Samudera Biru

Samudera Biru
berhitung...


__ADS_3

🍁🍁🍁🍁🍁🍁


#FlasbackOn


"Bubuy udah pesen banyak banyak semalam" jawab nya yang semakin membuat Biru bingung dan penasaran.


"Pesen banyak gimana? Mhiu gak ngerti"


Embun hanya tersenyum, ia menarik tangan wanita kesayangannya itu untuk masuk kedalam mobil.


"Itu loh, semalem Bubuy belinya di ponsel papAy. Bubuy pencet pencet semuanya" jelas Embun sambil memperaktekan bagaimana tangannya memencet semua gambar yang ia sukai.


"Kamu belanja online?" tebak Biru.


Tak ada reaksi apapun dari Embun sebagai jawaban, tapi Biru mulai paham dengan yang di ceritakan putrinya barusan.


"Lain kali jangan terlalu banyak membeli barang ya, karna semua akan di pertanggungjawabkan, Nak" pesan Biru yang hanya di balas anggukan oleh Embun, entah paham atau tidak tapi Biru akan terus memberi pengertian pada putri sulung nya yang mau tak mau harus bisa memberi contoh baik untuk adiknya Rainerly Rahardian Wijaya.


.


.


.


Perjalanan pulang yang tak sampai tiga puluh menit kini sudah membawa mereka sampai di rumah utama. Embun yang lebih dulu turun dengan membawa tasnya sudah di tunggu oleh Rini yang memang tak ikut menjemput.


"Rin, tolong urus Embun ya" titah Biru pada gadis muda nan manis yang bertugas menjadi pengasuh sang Ratu Rahardian.


"Baik Nyonya muda"

__ADS_1


Biru hanya tersenyum kecil, lalu ia melanjutkan langkahnya menuju kamarnya di lantai dua bersama Rain dalam gendongannya yang tertidur.


m


Cek lek


Biru membuka pintu menggunakan tangan kanannya dengan sangat pelan, ia tak mau Rain bangun hanya karna suara yang menggelitik telinganya.


Ia baring kan tubuh mungil si bungsu di tengah kasur tak lupa dengan tumpukan bantal di sisi kanan dan kiri.


Wajah tampan polos Rain benar-benar membuat Biru selalu jatuh hati padanya, terlebih sikap posesif sang putra yang kadang membuat suaminya kesal.


Rain yang tidur dengan sangat lelap menjadi kesempatan untuk Biru ikut beristirahat. Ia baring kan tubuh lelahnya di sofa depan TV sambil bermain ponsel, menyimak grup chat @pawangRahardian adalah salah satu pengobat rasa bosannya. Ada saja keseruan yang terjadi di dalam keluarga suaminya sampai berasa tak ada satupun yang di tutupi satu sama lainnya.


Mata dan jari lentik Biru memang fokus pada layar ponsel miliknya yang baru di belikan Sam dua minggu lalu karna ponsel lamanya pecah di lempar oleh Rain di tangga. Bocah itu mengamuk saat Phiunya terus menciumi pipi Biru. Beda mata beda pula dengan telinga, Biru harus tetap awas dan siaga saat mendengar Rain merengek minta di susui, anak bungsunya itu tak bisa menunggu jika sedang haus.


Dan benar saja, Biru yang baru memposisikan dirinya agar lebih nyaman justru bangun dan berjalan kearah ranjang.


"Iya, Sayang" ucap Biru menenangkan Rain agar tak menangis sembari membuka dua kancing dressnya untuk mengeluarkan salah satu bongakahan daging kenyal wadah gizi alami untuk Rain.


Biru mulai menyu Sui si bungsu sambil mengelus kepalanya.


Dah...


"Udah? bener nih?" tanya Biru memastikan.


Iyaaah...


Rain menjawab dengan senyum yang menambah kelucuan di wajahnya apalagi saat tawanya sampai memperlihatkan dua gigi bagian bawah yang amat kecil. Biru maupun Sam akan lupa berhenti menciuminya.

__ADS_1


"Berhitung yuk, Bum-Bum kok males banget ya perasaan kaya Mhiu, jangan dong. Bum-Bum harus pinter nya kaya kakak Embun" ucap Biru setelah merapihkan bajunya.


Iyaaah..


"Satu... "


Atu..


"Dua... "


Uwa... uwa..


"Tiga.. "


Iga..


"Empat... "


Apek....



🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Ya ampun!


Nih bocah ucul ðŸĪŠðŸĪŠ


Disuruh ngitung males banget, padahal bapaknya dulu klo ngitung semangat banget ampe lebih jadi sebelas gara2 JAJAH ðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢ

__ADS_1


__ADS_2