namun tidak dengan Biru yang hanya mengulum senyum dengan sekali anggukan kepala.


Sam mendudukkan istrinya di sofa sedangkan ia berlalu ke kursi kebesarannya untuk mendengarkan jadwal pekerjaan yang akan di sebutkan Jero seperti biasa.


"Kosongkan semua jadwal rapat ku. Hari ini aku hanya ingin di kantor" titah Sam dengan mata menatap istrinya di sofa.


"Baik, Tuan" Jero yang paham tentu tak akan banyak membantah. Ia tahu jika pria di depannya ini sungguh sangat menjaga wanitanya.


.


.


Dua jam berselang, Sam kembali menghampiri Biru yang masih asik dengan ponsel di tangannya. Entah apa yang di lakukan si ibu hamil itu yang jelas ia begitu anteng dan tak bosan sama sekali terbukti Biru tak sedetikpun mengganggu pekerjaannya.


"Bee, laper gak?"


"Hem, dikit. Mau makan, boleh?"

__ADS_1


"Boleh dong, mau makan apa?" tanya Sam. Sebelum lapar berat biasanya Sam akan bertanya lebih dulu pada istrinya.


"Ayam tepung, tapi sayap ya. Aku gak mau pake nasi" jawaban Biru tentu langsung di protes oleh Sam.


"Kok gak pake nasi? nanti gak kenyang"


"Kan ayamnya mau seember, Bee" kekeh Biru serius tapi malu malu.


"Ya udah, aku suruh Jero pesen dulu ya"


Sam yang baru mau bangun dari duduk langsung di cekal tangannya oleh Biru, ia tersenyum lebar hingga terlihat gigi putihnya yang berderet rapih dan putih.


"Huft... ya udah ayo!"


Biru yang senang jika Sam paham maksudnya pun kembali tertawa. Keduanya kini melangkag keluar ruangan menuju lift.


Sesampainya di parkiran, Sam langsung melajukan mobilnya menuju salah satu resto cepat saji yang tak jauh dari kantor.


"Stop, Sayang!"


"Ada apa sih? bisa ga jangan suka dadakan kalo minta berenti" kata Sam yang akhirnya menepikan mobil mewahnya di pinggir jalan.


Biru tak ambil pusing dengan ocehan suaminya, ia turun dari kereta besi Sam menuju salah satu pedagang yang sedang berjalan mendorong gerobak berwarna coklat.


Braak..


Wanita hamil tujuh bulan itu masuk kembali kedalam mobil dengan satu plastik di tangannya.


"Kamu beli apa sih, Bee?" tanya Sam yang akhirnya penasaran.

__ADS_1


"Kue Ape, aku liat minggu lalu pas kita pulang dari rumah Onty tapi adanya di sebrang jalan. Ini aku baru nemu lagi" jawabnya begitu senang.


"Aku pernah liat, tapi belum pernah makan" ujar Sam Saat biru mengeluarkan kue tersebut dari dalam plastik pitih.


Kue bundar berwarna hijau itu terasa masih hangat dan harum dan tentunya sangat menggugah selera di waktu se terik ini yang memang sudah waktunya makan siang.


"Enak, kan Bee" kata Biru di suapan terakhirnya.


"Enek yang ada!" jawab Sam, ia hampir saja muntah karna rasa kenyang karna Biru terus saja menyuapi suaminya.


"Kok enek sih! segitu kamu makan dari tanganku loh, Bee" protes Biru dengan bibir mengerucut.


.


.


.


.


.


Ya kamu curang, kamu makan pinggirannya yang kering sedangkan yang tengah di kasih ke aku semua sebanyak dua puluh biji.



🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Sabar Tut...

__ADS_1


kelakuan Bumil emang maunya menang sendiri ðŸĪŠðŸĪŠ


Like komennya yuk ramaikan.


__ADS_2