Aku Bukan Pemuas Ranjang

Aku Bukan Pemuas Ranjang
Couple-an Baru.


__ADS_3

๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ


Sejam kemudian, mereka pun keluar dari kamar mandi dengan raut wajah berbeda.


Arjuna dengan senyum berkembang sekebonnya, serta Susi dengan wajah cemberutnya. Wanita itu terus melengos, meski kedua tangannya erat melingkar pada leher kekar suaminya.


Susi yang terus menekuk wajahnya, membuat Arjuna terkekeh senang. Puas sekali ia mengerjai istrinya hari ini, sampai-sampai ingin rasanya menggigit bibir monyong lima senti itu.


Arjuna menurunkan Susi perlahan ke atas kasur. Lalu, ia naik dan berdiri dengan kedua lututnya. Mulailah sang suami yang sangat tau berterimakasih itu, mengeringkan rambut sang istri yang basah dengan handuk kecil.


๐Ÿพ Uh, So sweet deh ... mode ngebujuk on๐Ÿคฃ.


๐˜’๐˜ฆ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ณ. ๐˜”๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ข ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ด๐˜ด ๐˜๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ค๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ช๐˜ข ๐˜ต๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ. ๐˜›๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ... ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ.


๐˜ˆ๐˜ณ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ค๐˜ฐ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ.


Susi diam saja membiarkan Arjuna mengelap rambutnya. Kini pria itu menggendongnya ke depan meja rias, untuk mengeringkan rambut Susi dengan ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ช๐˜ณ ๐˜ฅ๐˜ณ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ณ.


๐Ÿพ Tangan lagi sakit bang, ya ampun ...


Kenapa jadi mbah surip toh?


Susi melihat pantulan perawakan gagah itu di cermin. Wajah yang terpahat begitu sempurna, tubuh atletis dengan postur proporsional.


Bagaimanapun, sebenarnya Susi menikmatinya juga. Setidaknya, ia cukup mengambil untung meskipun lelah pada akhirnya.


๐˜‰๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ. ๐˜’๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ. ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ˆ๐˜ณ, ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ค๐˜ข๐˜ฑ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ...


Susi meringis kala mengingat betapa ekspresif nya ia tadi. Bersikeras menolak, tapi desahannya terlepas kuat.


"Kenapa My Queen, apa terlalu panas?" Arjuna menghentikan aktivitasnya sejenak, kemudian melihat wajah natural itu di depan kaca.


"Ah, tidak. Hanya saja biar aku sendiri yang meneruskan. Kau berpakaian saja, sana." Susi mendorong wajah Arjuna yang sejak tadi terus mengedip genit padanya.


๐˜—๐˜ณ๐˜ช๐˜ข ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข, ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ต ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ? ๐˜”๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ต๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ.

__ADS_1


Arjuna hanya tertawa kecil menerima pengusiran dari istrinya. Cukup sudah main-mainnya. Ia mulai merasa tak enak pada lengan atasnya.


Sepertinya, ada jahitannya yang lepas. Karena, dirinya telah beberapa kali mengangkat beban dengan menggendong Susi.


"Kenapa belum ganti baju juga, Ar?" protes Susi.


"Bajunya mana?" tanya Arjuna santai, ia hanya bersedekap serta memandang Susi dengan senyum.


๐˜๐˜ข๐˜ช๐˜ด๐˜ฉ, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช. ๐˜‹๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต-๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ถ๐˜ฎ, ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข-๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ๐˜ด. ๐˜’๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ด๐˜ช ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช๐˜ด-๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช๐˜ด. ๐˜Œ๐˜ฉ, ๐˜จ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ... ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ช๐˜ต.


Susi menyembunyikan senyumnya ketika membongkar koper Arjuna. Seketika matanya membelalak ketika tangannya mengambil kain segitiga, sarung dari pedang naga puspa.


Sekelebat ia pun ingat lagi rasanya, ketika pedang itu mengobrak-abrik Veronica-nya. Mendadak sesuatu di bawah sana, yang masih belum terbungkus apapun, berdenyut senat-senut.


Puk. Puk.


๐˜๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ถ, ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฎ.


Susi beberapa kali memukul keningnya, dengan gulungan ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ธ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ yang ia pegang.


"Kenapa kau memukul keningmu dengan ini?" tanya Arjuna heran, seraya menunjuk benda di tangannya.


"Ah, itu. Lagi ngusir setan barusan," jawab Susi sekenanya, asal.


" Setan apa? Di hotel mana ada setan?" spontan Arjuna menengok ke kanan dan kiri.


"Ada ... tadi," sahut Susi sambil mencari baju dan celana untuk Arjuna pakai.


"Se-setan apa?" tanya Arjuna, sedikit panik. Seketika ia memegangi tengkuknya yang merinding.


๐ŸพDih, bang malu ama otot๐Ÿ˜ masa takut ama ketan.


"Katakan, setan apa?" cecar Arjuna, yang telah menggenggam bahu Susi.


"Setan mecum!" Susi mengatakannya sambil menyerahkan dua stell pakaian untuk Arjuna. Kemudian ia berlalu dengan kekehan kecilnya.

__ADS_1


"Maksud ... mu?"


๐ŸพLola ih, kebanyakan sih๐Ÿคฃ


Kabooor ah ... nyusul Susi.


_______


Sementara itu, di waktu yang sama. Namun di lokasi yang berbeda.


๐˜—๐˜ณ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช?


Seorang pasien wanita, baru saja bangun. Efek dari injeksi penenang semalam.


"Nona, anda sudah bangun rupanya. Mari saya periksa dulu ya," sapa seorang perawat wanita yang baru saja masuk dengan ramah.


"Iya, Sus. Silakan," jawab pasien wanita berambut pendek itu.


Lalu, perawat itu memeriksa tensi, detak jantung serta kondisi lain dari pasien tersebut.


"Semuanya sudah stabil, tapi tunggu kabar dari Dokter ya. Semoga cepat sembuh, Nona. Apalagi, jika di temani oleh pacar setampan itu." Goda perawat itu sambil menunjuk kearah sofa.


Dimana, disana terdapat sesosok pria maskulin tengah tiduran. Mengenakan kemeja navy yang di gulung hingga siku. Matanya terpejam, dengan tangan bersedekap di depan dada.


๐˜›๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ? ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข? ๐˜”๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜บ๐˜ข. ๐˜Š๐˜ฐ๐˜ฃ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ด๐˜ข๐˜ข๐˜ต ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ซ๐˜ข๐˜จ๐˜ข. ๐˜’๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ, ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ... ๐˜ข๐˜ช๐˜ด๐˜ด๐˜ฉ ...


Pasien berambut pendek dengan kepala yang di perban itu, menggeleng pelan. Seakan mengusir bayangan aneh didalam pikirannya.


๐ŸพSiapa sih mereka gais?


Couple baru kayaknya nih .


๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š


Bersambung>>>>

__ADS_1


__ADS_2