
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
"Nona ... maaf," seorang gadis pekerja salon, memanggil Jelita dengan sedikit rasa takut. Karena kejadian karyawan yang baru saja di pecat, telah sampai ke telinga mereka.
"Ada apa? Kenapa ekspresi kalian begitu?" heran Jelita yang melihat dua pekerja di hadapannya menatapnya aneh.
"Maaf ... Nona, wajah anda sangat pucat. Apakah, anda baik-baik saja?" tanya salah satu gadis pekerja dengan hati-hati.
"Aku baik-baik saja. Aku begini karena sudah lama tidak perawatan, cepat kerjakan saja tugas kalian!" titahnya pada dua orang gadis itu, membuat mereka berdua serempak melanjutkan apa yang harus mereka kerjakan.
Tak ada lagi pertanyaan, mereka menutup mulut dengan rapat. Bahkan, ketika rambut-rambut Jelita rontok dan berjatuhan disaat mereka melakukan ๐ค๐ณ๐ฆ๐ข๐ฎ๐ฃ๐ข๐ต๐ฉ ๐ฎ๐ข๐ด๐ด๐ข๐จ๐ฆ.
Mereka pun diam dan saling mengkode lewat tatapan, ketika kuku-kuku jemari tangan Jelita mulai membiru. Mereka tetap melakukan pekerjaan dengan kebingungan yang hakiki, tanpa berani buka suara.
"Sudah selesai, Nona," lapor gadis yang telah selesai memberi polesan terakhir di wajah Jelita.
"Kerja yang bagus, uh." Jelita berusaha bangun meski di rasa tubuhnya sedikit lemas tak bertenaga.
๐๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ช๐ข๐ฏ๐จ.
๐๐ข๐ช๐ฌ๐ญ๐ข๐ฉ, ๐ด๐ฆ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฉ๐ถ๐ฏ๐ต๐ช๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ถ๐ญ๐ช๐ฏ๐ฆ๐ณ ๐ฌ๐ฆ ๐ณ๐ฆ๐ด๐ต๐ฐ ๐ฎ๐ฆ๐ธ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ฉ๐ข๐ญ.
Jelita tersenyum puas, melihat dirinya yang kembali segar, cantik serta fashionable.
Meskipun semua itu adalah tipuan make up. Dia tak peduli, senyum itu terus merekah di wajahnya.
Ketika Jelita hendak menyisir rambut dengan jemarinya, seorang penata rias melarangnya.
"Jangan, Nona! Biarkan saja," ucapnya, seraya menahan gerakan tangan Jelita.
"Ini sudah membuat anda terlihat cetar membahana kok," tambahnya lagi.
Membuat Jelita urung, lalu mengeluarkan kartu miliknya. Karena ia yakin, kartu no limit Seno pasti sudah di blokir.
Selesai membayar, Jelita melenggang pergi dengan gaya angkuhnya yang elegan.
๐๐ข๐ฑ๐ข๐ณ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ช๐ฌ๐ถ๐ต ๐ฑ๐ถ๐ด๐ช๐ฏ๐จ.
Jelita berhenti sebentar, ketika membuka pintu mobil. Merasakan kepalanya yang pening, seakan semua yang di lihatnya berputar-putar.
๐๐ข๐ฏ๐ข ๐ฌ๐ฐ๐ฑ๐ช ๐ฌ๐ถ ๐ต๐ข๐ฅ๐ช? ๐๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ถ๐ต๐ถ๐ฉ ๐ฌ๐ฐ๐ฑ๐ช ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ช๐ฏ๐ช. ๐๐ฐ๐ฑ๐ช ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ฌ๐ฐ๐ฑ๐ช?
๐พReaders ada yang punya kopi kagak?
Kalo punya kasih gih, ke otor aja tapi jangan ke Jelita yak๐คฃ.
Jelita tak menemukan apa yang ia cari, kepalanya semakin pusing.
