Samudera Biru

Samudera Biru
mendekat atau di tinggal?


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Nah, kan! dia bangun" kata Biru sambil melepas genggamannya dari tangan sang suami lalu menghampiri Rain di box nya yang sudah dalam posisi berdiri siap turun jika Biru tak cepat mendatanginya.


"Jangan lompat, nanti jatuh dan kamu bisa terluka"


Miyuh Buuum...


Tuturnya dengan nada protes karna matanya melirik ke arah Phiunya yang berdecak pinggang di ambang pintu kamar mandi, wajah Sam benar-benar tak bersahabat saat ini karna gagal membajak.


"Ambil.... Mhiunya emang punya Bum-Bum doang ini!" oceh Sam yang akhirnya masuk kedalam kamar mandi, ia akan bersolo karier dengan bantuan si strawberry.


Hal yang sebenarnya sudah lama tak ia lakukan karna Biru type istri yang selalu melayaninya jika anak anak dalam keadaan tenang, tak hanya sekali karna berapa kali pun wanita itu tak pernah protes.


"Bobonya sebentar banget, bobo lagi gak?" tanya Biru sambil menggendong Rain menuju sofa untuk di susui lagi. Balita bermata bulat yang begitu mirip dengan sang kakak itu tentu Langsung menye sapnya dengan lahap.


Rain tak pernah punya jadwal menyusu karna ia biasa menikmatinya kapanpun dan dimanapun sesuka hatinya. Dan Biru juga selalu siap memberikan nya tanpa kenal waktu. Semakin hari bayi laki-laki itu semakin menempel padanya sampai kadang mengundang protes dari Embun juga Sam.


"Udah ya, kita ke Kakak Bul-Bul dulu yuk" ajaknya yang di jawab gelengan kepala pertanda Rain belum puas.


Sampai lima belas menit lamanya, Rain baru melepas mulutnya sambil tersenyum senang.


Dah...

__ADS_1


"Udah? udah kenyang nih?" tanya Biru memastikan.


Iyaah..


Biru membersihkan sisa ASI di sudut bibir putranya, karna memang sampai sekarang cairan gizi alami itu masih begitu deras melimpah.


Tubuh langsing Istri Direktur Utama Rahardian Grup itupun langsung berjalan keluar dari kamar sembari menggandong Rain tapi sebelumnya ia lebih dulu melirik ke arah kamar mandi yang masuh tertutup pintunya dan itu pertanda jika sang suami belum keluar dan selesai membersihkan diri.


Apa iya main sendiri tuh si Tutut?


******


Ceklek.


Namun, teriakan Bum-Bum nyatanya membangunkan si sulung dari mimpi indahnya. Ratu Rahardian itu bergeliat dan mengerjapkan matanya yang bulat.


"Berisik ya, kakak di bangunin sama Bum-Bum"


"Bubuy ketiduran, Mhiu" jawabnya dengan suara serak khas bangun tidur.


Rain yang ingin di turunkan langsung menghampiri kakaknya, di ciumnya pipi kanan Embun oleh Rain sampai membuat Biru tertawa.


"Ih, Bum-Bum genit" kekeh Embun yang malah memeluk adik kecilnya.

__ADS_1


"Sekarang kalian mandi ya, kita kerumah onty besar habis ini buat jemput Appa sama Amma" titah Biru pada kedua anaknya.


Embun yang sudah bangun dan duduk akhirnya mengangguk, ia memang tak pernah protes saat di ajak keluar rumah.


Biru lebih dulu membuka ikat rambut Embun lalu membuka juga semua pakaian yang dikenakan, dengan barbalut handuk kimono kecil Embun berlari menuju kamar mandinya.


Dan kini giliran si bungsu, Biru berniat mengurus kedua anaknya bersamaan agar menghemat waktu. Tapi bayi laki laki itu malah menggoda, setelah dibuka bajunya, Rain malah merangkak jauh dan bermain dengan kain selimut milik Embun. Hal yang sering membuat Biru sedikit jengkel jika sedang buru-buru.


.


.


.


Kesini gak? atau Bum-Bum akan Mhiu tinggal jauh ya....



🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Tinggalin aja kalo bandel 🤣🤣


Suruh ikan sama burung yang ngasuh

__ADS_1


__ADS_2