Aku Bukan Pemuas Ranjang

Aku Bukan Pemuas Ranjang
Mobil Atau Istri?


__ADS_3

๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ


"Nona ... maaf," seorang gadis pekerja salon, memanggil Jelita dengan sedikit rasa takut. Karena kejadian karyawan yang baru saja di pecat, telah sampai ke telinga mereka.


"Ada apa? Kenapa ekspresi kalian begitu?" heran Jelita yang melihat dua pekerja di hadapannya menatapnya aneh.


"Maaf ... Nona, wajah anda sangat pucat. Apakah, anda baik-baik saja?" tanya salah satu gadis pekerja dengan hati-hati.


"Aku baik-baik saja. Aku begini karena sudah lama tidak perawatan, cepat kerjakan saja tugas kalian!" titahnya pada dua orang gadis itu, membuat mereka berdua serempak melanjutkan apa yang harus mereka kerjakan.


Tak ada lagi pertanyaan, mereka menutup mulut dengan rapat. Bahkan, ketika rambut-rambut Jelita rontok dan berjatuhan disaat mereka melakukan ๐˜ค๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ต๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ด๐˜ข๐˜จ๐˜ฆ.


Mereka pun diam dan saling mengkode lewat tatapan, ketika kuku-kuku jemari tangan Jelita mulai membiru. Mereka tetap melakukan pekerjaan dengan kebingungan yang hakiki, tanpa berani buka suara.


"Sudah selesai, Nona," lapor gadis yang telah selesai memberi polesan terakhir di wajah Jelita.


"Kerja yang bagus, uh." Jelita berusaha bangun meski di rasa tubuhnya sedikit lemas tak bertenaga.


๐˜—๐˜ข๐˜ด๐˜ต๐˜ช ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ.


๐˜‰๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ณ ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ต๐˜ฐ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ธ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ญ.


Jelita tersenyum puas, melihat dirinya yang kembali segar, cantik serta fashionable.


Meskipun semua itu adalah tipuan make up. Dia tak peduli, senyum itu terus merekah di wajahnya.


Ketika Jelita hendak menyisir rambut dengan jemarinya, seorang penata rias melarangnya.


"Jangan, Nona! Biarkan saja," ucapnya, seraya menahan gerakan tangan Jelita.


"Ini sudah membuat anda terlihat cetar membahana kok," tambahnya lagi.


Membuat Jelita urung, lalu mengeluarkan kartu miliknya. Karena ia yakin, kartu no limit Seno pasti sudah di blokir.


Selesai membayar, Jelita melenggang pergi dengan gaya angkuhnya yang elegan.


๐˜“๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ต ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ.


Jelita berhenti sebentar, ketika membuka pintu mobil. Merasakan kepalanya yang pening, seakan semua yang di lihatnya berputar-putar.


๐˜”๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช? ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ด๐˜ข๐˜ข๐˜ต ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช. ๐˜’๐˜ฐ๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฑ๐˜ช?


๐ŸพReaders ada yang punya kopi kagak?


Kalo punya kasih gih, ke otor aja tapi jangan ke Jelita yak๐Ÿคฃ.


Jelita tak menemukan apa yang ia cari, kepalanya semakin pusing.


๐˜’๐˜ฆ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ฐ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ต ๐˜ด๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข.


Jelita kembali menjalankan mobil barunya itu. Merasakan tak enak pada tubuhnya, dari kepala hingga bawah perut membuat dirinya tak fokus dalam menyetir.


๐˜ˆ๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ถ? ๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช?


Jelita beberapa kali oleng dan banting stir asal. Kebetulan arus jalanan senja itu ramai. Biasa terjadi di pusat lajur Ibu kota, bahwa pada jam-jam sibuk kendaraan berebut untuk saling mendahului.


๐˜š๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ต๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ถ? ๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข? ๐˜ˆ๐˜ฉ, ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ญ!


Jelita mengerem mendadak, hampir saja ia menabrak mobil yang berhenti di hadapannya.

__ADS_1


๐˜‰๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ.


Jelita merasakan sesuatu turun melalui kedua hidungnya, ia pun meraih tissue yang ada di depan. Setelah itu kedua matanya membelalak lebar.


๐˜‹๐˜ขโ€“๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ? ๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ถ? ๐˜›๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ... ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ... ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ถ๐˜ค๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜‹๐˜ฐ๐˜ฌ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ. ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต.


Jelita terus berperang dalam batinnya, melihat kenyataan bahwa hidungnya terus mengeluarkan darah. Dadanya kian sesak, serta pandangannya pun mulai kabur.


Di tengah kenyataan yang mendera batinnya, Jelita semakin kehilangan konsentrasi dalam mengendarai mobil Lamborghini-nya itu.


"Aku tidak sakit!"


"Aku tidak sakit!"


"Aku akan menuntut rumah sakit sialan itu!"