๐๐ฆ ๐ด๐ถ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฎ๐ข๐ณ๐ฌ๐ฆ๐ต ๐ข๐ซ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ฃ๐ถ๐ต๐ถ๐ฉ ๐ฐ๐ฃ๐ข๐ต ๐ด๐ข๐ฌ๐ช๐ต ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ญ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช๐ฏ๐บ๐ข.
Jelita kembali menjalankan mobil barunya itu. Merasakan tak enak pada tubuhnya, dari kepala hingga bawah perut membuat dirinya tak fokus dalam menyetir.
๐๐ฅ๐ข ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ต๐ถ๐ฃ๐ถ๐ฉ๐ฌ๐ถ? ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ณ๐ข๐ด๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ฏ๐ช?
Jelita beberapa kali oleng dan banting stir asal. Kebetulan arus jalanan senja itu ramai. Biasa terjadi di pusat lajur Ibu kota, bahwa pada jam-jam sibuk kendaraan berebut untuk saling mendahului.
๐๐ข๐ฌ๐ช๐ต ๐ฅ๐ช ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ต๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฌ๐ถ ๐ต๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ, ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ? ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข? ๐๐ฉ, ๐ด๐ช๐ข๐ญ!
Jelita mengerem mendadak, hampir saja ia menabrak mobil yang berhenti di hadapannya.
__ADS_1
๐๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ด๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ช ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต, ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ฅ๐ช๐ฅ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ญ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฉ.
Jelita merasakan sesuatu turun melalui kedua hidungnya, ia pun meraih tissue yang ada di depan. Setelah itu kedua matanya membelalak lebar.
๐๐ขโ๐ฅ๐ข๐ณ๐ข๐ฉ? ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฅ๐ข๐ณ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ข๐ณ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฉ๐ช๐ฅ๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ถ? ๐๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ... ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ... ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ถ๐ค๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ ๐๐ฐ๐ฌ๐ต๐ฆ๐ณ ๐ช๐ต๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ. ๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ด๐ข๐ฌ๐ช๐ต.
Jelita terus berperang dalam batinnya, melihat kenyataan bahwa hidungnya terus mengeluarkan darah. Dadanya kian sesak, serta pandangannya pun mulai kabur.
Di tengah kenyataan yang mendera batinnya, Jelita semakin kehilangan konsentrasi dalam mengendarai mobil Lamborghini-nya itu.
"Aku tidak sakit!"
"Aku tidak sakit!"
"Aku akan menuntut rumah sakit sialan itu!"
"Kenapa aku jadi begini semenjak kalian mengangkat janinku!"
" Berengsekk!!"
Jelita terus memaki, di tengah emosinya yang tak stabil. Membuatnya sembarangan mengambil jalur.
Weeengg ...!
Weengg ...!
Beberapa kendaraan yang berlawanan arah sempat menghindari laju kendaraannya yang tak tentu arah.
"Akkhh! Kepalaku! Akkhh!" Jelita memekik kesakitan. Dirinya terlihat begitu tersiksa, merasakan sakit bersamaan di perut dan juga kepalanya.
Dirinya benar-benar telah kehilangan kendali mobilnya.
Brruuaakkkkhhh!!
Kendaraan roda empat seharga puluhan milyar itu melompati pagar pembatas, hingga akhirnya terguling beberapa kali di atas aspal.
Brooaammm!!
Kap depan mobil mengeluarkan asap dan api.
Setelah berguling sejauh puluhan meter, mobil itu pun berhenti dengan posisi terbalik.
Keseluruhan body mobil penyok, seluruh kaca pecah. Erangan terakhir terdengar setelah kemudian terlihat rembesan cairan merah mengalir dari sela-sela mobil.
Belasan bahkan puluhan orang berlari menghampiri tempat kejadian. Berteriak histeris kemudian kembali berlari melawan arah.
Boooaaammmm!!
