
🔥🔥🔥🔥🔥
Setelah menguatkan hatinya, Susi kembali menghadap kearah Dokter kandungan itu. Ia pun menceritakan bagaimana dirinya bisa pendarahan pasca keguguran. Bagaimana sikap dan perilaku Seno serta Easy padanya, belum lagi sang kakak ipar Daia. Membuat Arjuna mengepalkan tangan nya, dengan geraham yang beradu geram.
Netta pun mangut-manggut mengerti, ia tak habis pikir, bagaimana seorang wanita muda seperti Susi sanggup menghadapi semuanya sendirian.
Kalau dirinya berada di posisi Susi saat itu, mungkin ia akan memilih menyusul sang putra.
"Baiklah, saya faham sekarang bagaimana jaringan itu bisa rusak. Awalnya saya pikir karena mungkin ada yang salah ketika pengangkatan janin. Tapi tenanglah kami pasti akan menemukan solusinya."
"Silakan, saya akan melakukan pemeriksaan lebih rinci. Mungkin, Nona akan kami beri bius lokal."
"Siap ya?" tanya Netta setelah dirinya menemukan akar permasalahannya, ia pun berniat untuk menenangkan hati keduanya.
Susi menoleh ke arah Arjuna, dan pria itu mengangguk pelan. Lalu, Susi pun berjalan menuju pembaringan di temani oleh salah satu suster.
"Kau pria yang luar biasa, Bang." ucap Dokter cantik itu, menepuk bahu Arjuna lembut.
"Karena aku mencintainya," balas Arjuna mantap.
"Ya, itu sangat jelas." ketusnya,
sebelum dirinya masuk ke bilik pemeriksaan.
"Ck. Wanita itu." decak Arjuna, memijat ujung pangkal hidungnya.
(Susi, semoga kau bisa menerima keadaan dirimu. Apapun yang terjadi, kau wanita yang hebat. Bisa memilikimu, itu sudah cukup bagiku. Berbahagialah setelah ini, jangan merasa sendirian lagi.) batin Arjuna.
________
Senyum itu terus merekah dengan jemari yang saling menggenggam. Tenyata, nasib baik masih berpihak padanya.
__ADS_1
" Kau boleh tenang sekarang, istirahatlah. Setelah sampai nanti aku akan membangunkanmu," titah Arjuna, dengan penuh perhatian. Karena ia tau, Susi cukup lelah setelah menjalani pemeriksaan seharian.
Sebelah tangannya yang sedari tadi menggenggam jemari lentik itu, harus kembali memegang kemudi.
"Aku tidak tau, harus mengucapkan apa padamu. Semua ini, membuat semangatku bangkit. Aku seakan memiliki kekuatan lagi, untuk menghadapi dunia. Terima kasih, Ar." lirih Susi pada kalimat terakhirnya.
"Tidak kreatif." celetuk Arjuna, membuat tiga kerutan halus tercipta pada kening Susi.
" Apanya yang gak kreatif?" tanya Susi heran. Kenapa sepertinya tidak nyambung akan apa yang di katakan oleh pria gagah di depan kemudi itu.
"Cara pengucapan terimakasih yang biasa. Aku bahkan sudah sering mendengarnya darimu." seloroh Arjuna, membuat wanita di sebelahnya semakin bingung.
"Ambigu, apa sih maksudmu?" Susi, menggaruk kepalanya. Rasa kantuknya hilang seketika.
"Ck. Lambat." decak Arjuna, menanggapi cara berpikir Susi yang lama dan gak nyambung.
🐾Kamunya aja Bang, yang kagak jelas. Bilang sih maunya apa? Dah tau sebelahnya entu janda polos bin lugu.😏
Arjuna hanya menengok sekilas dengan senyum yang mengandung arti sesuatu.
"Hem, kau tertidur juga." gumam Arjuna, menoleh sekilas. Setelahnya ia kembali menatap kedepan. Berusaha mengendarai mobil dengan baik agar wanitanya dapat tidur tanpa gangguan. Untungnya, keadaan jalanan sore ini ramai lancar.
Drrrttt ...!
Benda pipih berlayar enam inchi itu bergetar di dashboard mobil. Arjuna meraih earphone, kemudian menyelipkan pada telinganya.
"Apa yang terjadi Walls?" Arjuna mengerutkan keningnya, mendengar penuturan sepupunya.
"Saham perusahaan Pradipta menurun, ada yang mempermainkan statistik dan poin." panik Walls.
"Bagaimana bisa?" geram Arjuna tertahan. Ia tetap berusaha fokus mengendarai Ferrarinya.
__ADS_1
"Ada meretas sistem mereka Bang, tekhnologinya hampir mirip dengan yang ku baca di sistem Don King-kong itu. Sulit ku tembus, secara keseluruhan." jelas Walls.
" Aku akan berusaha menghalau hacker mereka dari jauh. Jangan sampai ahli IT perusahaan Pradipta tau kode sistem kita, jika kita ingin membantu mereka terang-terangan." tambahnya.
"Lakukanlah. Aku percaya kemampuanmu. Mintalah bantuan pada Joy dan Better." saran Arjuna.
" Sudah Bang. Kami saat ini adalah tim sukses pernikahanmu kan." gurau Walls, dengan tawa meledek.
" Haih, kalian sampai membuat tim sukses." decak Arjuna tak habis pikir. Sepupu dan anak buahnya ternyata bisa kompak juga. Mereka bahkan begitu antusias dan bersemangat.
" Atur saja, kalian adalah punggawa terhebat ku. Jangan lupa, Milna pun berbakat. Wanita itu pernah belajar militer selama empat tahun.
" Ah, ya ... Tante cantik itu." gumam Walls yang terdengar oleh Arjuna.
"Tante! Jangan macam-macam kau anak badung! Fokus kerja!" Tegas Arjuna.
"Siap Bos!"
"Bagaimana keadaan kakak ipar?" terdengar kasak-kusuk tak jelas dari seberang telepon.
"Apa yang tengah bocah nakal itu lakukan?" gumam Arjuna.
"Bang, ada yang menghawatirkan kakak ipar, jawablah!" pekik Walls.
"Kakakmu baik-baik saja, Netta merekomendasikan kenalannya di Negara K. Setelah resmi menikah, kakak ipar mu akan menjalani pengobatan di sana." jelas Arjuna, tanpa sadar ada beberapa pasang telinga yang menguping di samping Walls.
"Jadi, Abang akan tinggal di sana selama pengobatan?" tanya Walls memastikan. Membuat kening kedua pria di sebelahnya ikut berkerut.
Eits ..., itu sapa yang pada nguping ya?
Penasaran?
__ADS_1
Cuss, tungguin lanjutannya abis buka ya😉
Bersambung>>>>