
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
Vanish, tergagap mendapat serangan pertanyaan dari Susi. Gadis itu hanya bisa tersenyum datar.
"Kita makan yuk, Kak!" ajaknya pada Susi. Daripada dirinya harus menjawab pertanyaan yang dia sendiri pun tengah bingung mengartikannya.
" Haih, kenapa kau mengalihkan pembicaraan. Pokoknya, kamu hutang penjelasan sama aku, awas aja kalo gak cerita." Sambil melangkah, Susi terus saja mencecar Vanish. Membuat gadis itu meringis.
"Sayang, duduklah. Biar aku ambilkan makanan untukmu." Arjuna membalik piring lalu mulai menyendok nasi. Aksinya itu, tak luput dari perhatian empat orang di hadapannya.
Mereka hanya bisa melongo tanpa kedip, mungkin bernapas pun tidak.
"Aku pesankan beberapa makanan kesukaanmu, kau mau yang mana?" tanya Arjuna, tangannya melayang di atas meja, sembari menunggu jawaban dari istrinya itu.
" Aku mau sambal cumi, tumis genjer sama bakwan udang," sahut Susi santai. Tanpa ia sadari, beberapa pasang mata di depan menatapnya kagum.
๐๐ฆ๐ซ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ, ๐ต๐ถ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐บ๐ข๐ฏ๐ช ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ? ๐๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฎ๐ข๐ด๐ถ๐ฌ ๐ต๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข-๐ต๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข, ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ธ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ต๐ช ๐ท๐ช๐ณ๐ถ๐ด ๐๐ช๐๐๐ฃ? (Joy)
๐๐ถ๐ข๐ฏ, ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ต๐ข๐ฌ๐ถ๐ต ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข, ๐ธ๐ช๐ฃ๐ข๐ธ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ซ๐ข๐ต๐ถ๐ฉ. ๐๐ข๐ฅ๐ข๐ฉ๐ข๐ญ,๐ฅ๐ช๐ด๐ช๐ฏ๐ช ๐ฎ๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช. ๐๐ฏ๐ฅ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ-๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ ๐ญ๐ถ๐ข๐ณ ๐ฃ๐ช๐ข๐ด๐ข, ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐จ๐ข ๐ธ๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ญ๐ถ๐ข๐ณ ๐ฃ๐ช๐ข๐ด๐ข. (Better)
๐๐ข๐ฌ๐ข๐ฌ ... ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ช๐ณ๐ช ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฎ๐ถ. ๐๐ข๐ข ... ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฎ๐ข๐ถ ๐ฏ๐ช๐ฌ๐ข๐ฉ! (Vanish)
๐๐ฐ๐ด, ๐ฃ๐ช๐ด๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข ๐ฌ๐ฐ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ด๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ต๐ช๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ต ๐ฌ๐ฆ๐ฃ๐ถ๐ค๐ช๐ฏ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข! ๐๐ข๐ฏ๐ต๐ข๐ด๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ช๐ต๐ถ ๐ฅ๐ช ๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ฅ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช! ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข ๐ด๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฉ ๐ต๐ฆ๐จ๐ข! (Milna)
"Makanlah, kalian tidak akan kenyang jika hanya memandangi kami." Dengan santai, Arjuna memberi perintah yang sekaligus membongkar kelakuan para anak buahnya.
Hingga, membuat mereka berempat tersedak berjama'ah. Padahal, belum juga makan apa-apa. Semua karena ulah pak bos yang seenaknya membongkar kelakuan minus akhlak anak buah, padahal mereka pikir sang bos tidak memperhatikan.
Karena yang mereka lihat, Arjuna hanya sibuk melayani istri tercintanya. Mengambilkan ini dan itu, menawarkan minum, menyeka keringat, lalu mengelus perut. Seakan di meja makan ini, hanya ada mereka berdua.
"Duh, kalian kompak banget deh. Sampe keselek aja barengan gitu," sindir Susi. Kemudian ia tersenyum. Pasalnya, ia juga menyadari, kalau sejak tadi mereka berempat itu terpana melihat setiap tingkah laku manis suaminya.
"Menikah saja," timpal Arjuna, seraya memasukkan makanan ke dalam mulutnya, santai.
"Uhukk ... Uhukk!!" Kali ini bukan lagi tersedak, akan tetapi mereka bertiga benar-benar sudah tercekik udara. Namun, tidak dengan satu orang. Gadis itu justru tersenyum, karena itu adalah impian sederhananya.
"Vanish sepertinya sudah siap tuh, dari tadi senyum-senyum aja," goda Susi. Membuat Vanish memasukkan makanan banyak-banyak ke mulutnya.
"Hei, makannya pelan-pelan saja," ucap Better pelan. Melihat kedua pipi Vanish yang menggembung, membuat sebuah lengkungan sabit tercetak dari kedua sudut bibirnya.
__ADS_1
๐๐ฆ๐ต๐ต๐ฆ๐ณ ๐ด๐ฆ๐ฏ๐บ๐ถ๐ฎ. ๐๐ช๐ญ๐ข๐ฌ! ๐๐ฆ๐ซ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ข ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ช๐ด ๐ช๐ต๐ถ ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ข๐ฏ?
