
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
Malam pengantin kini mereka habiskan di hotel berbintang. Di kamar khusus dengan dekorasi yang spesial. Taburan kelopak bunga yang di tebar di sepanjang luas area lantai kamar. Hingga, di atas tempat tidur berukurang king size. Wangi harum semerbak yang berasal dari lilin aroma terapi yang menenangkan membuat rileks seluruh syaraf yang menegang.
Sayangnya bukan menegang karena memikirkan untuk menjebol gawang, apalagi sesi belah membelah duren montong. Syaraf dan urat keduanya menegang kaku, karena di sebabkan kejadian yang tidak terduga dari pasukan elit para eks partner.
Joy gusar pasalnya sudah hampir satu jam Milna tak kunjung keluar dari kamar mandi. Ia tau jika istrinya itu tengah tertekan rasa malu dan kekagetan juga. Pasalnya, selama ini mungkin Milna hanya sekedar tau jika dirinya suka bergonta-ganti wanita.
Tanpa Milna tau jika para partner bercintanya adalah wanita-wanita berkelas. Joy pun bahkan baru sadar, jika para wanitanya telah terobsesi padanya.
๐๐ข, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ญ๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ฅ๐ถ๐ฏ๐ช๐ข๐ฌ๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข. ๐๐ข๐ญ๐ช๐ข๐ฏ-๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ถ๐ฏ๐ช๐ข๐ฌ๐ถ ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ช๐ฏ๐ช. ๐๐ข๐ด๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ. ๐๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ข๐ฑ ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฐ๐ท๐ฆ๐ณ๐ต๐ฉ๐ช๐ฏ๐ฌ๐ช๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช๐ข๐ฏ ๐ต๐ข๐ฅ๐ช. Joy mengusap wajahnya kasar, karena hatinya sungguh gusar saat ini. Ia pun berdiri kemudian menghampiri pintu kamar mandi tersebut.
" Na! Apa kau masih lama di dalam?" panggil Joy seraya mengetuk beberapa kali.
Tiga detik, lima detik, hingga sepuluh detik. Tak juga ada sahutan dari dalam. Hingga tangannya kembali mengetuk dengan lebih kencang.
" Apa yang dia lakukan? Kenapa tidak ada suara apapun." Joy menempelkan telinganya pada daun pintu. Memang benar, tidak ada suara gemericik air pertanda orang sedang mandi.
__ADS_1
Hingga tanpa sengaja Joy memutar kenop pintu yang dipegangnya. " Lho, kok gak di kunci? Yang benar saja, apa Milna lupa?" Joy memutar kenop pintu tersebut kemudian ia melangkahkan kakinya perlahan untuk masuk ke dalam. Betapa kagetnya Joy ketika ia mendapati sosok yang dikhawatirkannya, tengah terbaring di dalam bathtub yang berisi air hingga sebatas leher.
" Oh God! Milna! Apa yang kau lakukan?" pekik Joy kaget. Ia pun segera memeriksa keadaan istrinya itu.
"Kenapa kau bisa tidur di sini sayang?" gumam Joy berbicara seorang diri, Joy menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya. Ia menepuk pelan kedua pipi Milna beberapa kali akan tetapi istrinya tersebut tetap tidak bangun. Kemudian Joy mengangkat tubuh Milna yang polos tanpa sehelai kain pun itu ke dalam gendongannya. Seketika Joy menelan ludahnya kasar.
Bahkan dirinya menahan nafas saat itu juga. Bagaimana tidak, karena ini pertama kalinya ia melihat tubuh Milna yang bagaikan bayi baru lahir. Apalagi tubuh itu basah dan sangat wangi. Oh sungguh cobaan berat bagi seorang pria normal yang berstatus suami macam dirinya. Joy pun segera memindahkan tubuh istrinya itu secara perlahan ke atas tempat tidur.
Kemudian ia menyeka tubuh basah itu dengan selembar handuk. "Ya Tuhan, Kenapa cobaan di malam pertamaku seperti ini? dia berulang kali melarangku untuk menyentuh tubuhnya, sebelum kesepakatan di antara kami berdua menemukan titik temu. Lalu, kenapa aku harus menyaksikan kenyataan ini di hadapanku? Kenapa juga istriku harus tertidur di kamar mandi? Apa kau sedang meledekku Tuhan?" protes Joy sambil bergumam pelan.
"Maaf ya Na. Aku tidak bisa berlama-lama memandang tubuh indahmu. Aku bisa saja menahan imanku, akan tetapi aku tidak berjanji dapat mengendalikan nagaku. Dia pernah merasakannya sekali, dan saat itu adalah saat di mana aku tidak akan pernah bisa melupakannya seumur hidup. Karena kejadian itulah, kita dipersatukan. Juga karena kejadian yang tidak disengaja itulah, kita akan segera memiliki dua bayi. Sungguh ini semua di luar nalarku, bahkan aku tidak pernah memimpikannya sekalipun." Joy terus berbicara pelan sambil duduk di samping Milna.