Lamborgini yang sempat ngebut gila-gilaan, kemudian berakhir koprol di jalan beraspal. Kini, berada pada ujung takdirnya. Terbakar, kemudian meledak dengan getaran ledakan yang cukup besar.
Para warga sekitar belum sempat mengeluarkan seluruh tubuh Jelita yang masih bernapas. Karena, kaki wanita itu dalam keadaan terjepit. Tapi, keadaan mobil yang terbakar serta selang bahan bakar yang bocor, membuat para penolong itu lari kocar-kacir demi menyelamatkan diri.
"Hubungi damkar segera!"
"Panggil polisi!"
"Ngapain panggil polisi, mau nilang?!"
"Panggil ambulance!"
__ADS_1
"Kagak ada mayatnya bambang, dah gosong!"
"Panggil jaja miharja!"
"JASA RAHARJA, BEGO!!"
"Panik, njiirr!"
Keadaan riuh ricuh, jalur macet total sepanjang beberapa kilo meter. Beberapa warga mereka dan memfoto kecelakaan tunggal itu dengan kamera ponselnya.
Mengirimnya melalui laman sosial mereka masing-masing. Hingga berita kecelakaan, yang merenggut nyawa seorang wanita cantik bersama mobil mewahnya, ๐ท๐ช๐ณ๐ข๐ญ seketika.
Itulah hebatnya kekuatan sosial media, hanya dalam waktu beberapa menit berita kecelakaan itu pun menjadi ๐ต๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ฏ๐จ ๐ต๐ฐ๐ฑ๐ช๐ค.
Sampai kini, ketika langit sudah berganti dengan gelap. Berita itu telah sampai ketelinga seorang asisten bermata sipit. Melalui laman medsosnya, yang memang memuat berita ๐ถ๐ฑ ๐ต๐ฐ ๐ฅ๐ข๐ต๐ฆ dalam negeri.
๐ ๐ข ๐๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ! ๐๐ฑ๐ข๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ช๐ฏ๐ช!
๐๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ด๐ฆ๐จ๐ฆ๐ณ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฃ๐ข๐ณ๐ช ๐ต๐ถ๐ข๐ฏ, ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ฐ๐จ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฎ๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐ฅ๐ช ๐จ๐ฆ๐ฅ๐ถ๐ฏ๐จ ๐ช๐ฏ๐ช?
Asisten Rich, dengan postur tinggi macam tiang itu. Mengambil langkah lebar-lebar agar cepat sampai keruangan bosnya.
Bruakk!
"Tuan!"
Asisten Rich, dengan napas terengah-engah karena berlari, tak mampu berkata apa-apa lagi. Ketika ia mendapat pelototan kaget dari sang bos, Rich hanya menyerahkan tabletnya ketangan Seno.
"Kecelakaan tunggal seorang wanita yang di ketahui berinisial JK. Dimana, wanita tersebut di ketahui istri dari seorang pengusaha sukses, pemilik perusahaan Pradipta Residen."
"JeโJelita?" Sepasang mata di balik cermin kembar itu membola.
" Mobil ku ...?"
"Hancur, Tuan ...," lirih Rich, seakan tak tega mengatakan hal buruk itu pada tuannya.
Seketika Seno meluruhkan tubuhnya, yang serasa tak bertulang itu.
"Uangโku ...."
๐๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ต๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฉ๐ข๐ญ ๐ด๐ข๐ฉ๐ข๐ฎ ๐ช๐ต๐ถ ...?
Gais, tengok karya mak chibi yang lain juga ya ...
Genre religi romantis bin ngocol๐คฉ
๐พTukang Ojek Itu Jodohku. (RojaliโFatimah)
๐พMengasuh Calon Istri. (AndraโNajwa)
Karya temen otor juga gak kalah keren gais.
Oke sekian Promosi dari saya ... Selamat Menikmati๐
__ADS_1
Bersambung>>>