Aku Bukan Pemuas Ranjang

Aku Bukan Pemuas Ranjang
Duel El-Men.


__ADS_3

๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ


Minggir, aku akan menghampiri wanita ku!" Domino melewati si pria bertato rangkaian kembang kurung batang itu.


"Heh? Wanita?" Pria berotot itu menggaruk kepala tak gatalnya, bingung.


Brakk!


Domino mendobrak pintu kamar.


"Selamat datang ke istanaku, can ... tik ...,"


"Hei!"


"Kau!"


Keduanya saling bertatapan dan melongo.


" Kenapa ... kenapa kau ada di kamar pribadiku!" teriak Don Domino menggelegar. Bahkan para tikus di area villa itu yang tengah keluar mencari nafkah, kini lari tunggang langgang kembali ke sarang.


Korban penangkapan anak buah Domino itu berusaha bangun, sambil memegangi kepalanya yang sedikit pusing.


"Seharusnya, aku yang bertanya. Kenapa kau membawaku kemari! Apa kau sedang berpindah jalur sekarang?" herannya. Dengan sebelah alis yang terangkat, sudut bibirnya membentuk seringai meledek.


๐˜’๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช, ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜ค๐˜ข๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ณ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ ... ๐˜ฎ๐˜บ ๐˜˜๐˜ถ๐˜ฆ๐˜ฆ๐˜ฏ, ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ-๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข.


Tenaganya seketika pulih dan lelahnya sirna, ia akan memanfaatkan kejadian ini untuk menaklukkan Don selamanya.


๐˜–๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ-๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ต๐˜ช ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช. ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ณ ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ด๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜‹๐˜ฐ๐˜ฏ ๐˜‘๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฉ.


Arjuna melakukan peregangan pada leher dan bahunya. Bagaimanapun, ia akan membuat hari ini adalah yang terakhir bagi Domino.


๐˜ˆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ท๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ต ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ! ๐˜‰๐˜ช๐˜ด๐˜ข-๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ถ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ค๐˜ข๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ช๐˜ข!


๐˜”๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ณ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ข๐˜ต๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ต ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฉ!


Pria paruh bawa dengan kimono itu menyugar rambutnya kemudian ... Brakk!!


Daun pintu yang tak punya salah apapun menjadi sasaran dari amukannya.

__ADS_1


"Beraninya kau mempermainkan ku! Untuk mengurangi malu, Domino melempar kesalahan pada korbannya.


"Rupanya kau hendak menggali kuburan mu sendiri kesini, hahaha ....!"


"Baiklah ... baiklah, kau akan ku habisi, lalu aku akan menjadi pengantin pengganti. Eh, macam judul novel saja." Don, berkelakar disusul dengan tawanya yang menggelegar.


" Jangan mimpi kau, kadal burik bau tanah!" Teriak Arjuna di susul serangan demi serangan dari keduanya.


Maka terjadilah duel di dalam kamar yang lumayan luas itu. Meski sudah berumur, ternyata tenaga Domino masih sangat prima.


Ketua klan Durex itu memang pandai menjaga performa tubuhnya. Hingga bentukan otot itu masih bertengger dengan gagah di badannya.


Don melepas piyamanya, kini nampaklah raganya dengan otot-otot yang masih nampak perkasa.


๐˜Š๐˜ช๐˜ฉ, ๐˜ด๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ฅ๐˜ฐ ๐˜ต๐˜ถ๐˜ข ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ. ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ ๐˜ฐ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ต ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ?


๐˜‰๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ข๐˜ญ ๐˜จ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช.


Sreeekkk!


Arjuna pun merobek kemeja atasannya.


๐ŸพGak di robek emang gak bisa bang?( Otor)


๐Ÿพ๐Ÿ˜ (Otor, kabuuuurr)


Hingga menampilkan apa yang selama ini hanya bisa di bayangkan oleh readers.


Dada bidang berotot dengan roti kombinasi delapan kotak. Pinggang yang terbentuk ramping membuat body proporsional nan gagah itu terlihat sempurna.


Mereka berdua pun bergaya bak binaraga. Bayangkan saja mereka laksana duet iklan susu Elmen.


Setelah adegan pamer otor dan bentuk tubuh, mereka kembali adu jurus dan banting membanting.


Keadaan di kamar itu sudah sangat berantakkan.


Anak buah Don, yang berada di bawah mulai curiga. Ketika telinga mereka menangkap suara-suara benda yang saling membentur.


"Apa yang sebenarnya, Don lakukan di atas?"

__ADS_1


"Entahlah. Kita semua sudah di wanti-wanti agar tak mendekat apapun yang terjadi."


"Apa, Don menyukai ..." Pengawal itu menggaruk kepalanya ragu-ragu.


"Sudah, kita teruskan lagi battle FF nya. " Jika butuh bantuan, Don pasti memanggil kita."


Kedua pengawal itu pun kembali meneruskan kegiatan mereka. Mengabaikan suara gemuruh nan riuh di lantai atas.


Sementara itu di kamar, Domino terengah-engah. Tubuhnya terjengkang menabrak meja rias.


Blakk!


Arjuna menutup pintu kamar tersebut. Inilah saat baginya untuk menghabisi Domino selamanya.


๐˜ˆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ!


๐˜’๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข!


๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข, ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ!


Domino tersudut, keadaannya nampak terlihat kelelahan. Namun, pria paruh baya itu masih berusaha berdiri. Meski, hidung dan sudut bibirnya telah mengeluarkan cairan berwarna merah.


"Kau masih sanggup berdiri rupanya, tua bangka!" ejek Arjuna dengan cengiran yang meremehkan.


"Ini belum seberapa, jangan banyak lagak kau!" Lalu Domino pun kembali melakukan serangan.


๐˜’๐˜ข๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ฅ๐˜ฐ ๐˜ต๐˜ถ๐˜ข.


Arjuna menangkis dan menyerang balik, memutar tubuh Domino lalu mendorongnya ke dinding. Ia sengaja memancing emosi Domino, agar pria paruh baya itu kehabisan tenaga.


Bruakk!!


"Sudah di ujung ajal, masih saja kau tak sadar diri, Pak tua!" Arjuna semakin menekan tubuh Domino ke dinding


"Beraninya kau melakukan ini padaku! Hendak mencuri pengantinku! Jangan mimpi!" Arjuna membalik tubuh Domino lalu mencengkeram leher pria paruh baya itu.


Domino menyeringai, meski napasnya sudah tercekat. Kedua tangannya menahan lengan perkasa Arjuna, yang menekannya penuh emosi. Seluruh urat mencuat kebiruan dari leher hingga pelipis Domino.


"K-kau ... harus, merasakan ... a-apa yang, ku-kurasakan," Terbata Domino berusaha mengucapkan kata-katanya.

__ADS_1


Dugghh!!


Bersambung>>>>


__ADS_2