" Manusia bebas sepertiku, anti dengan semua ini. Menikah dan juga akan memiliki anak-anak. Berkeluarga serta berkomitmen dengan seseorang adalah hal yang paling aku jauhi selama ini. Hal yang paling aku hindari dan jujur saja hal ini dulu adalah hal yang paling kubenci. Tapi lihatlah kini, Tuhan justru menjadikan hal yang paling kubenci nyata dan harus kujalani. Ku akui jika diriku bukanlah pria baik-baik. Aku sudah banyak menghabisi nyawa orang lain dengan kedua tanganku. Aku juga sudah banyak meniduri wanita. Bermain dengan mereka bergonta ganti setiap waktu." Joy seakan sedang mengakui dosa di hadapan istrinya yang tengah tertidur.
" Aku tidak tahu apa itu cinta karena aku tidak pernah merasakannya selama ini. Akan tetapi, ketika perbuatanku telah merugikan seseorang, dan itu adalah dirimu. Entah kenapa, aku tidak bisa lari begitu saja. Karena jika itu kulakukan, aku merasa menjadi manusia yang paling jahat di muka bumi. Karena seorang Joy tidak akan melakukan suatu perbuatan tanpa alasan yang jelas. Meski kedua tangan ini pernah bersimbah darah, akan tetapi aku jamin jika darah itu bukan milik manusia baik-baik." Joy menghentikan kalimatnya sejenak. Kemudian ia menghirup udara dalam.
" Ketika aku tanpa sengaja menodaimu, menumpahkan darah yang berasal dari keperawananmu. Pada saat itulah aku merasa sangat bersalah, sangat jahat, dan sangat egois. Berawal dari niat hati untuk menebus kesalahan, berakhir ingin melindungimu dan bersamamu selamanya. Apalagi saat ini kau adalah ibu dari anak-anakku. Secara tidak langsung kau telah mengubahku dari seorang pria yang tidak memiliki kepastian dalam hidupnya. Menjadi memiliki sebuah harapan di masa depannya. Kau telah mengubah monster ini menjadi seorang ayah dan juga seorang suami. Kau tahu? jika kedua hal itu tidak pernah terpikirkan dalam hidupku." Joy menciptakan sebuah lengkungan lebar di wajahnya.
__ADS_1
Ia menatap wajah Milna yang tenang dan begitu teduh dalam lelapnya. Sungguh di luar dugaannya jika saat ini dirinya telah memperistri wanita yang selalu dimusuhinya. Wanita yang sangat galak dan berani. Yang selama ini ternyata telah menutupi kecantikannya dengan berdandan asal-asalan..
Dia merasakan sesuatu yang aneh mengalir dalam hatinya, dadanya bedentum dan berdebar dengan keras. Ketika memandang wajah di hadapannya dengan tatapan dalam. Tanpa sadar Joy memajukan wajahnya, kemudian dirinya melabuhkan kecupan dalam di kening Milna.
'Entah dari mana datangnya perasaan ini? Ku akui jika saat ini aku telah menyayangimu. Aku berjanji akan melindungimu dari apapun itu. Jangan pernah mengkhawatirkan masa laluku. Karena di masa depan, aku adalah milikmu seorang. Bagaimanapun bentuk dan rupa para wanita di masa laluku, kaulah pemenangnya, duhai Si Gadis rata.' Joy terus melebarkan senyumnya lantaran mendengar kata-kata dalam hatinya.
Joy kemudian bejalan ke depan jendela. Memandang keluar masih dengan senyum tersungging di wajah mulus maskulinnya itu.
"Kenapa aku jadi seperti orang gila begini ya? perasaan aneh yang belum pernah kurasakan. perasaan damai dan tenang datang secara bersamaan. Aku berharap kau tidak pernah meninggalkanku Na. Kau telah menjadi seseorang yang berarti dalam hidupku. Aku ingin selamanya kau berada dalam genggamanku." Gumamnya penuh harap.
"Karena kau milikku. Kau tidak boleh pergi. Aku tidak ingin anak-anakku mengalami apa yang pernah kurasakan dulu. Aku tidak ingin anak-anak dilema ketika diharuskan memilih satu diantara kedua orang tuanya. Aku akan berjuang untuk meluluhkan hatimu. Membuka pintu hatimu yang terkunci agar kau mau menerimaku. Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku, meski ku tahu itu tidak akan mudah. Akan tetapi aku tidak akan menyerah." Joy menoleh sesaat pada Milna yang masih berbaring tenang. Hingga pada akhirnya Ia memutuskan untuk tidur di sofa yang panjang.
Sementara itu,Milna tidur sendiri di atas tempat tidur berukuran King size yang mewah. Karena jika dirinya juga tidur di sana, Joy takut tidak bisa menahan diri karena lupa. Sungguh malam pertama yang aneh bagi pasangan yang baru saja merubah statusnya. Dari musuh bebuyutan menjadi suami istri.
Ckckkckck ...
Bersambung>>>>>
__ADS_1