
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
Minggir, aku akan menghampiri wanita ku!" Domino melewati si pria bertato rangkaian kembang kurung batang itu.
"Heh? Wanita?" Pria berotot itu menggaruk kepala tak gatalnya, bingung.
Brakk!
Domino mendobrak pintu kamar.
"Selamat datang ke istanaku, can ... tik ...,"
"Hei!"
"Kau!"
Keduanya saling bertatapan dan melongo.
" Kenapa ... kenapa kau ada di kamar pribadiku!" teriak Don Domino menggelegar. Bahkan para tikus di area villa itu yang tengah keluar mencari nafkah, kini lari tunggang langgang kembali ke sarang.
Korban penangkapan anak buah Domino itu berusaha bangun, sambil memegangi kepalanya yang sedikit pusing.
"Seharusnya, aku yang bertanya. Kenapa kau membawaku kemari! Apa kau sedang berpindah jalur sekarang?" herannya. Dengan sebelah alis yang terangkat, sudut bibirnya membentuk seringai meledek.
๐๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช๐ด๐ช๐ฏ๐ช, ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ณ๐ต๐ช ๐ค๐ข๐ญ๐ฐ๐ฏ ๐ช๐ด๐ต๐ณ๐ช๐ฌ๐ถ ... ๐ฎ๐บ ๐๐ถ๐ฆ๐ฆ๐ฏ, ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ-๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ ๐ด๐ข๐ซ๐ข.
Tenaganya seketika pulih dan lelahnya sirna, ia akan memanfaatkan kejadian ini untuk menaklukkan Don selamanya.
๐๐ณ๐ข๐ฏ๐จ-๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ถ ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ข๐ฌ ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข ๐ญ๐ข๐จ๐ช. ๐๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ข๐ฌ๐ฉ๐ช๐ณ ๐ฌ๐ช๐ด๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐๐ฐ๐ฏ ๐๐ถ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ข๐ถ ๐ต๐ข๐ฏ๐ข๐ฉ.
Arjuna melakukan peregangan pada leher dan bahunya. Bagaimanapun, ia akan membuat hari ini adalah yang terakhir bagi Domino.
๐๐ฏ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ถ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ท๐ณ๐ฆ๐ต ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช๐ข๐ฏ! ๐๐ช๐ด๐ข-๐ฃ๐ช๐ด๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ถ๐ญ๐ช๐ฌ ๐ค๐ข๐ญ๐ฐ๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐ต๐ช๐ฏ ๐ฑ๐ณ๐ช๐ข!
๐๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ฑ๐ช๐ฌ๐ช๐ณ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ข๐ต๐ญ๐ฆ๐ต ๐ข๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ณ ๐ฉ๐ข๐ฉ!
Pria paruh bawa dengan kimono itu menyugar rambutnya kemudian ... Brakk!!
Daun pintu yang tak punya salah apapun menjadi sasaran dari amukannya.
__ADS_1
"Beraninya kau mempermainkan ku! Untuk mengurangi malu, Domino melempar kesalahan pada korbannya.
"Rupanya kau hendak menggali kuburan mu sendiri kesini, hahaha ....!"
"Baiklah ... baiklah, kau akan ku habisi, lalu aku akan menjadi pengantin pengganti. Eh, macam judul novel saja." Don, berkelakar disusul dengan tawanya yang menggelegar.
" Jangan mimpi kau, kadal burik bau tanah!" Teriak Arjuna di susul serangan demi serangan dari keduanya.
Maka terjadilah duel di dalam kamar yang lumayan luas itu. Meski sudah berumur, ternyata tenaga Domino masih sangat prima.
Ketua klan Durex itu memang pandai menjaga performa tubuhnya. Hingga bentukan otot itu masih bertengger dengan gagah di badannya.
Don melepas piyamanya, kini nampaklah raganya dengan otot-otot yang masih nampak perkasa.
