
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
"Apa!"
Seno yang hendak berangkat ke kantor pagi itu, di kejutkan oleh kedatangan polisi di rumahnya.
"Wanita itu, kenapa selalu membuat masalah." Easy, terlihat memijat pelipisnya.
"Kami butuh kesaksian dari keluarga terdekat, serta penjelasan. Bagaimana seorang wanita yang tengah hamil bisa pergi ke klab," ucap aparat berseragam itu, menjelaskan kedatangan mereka.
Seno dan Easy pun saling pandang, bagaimanapun mereka akan terseret. Karena merekalah satu-satunya keluarga korban.
"Apa kalian mengetahui kepergian Nona J malam itu?" tanya salah satu polisi.
"Saya tidak tau, karena pada jam itu saya sudah tertidur," jawab Seno.
"Bagaimana bisa anda tidak tau, menurut informasi istri anda itu sering mendatangi klab?" cecar polisi tersebut, menelisik lebih dalam.
"Untuk yang sebelumnya dan mengenai kebiasaannya, memang saya tau. Istri saya selalu mengancam akan menggugurkan anak yang di kandungnya, bila saya melarang kesenangannya," tutur Seno jujur.
"Maaf, mengenai satu hal lagi. Ini sedikit agak menekan ruang pribadi anda. Kenapa istri anda bermain di luar sana, sementara dirinya memiliki suami setampan anda? Apakah istri anda memiliki kelainan atau apa?" korek petugas negara itu lebih dalam lagi. Demi kebutuhan penyelidikan. Bagaimanapun kejadian itu, berada di lingkup publik. Pihak hotel telah melaporkannya pada yang berwajib demi mengungkap apa yang sebenarnya terjadi.
"Maaf, Pak Polisi. Saya rasa permasalahan rumah tangga anak saya, tak pantas dikulik oleh pihak luar!" hardik Easy penuh emosi. Ia harus bisa menjaga rahasia Seno agar tidak terkuak, demi menyelamatkan wajahnya di media nanti.
__ADS_1
Seno seketika menoleh dan menatap tak suka, melihat sang mami ikut campur bahkan dengan berani membentak polisi.
"Maaf, Nyonya. Semua ini demi penyelidikan. Di karenakan, kasus nona J berbarengan dengan kematian seorang pria WNA di hotel yang sama," jelas sang perwira itu tenang. Dirinya telah terbiasa, menghadapi berbagai macam karakter orang di lapangan.
"Maksud anda, apa Pak?" tanya Seno heran, mendengar berita kematian seorang turis di hotel yang sama.
"Menurut data dan rekaman pada CCTV, pria tersebut datang bersama dengan istri anda. Ada kemungkinan, bahwa nona J sempat mengalami kekerasan seksual dari pria tersebut. Kami juga sedang menunggu hasil visum dari rumah sakit," jelas sang perwira itu.
"Kita harus kerumah sakit, Mam. Aku harus memastikan bagaimana keadaan anakku." Seno hendak berdiri, sebelum akhirnya kedua polisi itu mohon pamit.
"Baiklah, saya kira cukup sampai di sini. Terimakasih atas kerja samanya. Saya tekankan, apapun yang terjadi nanti dengan istri atau anak yang ada di dalam kandungannya. Anda tak dapat menuntut siapapun, karena pelakunya sudah tiada. Kejadian ini murni kecelakaan biasa, karena mereka juga melakukannya atas dasar suka sama suka. Sekian, kami permisi." Kedua polisi itu mengenakan kembali topi mereka, lalu menjabat tangan Seno dan Easy.
๐๐ฆ๐ฎ๐ฐ๐จ๐ข ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ถ๐ฏ๐จ๐ฏ๐บ๐ข ๐ช๐ต๐ถ ๐ฎ๐ข๐ต๐ช. ๐๐จ๐ข๐ณ ๐ต๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐ค๐ข๐ฎ ๐ฌ๐ฆ๐ฅ๐ถ๐ฅ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ ๐ฅ๐ช ๐ด๐ช๐ฏ๐ช. ๐๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข ๐ฉ๐ข๐ณ๐ต๐ข ๐๐ณ๐ข๐ฅ๐ช๐ฑ๐ต๐ข ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ช๐ญ๐ช๐ฌ๐ฌ๐ถ, ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข๐ฏ๐บ๐ข.
Easy, memandang sinis kepergian kedua aparat negara itu. Senyum menyeringai tercetak di wajahnya. Berharap apa yang di pikirkan nya menjadi kenyataan.
๐๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ด๐ต๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช, ๐ฌ๐ฆ๐ฉ๐ข๐ฏ๐ค๐ถ๐ณ๐ข๐ฏ ๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ข๐ฏ๐ข ๐ช๐ฃ๐ญ๐ช๐ด ๐ธ๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข ๐ช๐ต๐ถ. ๐๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐จ๐ช๐จ๐ช๐ต ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐ต๐ข๐ณ๐ช๐ฏ๐จ๐ฏ๐บ๐ข ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ข๐ต๐ข๐ฉ.
Easy menarik kembali sudut bibirnya hingga membentuk senyum smirk. Sepertinya ini adalah hari kekalahan musuhnya itu.
________
Seorang wanita melenguh berkali-kali dalam tidurnya. Entah apa yang terjadi di alam bawah sadarnya.
__ADS_1
Efek bius setelah operasi pengangkatan janin tadi, belum lagi habis. Hingga wanita itu masih dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Jelita kejang-kejang, hingga tubuhnya melenting keatas, diiringi dengan kedua matanya yang seketika membuka.
"Dok. Sepertinya wanita ini mengalami komplikasi!" seru perawat wanita, yang mengenakan seragam serba putih itu.
"Periksa secara keseluruhan! Beri obat penenang syaraf!" titah sang Dokter kandungan tersebut.
"Baik Dok."
Easy dan Seno yang baru tiba, kini tertahan di luar ruangan bersalin.
"Maaf, kalian siapa?" tanya seorang security wanita, yang menjaga khusus di lantai tersebut.
"Saya adalah suami dari pasien yang bernama, Jelita Kirana," jawab Seno dengan debaran hati yang tak karuan. Bukan karena menghawatirkan keadaan Jelita, akan tetapi nasib keturunannya yang bersemayam di dalam rahim istrinya itu.
"Oh, jadi kalian keluarga korban kekerasan itu ya. Tadi lagi, sepertinya baru saja menjalani operasi pengangkatan janin," jelas security wanita tersebut. Sedikit banyak dirinya memang tau, akan kasus yang terjadi di lantai itu.
"Tidak ...." Seno seketika terduduk di kursi tunggu.
๐๐ฏ๐ข๐ฌ๐ฌ๐ถ ... ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐จ๐ช ... ๐ฌ๐ข๐ถ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ด๐ข๐ต๐ถ-๐ด๐ข๐ต๐ถ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฉ๐ข๐ณ๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ ... ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ด๐ฌ๐ถ. ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ ๐ฃ๐ฐ๐ฅ๐ฐ๐ฉ ๐๐ฆ๐ญ๐ช๐ต๐ข!
Seno terlihat sangat shock, pria itu bahkan memukul-mukul kepala serta dadanya sendiri.
__ADS_1
"Bukankah janinnya belum cukup umur untuk dilahirkan, jika memang begitu?" Easy bergumam, hingga akhirnya binar itu tercipta. Ketika apa yang diharapkannya sesuai dengan kenyataan.
Bersambung>>>>