Joy tanpa sadar memperhatikan ekspresi sahabatnya itu ketika melihat asistennya.
๐๐ช๐ฌ๐ข๐ด๐ช ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ค๐ข๐ฏ๐ต๐ช๐ฌ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ด๐ช ๐ด๐ข๐ซ๐ข, ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฆ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ช๐ณ๐ช๐ฌ. ๐๐ฉ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ค๐ถ๐ฎ๐ข ๐ค๐ฆ๐ธ๐ฆ๐ฌ ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ฆ๐ฌ, ๐ฑ๐ฆ๐ด๐ฆ๐ฌ, ๐ฌ๐ถ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐จ๐ช๐ป๐ช ๐จ๐ช๐ต๐ถ. ๐๐ฐ๐ฌ, ๐ฅ๐ช๐ข ๐ด๐ถ๐ฌ๐ข?
Joy, terus berspekulasi dengan pikirannya. Tanpa sadar ia memotong, daging dengan posisi yang salah.
"Hei, Bung! Pisau mu terbalik, tuh!" tegur Milna. Suara cemprengnya, membuat Joy menoleh seketika. Lalu ia melongo ke bawah.
"Hei, di atas piring mu!" cetusnya. Seraya menunjuk benda yang di genggam oleh tangan kanannya.
"Ekhm, ya. Aku tau." Joy menjawab dengan ketus, demi menutupi rasa malunya. Kemudian, ia memasukkan daging ๐ฌ๐๐๐ฎ๐ช panggang itu ke dalam mulut, tanpa memotongnya.
๐๐ช๐ข๐ญ, ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐ฌ๐ฆ ๐ฃ๐ข๐ธ๐ข๐ฉ ๐ค๐ฆ๐ญ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ๐ถ. ๐๐ฐ๐ฅ๐ฐ๐ฉ! ๐๐ฆ๐ฎ๐ข๐ญ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ!
Joy, terus saja mengumpati dirinya sendiri dalam hati.
" Kapan kalian siap?" tanya Arjuna, yang secara tiba-tiba membuyarkan konsentrasi empat orang di hadapannya.
๐๐ฏ๐ช, ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ซ๐ข ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ซ๐ข ๐ฆ๐ฌ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ถ๐ด๐ช? ๐๐ฆ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ต๐ข๐ฅ๐ช ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฉ๐ฐ๐ณ๐ฐ๐ณ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ๐ฆ๐ต.
Tak ada satupun yang menjawab, Joy dan Better saling melempar perintah lewat tatapan mereka.
"Bet, sepertinya Vanish siap nikah muda. Bagaimana kalau kalian saja yang duluan?" tanya Susi, membuat Vanish tersedak spaghetti yang baru saja di suapnya.
๐๐ข๐ฌ, ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ข๐ต๐ช ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ต๐ฆ๐ณ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ค๐ข๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ณ ๐ฎ๐ข๐ญ๐ถ.
"Minumlah." Better menyodorkan segelas air pada Vanish, ia pun meraihnya. Lalu, pria itu menepuk punggungnya pelan.
๐๐ฐ๐ด, ๐ต๐ฐ๐ญ๐ฐ๐ฏ๐จ ๐ซ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฉ๐ข๐ต๐ช๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ฏ๐ช. ๐๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ, ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ง๐ข๐ฉ๐ข๐ฎ.
"Nah, 'kan. Better sudah cocok menjadi suami siaga tuh!" celetuk Susi, dengan senyum jahilnya. Senang sekali ia menggoda sahabatnya. Padahal, wajah mereka berdua telah memerah bagaikan udang rebus.
"Kak ...," Vanish meringis, pelan. Memberi kode agar Susi tidak mengungkit lagi masalah perasaan hati ini. Ia ingin, semua berjalan pelan-pelan saja. Meskipun jauh di lubuk hatinya, ia pun menginginkan kejelasan. Hanya saja, ia sudah senang bisa menjalin hubungan sebatas ini.
Memang, segala bentuk perhatian pria berkuncir itu sejak tadi, tak luput dari perhatian Arjuna dan Susi. Mereka juga tau bahwa keduanya memang sedang dekat belakangan ini. Karenanya, pasangan ini memiliki ide untuk mengajukan pertanyaan frontal pada Vanish dan Better.
๐๐ข๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ด ๐ฌ๐ข๐ถ, ๐๐ฆ๐ต! ๐๐ข๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ซ๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฌ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐ต๐ถ ๐ธ๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ช๐ฌ๐ข๐ฉ.
__ADS_1
Joy, memasang wajah meledek kearah Better. Membuat pria itu memberi tatapan tajam padanya. Lantas, Joy membungkam mulutnya dengan kepalan tangan demi menutupi tawanya.
๐๐ฆ๐ณ๐ต๐ข๐ธ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ, ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ถ๐ข๐ด๐ฎ๐ถ!
๐๐ข๐ถ, ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต ๐จ๐ช๐ญ๐ช๐ณ๐ข๐ฏ.
