
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
Sejam kemudian, mereka pun keluar dari kamar mandi dengan raut wajah berbeda.
Arjuna dengan senyum berkembang sekebonnya, serta Susi dengan wajah cemberutnya. Wanita itu terus melengos, meski kedua tangannya erat melingkar pada leher kekar suaminya.
Susi yang terus menekuk wajahnya, membuat Arjuna terkekeh senang. Puas sekali ia mengerjai istrinya hari ini, sampai-sampai ingin rasanya menggigit bibir monyong lima senti itu.
Arjuna menurunkan Susi perlahan ke atas kasur. Lalu, ia naik dan berdiri dengan kedua lututnya. Mulailah sang suami yang sangat tau berterimakasih itu, mengeringkan rambut sang istri yang basah dengan handuk kecil.
๐พ Uh, So sweet deh ... mode ngebujuk on๐คฃ.
๐๐ฆ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ๐ข๐ฏ, ๐ฌ๐ข๐ฌ๐ช๐ฌ๐ถ ๐ด๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ช ๐จ๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ต๐ข๐ณ. ๐๐ฆ๐ด๐ฌ๐ช๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ช๐ข ๐ต๐ข๐ฌ ๐ด๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต ๐ฎ๐ช๐ด๐ด ๐๐ฆ๐ณ๐ฐ๐ฏ๐ช๐ค๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ฌ, ๐ด๐ฆ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข ๐ช๐ข ๐ต๐ข๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ต๐ฆ๐ณ๐ช๐ฎ๐ข๐ฌ๐ข๐ด๐ช๐ฉ. ๐๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ... ๐ข๐ฉ ๐ญ๐ถ๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ.
๐๐ณ๐ซ๐ถ๐ฏ๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฅ๐ช๐ฃ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ช๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ฏ, ๐ฅ๐ช๐ข ๐ญ๐ฆ๐ฃ๐ช๐ฉ ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ด๐ฆ๐จ๐ช ๐ข๐ฑ๐ข๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ฅ๐ช ๐ฃ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ช๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ฆ๐ค๐ฐ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ถ๐ด๐ถ๐ฌ ๐ช๐ต๐ถ.
Susi diam saja membiarkan Arjuna mengelap rambutnya. Kini pria itu menggendongnya ke depan meja rias, untuk mengeringkan rambut Susi dengan ๐ฉ๐ข๐ช๐ณ ๐ฅ๐ณ๐บ๐ฆ๐ณ.
๐พ Tangan lagi sakit bang, ya ampun ...
Kenapa jadi mbah surip toh?
Susi melihat pantulan perawakan gagah itu di cermin. Wajah yang terpahat begitu sempurna, tubuh atletis dengan postur proporsional.
Bagaimanapun, sebenarnya Susi menikmatinya juga. Setidaknya, ia cukup mengambil untung meskipun lelah pada akhirnya.
๐๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฉ, ๐ด๐ฆ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ข๐ญ๐ถ. ๐๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ช๐ฌ๐ฎ๐ข๐ต๐ช๐ฏ๐บ๐ข, ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ข๐ญ๐ช๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ข๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ญ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ. ๐๐ฑ๐ข๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ต๐ช๐ฌ๐ข ๐๐ณ, ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐ค๐ข๐ฑ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ช๐ต๐ถ ...
Susi meringis kala mengingat betapa ekspresif nya ia tadi. Bersikeras menolak, tapi desahannya terlepas kuat.
"Kenapa My Queen, apa terlalu panas?" Arjuna menghentikan aktivitasnya sejenak, kemudian melihat wajah natural itu di depan kaca.
"Ah, tidak. Hanya saja biar aku sendiri yang meneruskan. Kau berpakaian saja, sana." Susi mendorong wajah Arjuna yang sejak tadi terus mengedip genit padanya.
๐๐ณ๐ช๐ข ๐ช๐ต๐ถ ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฑ๐ข, ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ด๐ถ๐ฎ ๐ฃ๐ช๐ฏ ๐จ๐ฆ๐ฏ๐ช๐ต ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ช๐ต๐ถ? ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฌ๐ถ๐ต๐ฌ๐ข๐ฏ.
__ADS_1
Arjuna hanya tertawa kecil menerima pengusiran dari istrinya. Cukup sudah main-mainnya. Ia mulai merasa tak enak pada lengan atasnya.
Sepertinya, ada jahitannya yang lepas. Karena, dirinya telah beberapa kali mengangkat beban dengan menggendong Susi.
"Kenapa belum ganti baju juga, Ar?" protes Susi.
"Bajunya mana?" tanya Arjuna santai, ia hanya bersedekap serta memandang Susi dengan senyum.
