
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Appa taunya abing ocong, Bul" kekeh Reza sambil melirik kearah cucunya yang menyetir mobil.
Sam langsung merengut karna ia tahu jika saat ini sedang di goda oleh Gajahnya, bagaimana ia dulu senang sekali melihat binatang binatang di tempat Langit.
"Tuh kambing kemana ya, Pah" tanya Air di kursi belakang.
"Di potong kayanya sama Abang pas Adek ngidam pengen tanduknya" jawab Reza yang lupa lupa ingat.
Biru yang mendengar cerita Appa mertuanya langsung tercengang tak percaya.
"Onty chaca ngidam tanduk kambing?" tanya Biru penasaran yang di jawab anggukan kepala oleh Melisa yang duduk di sebelahnya.
"Iya, tengah malem gak ada angin gak ada hujan jam dua pagi pengen tanduk kambing, untung Abang punya dan saat itu juga langsung di potong" jelas Melisa sambil terkekeh seakan masa lalunya terulang lagi dalam ingatan wanita tua itu.
"Wah, keren!" ucap Biru.
"Jangan macem-macem kamu ya, Bee" ancam Sam seraya melirik kearah sang istri dari kaca spion mobilnya. Semenjak hamil pemilik hatinya itu tak bisa mendengar hal apapun langsung saja ingin saat itu juga.
"Apa? aku gak ngapa ngapain!" cetus Biru kesal padahal di otaknya sudah ada yang ingin ia utarakan pada sang suami.
__ADS_1
"Kenapa, Bi? ngomong aja kalo mau sesuatu. Si tutut pasti turutin kok, demi bayi di perut kamu, kan itu hasil bajak membajaknya"
Air yang mulai menjadi kompor meledug langsung mendapat tatapan tajam dari putra satu satunya itu, Sam semakin memanyunkan bibirnya seraya berdoa dalam hati Cinderellanya tak terhasut dengan ucapan sang mertua.
"Mungkin kamu pengen bulu domba?" tawar Air sambil tertawa, ia begitu gemas saat melihat Baby Bearnya itu mengeram kesal.
"Aku pengen gigi kambing, Bee!"
*******
Puas bermain seharian, makan siang dan malam bersama di luar tentu membuat tubuh terasa lelah apalagi untuk Reza dan Melisa yang langsung masuk kedalam kamar mereka untuk beristirahat tapi tidak dengan Biru dan Hujan yang masih mengobrol di ruang makan, Air yang memberi ikan di kolam dalam dan Sam menonton Tv diruang tengah sambil menjaga putri kecilnya.
"Kamu cek kandungan kapan, Bi?" tanya Hujan, sosok galaknya memang hanya di tunjukkan pada sang suami yang sampai detik ini masih saja pecicilan.
"Udah tau jenis kelaminnya?" Rasa penasaran Hujan membuat ia memberanikan diri untuk bertanya.
"Cuma dokter yang tahu, tapi Sam minta kalo cukup dokter aja yang tahu. Dia gak mau tau" keluh Biru, mendengar penjelasan sang menantu tentu membuat Hujan membuang napas kasar.
"Susah lah kalo udah turunan, dari jamannya Appa katanya juga gitu makanya pas Amma lahir kembar tiga sempet pingsan karna kaget gak percaya."
"Aku juga mau beli perlengkapan baby jadi bingung, Moy" kata Biru lagi.
__ADS_1
"Ngapain bingung, tinggal beli aja semua. Gak usah pilih pilih" timpal Air yang duduk di sisi istrinya, dengan kode mata ia ingin Hujan menyuapinya sepotong kue yang ada di atas meja makan.
"Gak akan ada yang mubazir, karna habis pakai kita langsung kasih ke yang membutuhkan lagi jadi gak mungkin numpuk di rumah. Kamu tinggal pesen barang apapun yang kamu mau dan kamu butuhin nanti biar langsung di kirim kesini" tambah pria setengah abad itu sambil mengunyah.
"Gak mau ah" tolak Biru.
"Loh, kenapa?" tanya Hujan bingung.
.
.
.
.
Aku mau ke belanja ke luar negeri.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Nah kan 🤣🤣🤣🤣
__ADS_1
Mulai borong borong nih kayanya.
makasih banyak ya buat like dan komennya 😘