Better, menghela napasnya. Meski, ia sama sekali tidak berniat menjawab ledekan dari kedua bosnya.
" Biaya pernikahan yang akan di tanggung oleh perusahaan, serta sebuah unit apartemen mungil, sebagai hadiahnya," tawar Arjuna.
๐๐ข๐ธ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ ๐ช๐ต๐ถ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฏ๐บ๐ข๐ต๐ข ๐ด๐ฆ๐ณ๐ช๐ถ๐ด. ๐๐ฆ๐ซ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฐ๐ด ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฑ๐ข๐ฌ ๐ค๐ฐ๐ฎ๐ฃ๐ญ๐ข๐ฏ๐จ? ๐ข๐ต๐ข๐ถ ๐ซ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ-๐ซ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ, ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฏ๐ช๐ข๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ด๐ข๐ฉ๐ข๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ช๐ณ๐ฐ ๐ซ๐ฐ๐ฅ๐ฐ๐ฉ, ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ช๐ฏ๐ค๐ช ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ค๐ฐ๐ฃ๐ข๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข.
"Kau, meragukan ku, Joy?" tanya Arjuna dingin.
"Haa ... mana berani, Tuan? saya percaya kok, iya percaya," kilah Joy. Merinding, ketika aura dingin itu kembali pada Arjuna.
" Temukan gadisnya, dalam waktu 5 bulan. Maka, kalian akan mendapatkan saham masing-masing sebesar 5% dari kedua perusahaan ku." Arjuna, akhirnya tersenyum penuh kemenangan. Mana ada yang tahan dengan tawaran menggiurkan darinya.
_________
"Van? apa ada yang sedang kau pikirkan?" tanya Better, di akhir sesi meeting mereka.
" Tidak ada, Pak," geleng Vanish, dengan senyumnya yang nampak berbeda dari biasanya. Meskipun, gadis itu berusaha menyembunyikannya, Better yang pandai menerka ekspresi orang, faham. Ada yang tak beres dengan asistennya itu.
"๐๐ข๐ด๐ข ๐ช๐บ๐ข, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฌ๐ถ๐ฅ๐ถ ๐ค๐ฆ๐ณ๐ช๐ต๐ข ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐ฃ๐ฐ๐ด. ๐๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ฏ ๐ด๐ช๐ฉ, ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ฎ๐ข๐ญ๐ถ. ๐๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ด๐ช๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ๐บ๐ข? ๐ค๐ถ๐ฎ๐ข ๐ข๐ด๐ช๐ด๐ต๐ฆ๐ฏ ๐ฅ๐ฐ๐ข๐ฏ๐จ, ๐ฅ๐ข๐ฉ๐ญ๐ข๐ฉ ๐จ๐ข๐ฌ ๐ถ๐ด๐ข๐ฉ ๐ฏ๐จ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฑ ๐ญ๐ฆ๐ฃ๐ช๐ฉ.
" Kalau kamu ada masalah, cerita saja. Aku siap mendengarnya, kita kan teman," tanya Better, mencoba memancing. Namun, kata-kata terakhirnya itu, tanpa ia sadari telah membuat kekecewaan di hati yang terdalam.
๐๐ข๐ฅ๐ช, ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช? ๐๐ถ๐ง๐ง๐ต ... ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ฅ๐ถ๐จ๐ข๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ. ๐๐ฆ๐ด๐ฌ๐ช ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ช๐ณ๐ข๐ฏ๐บ๐ข, ๐ต๐ฆ๐ต๐ข๐ฑ ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ณ๐ข๐ด๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ข๐ฌ๐ช๐ต, ๐ฌ๐ฆ๐ต๐ช๐ฌ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ ๐ช๐ต๐ถ ๐ด๐ฆ๐ค๐ข๐ณ๐ข ๐ญ๐ข๐ฏ๐จ๐ด๐ถ๐ฏ๐จ. ๐๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ฏ, ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ต๐ข๐ฌ๐ฅ๐ช๐ณ๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ช๐ฌ๐ข๐ฉ๐ช ๐ฃ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ฐ๐ต ๐ต๐ถ๐ข.
Vanish melengos, lalu menyeka air yang menggenang dari sudut matanya. Ketika menoleh, ia tersenyum seperti biasa.
"Nanti, aku pasti cerita sama, Bapak," jawab, Vanish. Kemudian, ia berlalu meninggalkan Better seorang diri terpaku dengan hal yang diluar ekspektasinya.
"๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฑ๐ณ๐ฐ๐ต๐ฆ๐ด ๐๐ข๐ฏ? ๐ฌ๐ถ ๐ฑ๐ช๐ฌ๐ช๐ณ, ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ถ๐ฌ๐ข๐ช๐ฌ๐ถ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ต๐ข๐ต๐ถ๐ด ๐ญ๐ฆ๐ฃ๐ช๐ฉ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ช๐ฏ๐ช.
Better mendengus kasar, kecewa dengan sesuatu yang masih samar.
Bersambung>>>>
__ADS_1