๐๐ข๐ช๐ด๐ฉ, ๐ด๐ฆ๐ฏ๐บ๐ถ๐ฎ ๐ญ๐ข๐จ๐ช. ๐๐ช๐ฌ๐ช๐ต-๐ฅ๐ช๐ฌ๐ช๐ต ๐ด๐ฆ๐ฏ๐บ๐ถ๐ฎ, ๐ฃ๐ช๐ด๐ข-๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข๐ฃ๐ฆ๐ต๐ฆ๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ช๐ต๐ถ๐ด. ๐๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ณ๐ช๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ฐ๐ฏ๐ด๐ถ๐ฎ๐ด๐ช ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ช๐ด-๐ฎ๐ข๐ฏ๐ช๐ด. ๐๐ฉ, ๐จ๐ข๐ฑ๐ข๐ฑ๐ข ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ... ๐ต๐ฐ๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฉ๐ช๐ฅ๐ถ๐ฑ๐ฌ๐ถ ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ข๐ฉ๐ช๐ต.
Susi menyembunyikan senyumnya ketika membongkar koper Arjuna. Seketika matanya membelalak ketika tangannya mengambil kain segitiga, sarung dari pedang naga puspa.
Sekelebat ia pun ingat lagi rasanya, ketika pedang itu mengobrak-abrik Veronica-nya. Mendadak sesuatu di bawah sana, yang masih belum terbungkus apapun, berdenyut senat-senut.
Puk. Puk.
๐๐ช๐ญ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ช๐ฌ๐ช๐ณ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฐ๐ต๐ฐ๐ณ๐ฎ๐ถ, ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ช๐ฌ๐ถ๐ต๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ด๐ถ๐ฎ.
Susi beberapa kali memukul keningnya, dengan gulungan ๐ถ๐ฏ๐ฅ๐ฆ๐ณ๐ธ๐ข๐ณ๐ฆ yang ia pegang.
"Kenapa kau memukul keningmu dengan ini?" tanya Arjuna heran, seraya menunjuk benda di tangannya.
"Ah, itu. Lagi ngusir setan barusan," jawab Susi sekenanya, asal.
" Setan apa? Di hotel mana ada setan?" spontan Arjuna menengok ke kanan dan kiri.
"Ada ... tadi," sahut Susi sambil mencari baju dan celana untuk Arjuna pakai.
"Se-setan apa?" tanya Arjuna, sedikit panik. Seketika ia memegangi tengkuknya yang merinding.
๐พDih, bang malu ama otot๐ masa takut ama ketan.
"Katakan, setan apa?" cecar Arjuna, yang telah menggenggam bahu Susi.
"Setan mecum!" Susi mengatakannya sambil menyerahkan dua stell pakaian untuk Arjuna. Kemudian ia berlalu dengan kekehan kecilnya.
__ADS_1
"Maksud ... mu?"
๐พLola ih, kebanyakan sih๐คฃ
Kabooor ah ... nyusul Susi.
_______
Sementara itu, di waktu yang sama. Namun di lokasi yang berbeda.
๐๐ณ๐ช๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ฆ๐ฃ๐ข๐ญ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ด๐ฆ๐ซ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฅ๐ช๐ด๐ช๐ฏ๐ช?
Seorang pasien wanita, baru saja bangun. Efek dari injeksi penenang semalam.
"Nona, anda sudah bangun rupanya. Mari saya periksa dulu ya," sapa seorang perawat wanita yang baru saja masuk dengan ramah.
"Iya, Sus. Silakan," jawab pasien wanita berambut pendek itu.
Lalu, perawat itu memeriksa tensi, detak jantung serta kondisi lain dari pasien tersebut.
"Semuanya sudah stabil, tapi tunggu kabar dari Dokter ya. Semoga cepat sembuh, Nona. Apalagi, jika di temani oleh pacar setampan itu." Goda perawat itu sambil menunjuk kearah sofa.
Dimana, disana terdapat sesosok pria maskulin tengah tiduran. Mengenakan kemeja navy yang di gulung hingga siku. Matanya terpejam, dengan tangan bersedekap di depan dada.
๐๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฏ? ๐๐ฑ๐ข๐ฏ๐บ๐ข? ๐๐ฆ๐ฏ๐บ๐ฆ๐ฃ๐ข๐ญ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ช๐บ๐ข. ๐๐ฐ๐ฃ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ช๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ต๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐จ๐ข. ๐๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ต๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ฏ๐ช ๐ด๐ช๐ฉ, ๐ญ๐ถ๐ฎ๐ข๐บ๐ข๐ฏ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ... ๐ข๐ช๐ด๐ด๐ฉ ...
Pasien berambut pendek dengan kepala yang di perban itu, menggeleng pelan. Seakan mengusir bayangan aneh didalam pikirannya.
๐พSiapa sih mereka gais?
Couple baru kayaknya nih .
๐๐
Bersambung>>>>
__ADS_1