๐๐ช๐ฉ, ๐ด๐ช ๐ฌ๐ฐ๐ฎ๐ฐ๐ฅ๐ฐ ๐ต๐ถ๐ข ๐ช๐ต๐ถ. ๐๐ฑ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ต๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ข๐ฎ๐ฆ๐ณ ๐ฐ๐ต๐ฐ๐ต ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฌ๐ถ?
๐๐ข๐ช๐ฌ๐ญ๐ข๐ฉ, ๐ญ๐ถ ๐ซ๐ถ๐ข๐ญ ๐จ๐ถ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ช.
Sreeekkk!
Arjuna pun merobek kemeja atasannya.
๐พGak di robek emang gak bisa bang?( Otor)
๐พ๐ (Otor, kabuuuurr)
Hingga menampilkan apa yang selama ini hanya bisa di bayangkan oleh readers.
Dada bidang berotot dengan roti kombinasi delapan kotak. Pinggang yang terbentuk ramping membuat body proporsional nan gagah itu terlihat sempurna.
Mereka berdua pun bergaya bak binaraga. Bayangkan saja mereka laksana duet iklan susu Elmen.
Setelah adegan pamer otor dan bentuk tubuh, mereka kembali adu jurus dan banting membanting.
Keadaan di kamar itu sudah sangat berantakkan.
Anak buah Don, yang berada di bawah mulai curiga. Ketika telinga mereka menangkap suara-suara benda yang saling membentur.
"Apa yang sebenarnya, Don lakukan di atas?"
__ADS_1
"Entahlah. Kita semua sudah di wanti-wanti agar tak mendekat apapun yang terjadi."
"Apa, Don menyukai ..." Pengawal itu menggaruk kepalanya ragu-ragu.
"Sudah, kita teruskan lagi battle FF nya. " Jika butuh bantuan, Don pasti memanggil kita."
Kedua pengawal itu pun kembali meneruskan kegiatan mereka. Mengabaikan suara gemuruh nan riuh di lantai atas.
Sementara itu di kamar, Domino terengah-engah. Tubuhnya terjengkang menabrak meja rias.
Blakk!
Arjuna menutup pintu kamar tersebut. Inilah saat baginya untuk menghabisi Domino selamanya.
๐๐ฏ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ถ๐ข๐ฉ ๐ด๐ช๐ข๐ญ๐ข๐ฏ!
๐๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข!
๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข, ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ๐ถ!
Domino tersudut, keadaannya nampak terlihat kelelahan. Namun, pria paruh baya itu masih berusaha berdiri. Meski, hidung dan sudut bibirnya telah mengeluarkan cairan berwarna merah.
"Kau masih sanggup berdiri rupanya, tua bangka!" ejek Arjuna dengan cengiran yang meremehkan.
"Ini belum seberapa, jangan banyak lagak kau!" Lalu Domino pun kembali melakukan serangan.
๐๐ข๐ถ ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฏ ๐ถ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ, ๐ฌ๐ฐ๐ฎ๐ฐ๐ฅ๐ฐ ๐ต๐ถ๐ข.
Arjuna menangkis dan menyerang balik, memutar tubuh Domino lalu mendorongnya ke dinding. Ia sengaja memancing emosi Domino, agar pria paruh baya itu kehabisan tenaga.
Bruakk!!
"Sudah di ujung ajal, masih saja kau tak sadar diri, Pak tua!" Arjuna semakin menekan tubuh Domino ke dinding
"Beraninya kau melakukan ini padaku! Hendak mencuri pengantinku! Jangan mimpi!" Arjuna membalik tubuh Domino lalu mencengkeram leher pria paruh baya itu.
Domino menyeringai, meski napasnya sudah tercekat. Kedua tangannya menahan lengan perkasa Arjuna, yang menekannya penuh emosi. Seluruh urat mencuat kebiruan dari leher hingga pelipis Domino.
"K-kau ... harus, merasakan ... a-apa yang, ku-kurasakan," Terbata Domino berusaha mengucapkan kata-katanya.
__ADS_1
Dugghh!!
Bersambung>>>>