Aku Bukan Pemuas Ranjang

Aku Bukan Pemuas Ranjang
Biro Jodoh Pak Jomblang.


__ADS_3

๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ


Vanish, tergagap mendapat serangan pertanyaan dari Susi. Gadis itu hanya bisa tersenyum datar.


"Kita makan yuk, Kak!" ajaknya pada Susi. Daripada dirinya harus menjawab pertanyaan yang dia sendiri pun tengah bingung mengartikannya.


" Haih, kenapa kau mengalihkan pembicaraan. Pokoknya, kamu hutang penjelasan sama aku, awas aja kalo gak cerita." Sambil melangkah, Susi terus saja mencecar Vanish. Membuat gadis itu meringis.


"Sayang, duduklah. Biar aku ambilkan makanan untukmu." Arjuna membalik piring lalu mulai menyendok nasi. Aksinya itu, tak luput dari perhatian empat orang di hadapannya.


Mereka hanya bisa melongo tanpa kedip, mungkin bernapas pun tidak.


"Aku pesankan beberapa makanan kesukaanmu, kau mau yang mana?" tanya Arjuna, tangannya melayang di atas meja, sembari menunggu jawaban dari istrinya itu.


" Aku mau sambal cumi, tumis genjer sama bakwan udang," sahut Susi santai. Tanpa ia sadari, beberapa pasang mata di depan menatapnya kagum.


๐˜š๐˜ฆ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ต๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ? ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข-๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข, ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ธ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ช ๐˜ท๐˜ช๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐™—๐™ช๐™˜๐™ž๐™ฃ? (Joy)


๐˜›๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ต ๐˜ซ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข, ๐˜ธ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ต๐˜ถ๐˜ฉ. ๐˜—๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ญ,๐˜ฅ๐˜ช๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช. ๐˜ˆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ-๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ข๐˜ด๐˜ข, ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜จ๐˜ข ๐˜ธ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ข๐˜ด๐˜ข. (Better)


๐˜’๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ ... ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ. ๐˜ˆ๐˜ข๐˜ข ... ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ! (Vanish)


๐˜‰๐˜ฐ๐˜ด, ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ด๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ค๐˜ช๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข! ๐˜—๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ด๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช! ๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜จ๐˜ข! (Milna)


"Makanlah, kalian tidak akan kenyang jika hanya memandangi kami." Dengan santai, Arjuna memberi perintah yang sekaligus membongkar kelakuan para anak buahnya.


Hingga, membuat mereka berempat tersedak berjama'ah. Padahal, belum juga makan apa-apa. Semua karena ulah pak bos yang seenaknya membongkar kelakuan minus akhlak anak buah, padahal mereka pikir sang bos tidak memperhatikan.


Karena yang mereka lihat, Arjuna hanya sibuk melayani istri tercintanya. Mengambilkan ini dan itu, menawarkan minum, menyeka keringat, lalu mengelus perut. Seakan di meja makan ini, hanya ada mereka berdua.


"Duh, kalian kompak banget deh. Sampe keselek aja barengan gitu," sindir Susi. Kemudian ia tersenyum. Pasalnya, ia juga menyadari, kalau sejak tadi mereka berempat itu terpana melihat setiap tingkah laku manis suaminya.


"Menikah saja," timpal Arjuna, seraya memasukkan makanan ke dalam mulutnya, santai.


"Uhukk ... Uhukk!!" Kali ini bukan lagi tersedak, akan tetapi mereka bertiga benar-benar sudah tercekik udara. Namun, tidak dengan satu orang. Gadis itu justru tersenyum, karena itu adalah impian sederhananya.


"Vanish sepertinya sudah siap tuh, dari tadi senyum-senyum aja," goda Susi. Membuat Vanish memasukkan makanan banyak-banyak ke mulutnya.


"Hei, makannya pelan-pelan saja," ucap Better pelan. Melihat kedua pipi Vanish yang menggembung, membuat sebuah lengkungan sabit tercetak dari kedua sudut bibirnya.

__ADS_1


๐˜‰๐˜ฆ๐˜ต๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ถ๐˜ฎ. ๐˜Ž๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ! ๐˜š๐˜ฆ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช๐˜ด ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ?


Joy tanpa sadar memperhatikan ekspresi sahabatnya itu ketika melihat asistennya.


๐˜‹๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ด๐˜ช ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ค๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ด๐˜ช ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข, ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช๐˜ฌ. ๐˜“๐˜ฉ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช, ๐˜ค๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ค๐˜ฆ๐˜ธ๐˜ฆ๐˜ฌ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฌ, ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ, ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜จ๐˜ช๐˜ป๐˜ช ๐˜จ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ. ๐˜’๐˜ฐ๐˜ฌ, ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข?


Joy, terus berspekulasi dengan pikirannya. Tanpa sadar ia memotong, daging dengan posisi yang salah.


"Hei, Bung! Pisau mu terbalik, tuh!" tegur Milna. Suara cemprengnya, membuat Joy menoleh seketika. Lalu ia melongo ke bawah.


"Hei, di atas piring mu!" cetusnya. Seraya menunjuk benda yang di genggam oleh tangan kanannya.


"Ekhm, ya. Aku tau." Joy menjawab dengan ketus, demi menutupi rasa malunya. Kemudian, ia memasukkan daging ๐™ฌ๐™–๐™œ๐™ฎ๐™ช panggang itu ke dalam mulut, tanpa memotongnya.


๐˜š๐˜ช๐˜ข๐˜ญ, ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ค๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ. ๐˜‰๐˜ฐ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฉ! ๐˜”๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ!


