Samudera Biru

Samudera Biru
Tutut yang imut


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Pulang dari kantor Rahardian Grup keduanya memilih ke apartemen Bumi dan Kahyangan lebih dulu sebelum pulang ke rumah utama.


"Ada apa sih?" tanya Sam saat di tengah jalan.


"Gak tau, tadi cuma di suruh mampir kesana dulu" jawab Biru yang memang tak tahu soal alasan permintaan Onty nya itu.


Sam yang menggangguk paham kembali fokus pada jalan didepannya, masih ada kurang lebih lima belas menit lagi untuk sampai di gedung tinggi pencakar langit itu.


Sampai di apartemen adik dari papAynya itu, keduanya segera turun dari mobil.


Dan seperti biasa, Sam akan selalu menggandeng tangan sang istri tanpa melepasnya meski hanya sedetik.


"Jalan sama aku gak bisa cepet ya sekarang, Bee".


Sam menoleh sambil tersenyum simpul, ia begitu gemas dengan keluhan Cinderellanya yang sering tak enak hati sendiri padahal semua orang tahu jika itu hal lumrah bagi semua ibu hamil di trimester akhir.


" Gak apa-apa, kan harus hati-hati. Gak boleh buru buru saat jalan. Lagian mau kemana?" Sam menjawab sambil terkekeh.


.


.


.


Ruang tengah mewah dalam apartemen si tengah kini di isi oleh dua pasangan suami istri.


Biru yang mulai merasa sakit di bagian pinggang hanya bisa duduk bersandar dengan bantal yang menyangga punggungnya juga. Kahyangan yang akhirnya pindah tempat duduk pun mengusap perut buncit sang keponakan.


"Udah dibawah begini ya, padahal baru tujuh bulanan" ucap Yayang.

__ADS_1


"Udah berat banget, Onty. aku udah kaya peluk beras sekaung rasanya"


Sam mencubit pipi Biru karna gemas mendengar celoteh nya barusan.


"Emang udah pernah angkat beras sekarung?" ledek Sam.


"Belom, hahahaha" Biru tertawa bersama yang lainnya juga.


"Moga sehat dan selamat sampai harinya ya, Cantik"


Aamiin...


*****


Sepulangnya dari apartemen Uncle dan Auntynya, mereka pun langsung kembali ke rumah utama, langkah Sam dan Biru mengarah ke ruang makan karna disanalah kini keluarganya kini menunggu.


"Onty titip ini buat Appa" ucap Sam sambil menyodorkan satu paperbag pada Reza.


"Apaan itu, Mas"


"KEPO!!" Sahut Reza, Air dan Sam secara berbarengan.


Melisa yang kesal karna di serbu oleh tiga pria kesayangannya hanya bisa memicingkan mata, ia tatap ketiganya dengan sorot mata tajam dan mematikan.


"Ups, hawanya gak enak banget ya" seru Air dengan senyum seringai kearah papanya yang mulai panik.


.


.


.

__ADS_1


Usai makan malam, Biru langsung naik ke kamarnya ia membersihkan diri sambil berendam dalam bathup dengan limpahan busa yang menutupi tubuh polosnya.


Rasa nyaman dan rileks ia rasakan saat harum strawberry begitu menusuk di indera penciumannya, Dulu ia tak begitu suka dengan buah merah itu, tapi semenjak menikah ia terbiasa dengan semua yang berbau strawberry. Mulai dari sabun, parfum, pengharum ruangan sampai rasa lipbalm pun semua strawberry.


Cek lek


Pintu kamar mandi terbuka dengan pelan, senyum Samudera langsung menghiasi wajah tampannya yang kini berjalan mendekat ke arah Biru.


Satu per satu kancing kemejanya Sam buka lalu di lempar nya ke sembarang arah.


Tubuh polosnya kini berdiri di hadapan sang istri yang menelan salivanya sendiri.


"Kamu kenapa? liatinnya gitu banget, Bee" goda Sam pada Biru yang menatap miliknya tanpa berkedip.


.


.


.


.


.


Tututnya terlalu imut, Sini aku iyup biar besar.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Biru ☺☺☺☺☺☺☺


Malu ah 🤣🤣🤣

__ADS_1


Like komennya yuk ramaikan.


__ADS_2