"Kenapa aku jadi begini semenjak kalian mengangkat janinku!"


" Berengsekk!!"


Jelita terus memaki, di tengah emosinya yang tak stabil. Membuatnya sembarangan mengambil jalur.


Weeengg ...!


Weengg ...!


Beberapa kendaraan yang berlawanan arah sempat menghindari laju kendaraannya yang tak tentu arah.


"Akkhh! Kepalaku! Akkhh!" Jelita memekik kesakitan. Dirinya terlihat begitu tersiksa, merasakan sakit bersamaan di perut dan juga kepalanya.


Dirinya benar-benar telah kehilangan kendali mobilnya.


Brruuaakkkkhhh!!


Kendaraan roda empat seharga puluhan milyar itu melompati pagar pembatas, hingga akhirnya terguling beberapa kali di atas aspal.


Brooaammm!!


Kap depan mobil mengeluarkan asap dan api.


Setelah berguling sejauh puluhan meter, mobil itu pun berhenti dengan posisi terbalik.


Keseluruhan body mobil penyok, seluruh kaca pecah. Erangan terakhir terdengar setelah kemudian terlihat rembesan cairan merah mengalir dari sela-sela mobil.


Belasan bahkan puluhan orang berlari menghampiri tempat kejadian. Berteriak histeris kemudian kembali berlari melawan arah.


Boooaaammmm!!


Lamborgini yang sempat ngebut gila-gilaan, kemudian berakhir koprol di jalan beraspal. Kini, berada pada ujung takdirnya. Terbakar, kemudian meledak dengan getaran ledakan yang cukup besar.


Para warga sekitar belum sempat mengeluarkan seluruh tubuh Jelita yang masih bernapas. Karena, kaki wanita itu dalam keadaan terjepit. Tapi, keadaan mobil yang terbakar serta selang bahan bakar yang bocor, membuat para penolong itu lari kocar-kacir demi menyelamatkan diri.


"Hubungi damkar segera!"


"Panggil polisi!"


"Ngapain panggil polisi, mau nilang?!"


"Panggil ambulance!"

__ADS_1


"Kagak ada mayatnya bambang, dah gosong!"


"Panggil jaja miharja!"


"JASA RAHARJA, BEGO!!"


"Panik, njiirr!"


Keadaan riuh ricuh, jalur macet total sepanjang beberapa kilo meter. Beberapa warga mereka dan memfoto kecelakaan tunggal itu dengan kamera ponselnya.


Mengirimnya melalui laman sosial mereka masing-masing. Hingga berita kecelakaan, yang merenggut nyawa seorang wanita cantik bersama mobil mewahnya, ๐˜ท๐˜ช๐˜ณ๐˜ข๐˜ญ seketika.


Itulah hebatnya kekuatan sosial media, hanya dalam waktu beberapa menit berita kecelakaan itu pun menjadi ๐˜ต๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ค.


Sampai kini, ketika langit sudah berganti dengan gelap. Berita itu telah sampai ketelinga seorang asisten bermata sipit. Melalui laman medsosnya, yang memang memuat berita ๐˜ถ๐˜ฑ ๐˜ต๐˜ฐ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ฆ dalam negeri.


๐˜ ๐˜ข ๐˜›๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ! ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช!


๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ด๐˜ฆ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ต๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช?


Asisten Rich, dengan postur tinggi macam tiang itu. Mengambil langkah lebar-lebar agar cepat sampai keruangan bosnya.


Bruakk!


"Tuan!"


Asisten Rich, dengan napas terengah-engah karena berlari, tak mampu berkata apa-apa lagi. Ketika ia mendapat pelototan kaget dari sang bos, Rich hanya menyerahkan tabletnya ketangan Seno.


"Kecelakaan tunggal seorang wanita yang di ketahui berinisial JK. Dimana, wanita tersebut di ketahui istri dari seorang pengusaha sukses, pemilik perusahaan Pradipta Residen."


"Jeโ€“Jelita?" Sepasang mata di balik cermin kembar itu membola.


" Mobil ku ...?"


"Hancur, Tuan ...," lirih Rich, seakan tak tega mengatakan hal buruk itu pada tuannya.


Seketika Seno meluruhkan tubuhnya, yang serasa tak bertulang itu.


"Uangโ€“ku ...."


๐˜‰๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ...?


Gais, tengok karya mak chibi yang lain juga ya ...


Genre religi romantis bin ngocol๐Ÿคฉ


๐ŸพTukang Ojek Itu Jodohku. (Rojaliโ€“Fatimah)



๐ŸพMengasuh Calon Istri. (Andraโ€“Najwa)




Karya temen otor juga gak kalah keren gais.


Oke sekian Promosi dari saya ... Selamat Menikmati๐Ÿ˜Ž

__ADS_1


Bersambung>>>


__ADS_2