Joy, terus saja mengumpati dirinya sendiri dalam hati.


" Kapan kalian siap?" tanya Arjuna, yang secara tiba-tiba membuyarkan konsentrasi empat orang di hadapannya.


๐˜๐˜ฏ๐˜ช, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ซ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ซ๐˜ข ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ด๐˜ช? ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ต๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ณ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ต.


Tak ada satupun yang menjawab, Joy dan Better saling melempar perintah lewat tatapan mereka.


"Bet, sepertinya Vanish siap nikah muda. Bagaimana kalau kalian saja yang duluan?" tanya Susi, membuat Vanish tersedak spaghetti yang baru saja di suapnya.


๐˜’๐˜ข๐˜ฌ, ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ค๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ณ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ.


"Minumlah." Better menyodorkan segelas air pada Vanish, ia pun meraihnya. Lalu, pria itu menepuk punggungnya pelan.


๐˜‰๐˜ฐ๐˜ด, ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช. ๐˜‰๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ง๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฎ.


"Nah, 'kan. Better sudah cocok menjadi suami siaga tuh!" celetuk Susi, dengan senyum jahilnya. Senang sekali ia menggoda sahabatnya. Padahal, wajah mereka berdua telah memerah bagaikan udang rebus.


"Kak ...," Vanish meringis, pelan. Memberi kode agar Susi tidak mengungkit lagi masalah perasaan hati ini. Ia ingin, semua berjalan pelan-pelan saja. Meskipun jauh di lubuk hatinya, ia pun menginginkan kejelasan. Hanya saja, ia sudah senang bisa menjalin hubungan sebatas ini.


Memang, segala bentuk perhatian pria berkuncir itu sejak tadi, tak luput dari perhatian Arjuna dan Susi. Mereka juga tau bahwa keduanya memang sedang dekat belakangan ini. Karenanya, pasangan ini memiliki ide untuk mengajukan pertanyaan frontal pada Vanish dan Better.


๐˜”๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ, ๐˜‰๐˜ฆ๐˜ต! ๐˜’๐˜ข๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ซ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ข๐˜ต๐˜ถ ๐˜ธ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ซ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ.

__ADS_1


Joy, memasang wajah meledek kearah Better. Membuat pria itu memberi tatapan tajam padanya. Lantas, Joy membungkam mulutnya dengan kepalan tangan demi menutupi tawanya.


๐˜›๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ข๐˜ด๐˜ฎ๐˜ถ!


๐˜’๐˜ข๐˜ถ, ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ต๐˜ช ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜จ๐˜ช๐˜ญ๐˜ช๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ.


Better, menghela napasnya. Meski, ia sama sekali tidak berniat menjawab ledekan dari kedua bosnya.


" Biaya pernikahan yang akan di tanggung oleh perusahaan, serta sebuah unit apartemen mungil, sebagai hadiahnya," tawar Arjuna.


๐˜›๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ต๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ถ๐˜ด. ๐˜š๐˜ฆ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ด ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ค๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ? ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ถ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ-๐˜ซ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ข๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ณ๐˜ฐ ๐˜ซ๐˜ฐ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฉ, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ค๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ค๐˜ฐ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข.


"Kau, meragukan ku, Joy?" tanya Arjuna dingin.


"Haa ... mana berani, Tuan? saya percaya kok, iya percaya," kilah Joy. Merinding, ketika aura dingin itu kembali pada Arjuna.


" Temukan gadisnya, dalam waktu 5 bulan. Maka, kalian akan mendapatkan saham masing-masing sebesar 5% dari kedua perusahaan ku." Arjuna, akhirnya tersenyum penuh kemenangan. Mana ada yang tahan dengan tawaran menggiurkan darinya.


_________


"Van? apa ada yang sedang kau pikirkan?" tanya Better, di akhir sesi meeting mereka.


" Tidak ada, Pak," geleng Vanish, dengan senyumnya yang nampak berbeda dari biasanya. Meskipun, gadis itu berusaha menyembunyikannya, Better yang pandai menerka ekspresi orang, faham. Ada yang tak beres dengan asistennya itu.


"๐˜”๐˜ข๐˜ด๐˜ข ๐˜ช๐˜บ๐˜ข, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ถ ๐˜ค๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ด. ๐˜—๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ, ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ. ๐˜Œ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข? ๐˜ค๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฑ ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฉ.


" Kalau kamu ada masalah, cerita saja. Aku siap mendengarnya, kita kan teman," tanya Better, mencoba memancing. Namun, kata-kata terakhirnya itu, tanpa ia sadari telah membuat kekecewaan di hati yang terdalam.


๐˜‘๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช? ๐˜๐˜ถ๐˜ง๐˜ง๐˜ต ... ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ถ. ๐˜”๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฌ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต, ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ค๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ. ๐˜”๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ, ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ต ๐˜ต๐˜ถ๐˜ข.


Vanish melengos, lalu menyeka air yang menggenang dari sudut matanya. Ketika menoleh, ia tersenyum seperti biasa.


"Nanti, aku pasti cerita sama, Bapak," jawab, Vanish. Kemudian, ia berlalu meninggalkan Better seorang diri terpaku dengan hal yang diluar ekspektasinya.


"๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ด ๐˜๐˜ข๐˜ฏ? ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ณ, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ต๐˜ข๐˜ต๐˜ถ๐˜ด ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช.


Better mendengus kasar, kecewa dengan sesuatu yang masih samar.


Bersambung>>>>

__ADS_1


__ADS_2