
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂.
Sam dan Biru yang masuk ke kamar putrinya itu pun langsung menyapa si cantik yang memakai bandana warna senada. Embun pun tersenyum manis saat Sam hendak menggendongnya.
"Mandi dulu sana, jangan suka pegang Baby kalo belum mandi" cegah Hujan yang menepis tangan putranya.
"Moy pelit, Bul-Bul aja mau kok dede gendong" proses si Tutut.
"Kamunya jorok, Sayang. Pasti keringetan abis dari luar, kan?" timpal Hujan.
Biru yang terkekeh akhirnya mengambil Embun dari Box, ia gendong bayi montok itu sambil di bawa ke sofa tempat ia biasa menyusui.
"Dede suruh mandi dulu, Bi. Moy mau nemuin papAy dulu" pesannya pada sang menantu yang hanya di balas senyuman tipis dan anggukan kepala.
Sam yang mendengar ucapan Hujan hanya bisa mencibir kecil sampai harus membuat Hujan tertawa sambil berlalu keluar kamar cucunya.
"Aku gak mandi begini udah ganteng maksimal kan, Bee. Coba cium deh, wangi loh" godanya seraya menyodorkan pipi kananya berharap Biru mau menciumnya walau sekilas.
"Modus aja, mandi sana" Kini Biru pun menjadi samanya seperti sang mertua yang ribut menyuruh suaminya itu cepat membersihkan diri.
"Bee.. "
"Hem, apa?" tanya Biru saat Sam memanggilnya manja.
"Nanti malem, boleh ya? Turut aku sakit, Oey" rengek nya sambil merayu dengan harapan kali ini sang istri tak menolak keinginannya.
__ADS_1
Biru diam sejenak, ia masih bingung antara iya atau tidak. Pasalnya rasa sakit di bagian intinya kadang membuat ia merinding jika ingat hari dimana Embun lahir.
Ia hanya belum bisa membayangkan si Tutut akan menerobos sawahnya yang tiga bulan ini tak tersentuh sana sekali.
"Harus malem ini?"
"Mau sekarang juga, Ok. Hayu!" ajaknya dengan semangat menggebu-gebu meski miliknya masih terasa imut di dalam sangkarnya.
"Maksud aku apa gak bisa besok besok?"
Sam langsung menggelengkan kepala, ia benar-benar ingin menyentuh istrinya dengan segera.
"Aku cukup puasa yang atas aja dua tahun, kalo yang bawah aku mau buka sekarang ya, Bee"
Biru menghela napas berat, lalu ia hembuskan secara pelan dan akhirnya mengangguk setuju.
Keduanya memang setiap malam tidur saling memeluk tapi hanya sebatas saling menghangatkan karna Sam tentu tak berani mencumbu. Ia tak ingin menanggung resiko dari ulah isengnya sendiri.
.
.
.
Malam pertama sejak resmi menjadi orang tua kini siap mereka arungi bersama. Embun yang sudah terlelap dari tiga puluh menit lalu tentu menjadi kesempatan bagi Sam melayangkan aksinya.
__ADS_1
"Makin gede, sexy banget, Bee" bisik Sam dengan tangan meraba area favoritnya yang kini menjadi gak milik putri kecilnya..
"Jangan keras keras, nanti keluar Asinya." pinta Biru dengan suara berat, itu memang area sensitifnya selama ini. Tiga bulan ia baru merasakan lagi sentuhan lembut suaminya meski hanya sebatas me Raba tanpa memainkan pucuk bukitnya yang kini sedikit besar dan merah menantang.
Sreeekk...
Sarang tahu yang di kenakan Biru kini sudah sobek dengan satu tarikan saja, pria yang bir ahinya sedang memuncak langsung merenggang kedua paha istrinya dengan lebar sampai terlihatlah sawah yang akhir akhir ini kemarau tanpa siram annya
"Bee... "
"Hem, apa lagi?" tanya Biru yang sudah menutup kedua matanya.
.
.
.
.
.
Mau sekali lama atau berkali-kali sebentar?
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
Sekuat nya lo aja Tut 🤣🤣🤣🤣
kaya gue aja sini, dikit dikit tapi sering kan bisa berkali-kali up setiap hari, Oey 😁😁😁